Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

MMSR: Batu Bara Masih Memiliki Keunggulan di Pasar Ekspor

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 13 Juni 2025 | 20:02 WIB
MMSR: Batu Bara Masih Memiliki Keunggulan di Pasar Ekspor
Pandangan MMSR terhadap dinamika terkini sektor batu bara Indonesia dalam acara Indonesia Miner 2025.

Suara.com - Muhamad Saly Putra, Head of Marketing MMS Resources, tampil sebagai panelis dan membagikan pandangan MMSR terhadap dinamika terkini sektor batu bara Indonesia dalam acara Indonesia Miner 2025.

Ia menyoroti mandat penggunaan B40 sebagai bahan bakar operasional penambangan serta tantangan implementasi Harga Batubara Acuan (HBA) sebagai referensi harga jual, yang dinilai membawa perubahan signifikan dalam praktik komersial, terutama akibat disparitas antara HBA dan harga pasar aktual yang berdampak pada margin keuntungan serta meningkatnya efektif royalti.

Meskipun tekanan biaya meningkat, MMSR tetap meyakini bahwa Indonesia masih memegang posisi strategis di pasar ekspor, berkat kedekatan geografis dengan negara-negara seperti Vietnam, Filipina, dan Bangladesh, serta posisi netral dalam geopolitik global yang menjadikan Indonesia mitra dagang yang andal.

Dengan cadangan batubara yang dimiliki saat ini, efisiensi operasional dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar menjadi kunci daya saing yang berkelanjutan.

“Keunggulan strategis Indonesia sangat jelas; kedekatan geografis kita dengan pasar-pasar utama seperti Vietnam, Filipina, dan Bangladesh—khususnya di area dengan infrastruktur yang masih berkembang—serta posisi netral geopolitik kita menjadikan Indonesia mitra yang tepercaya. Kami percaya bahwa keunggulan-keunggulan ini akan terus relevan, terutama jika kita terus berfokus pada efisiensi operasional dan kemampuan beradaptasi dengan permintaan pasar yang dinamis,”ujar Saly, ditulis Jumat (13/6/2025).

Menanggapi arah produksi ke depan, MMSR menyampaikan bahwa perusahaan memiliki kapasitas operasional yang memungkinkan fleksibilitas dalam merespons pemulihan pasar.

Fokus ke depan diarahkan pada produk batu bara yang lebih ekonomis dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, demi memastikan efisiensi biaya dan kelincahan operasional.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, MMS Resources memastikan seluruh operasional bisnis dijalankan dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Prinsip Good Mining Practice (GMP) menjadi panduan utama dalam menjalankan kegiatan tambang secara aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Seluruh pendekatan ini juga terintegrasi dengan kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG), sebagai komitmen perusahaan untuk tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menjalankan pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Partisipasi MMS Resources dalam forum ini menegaskan posisinya sebagai pelaku industri yang adaptif dan bertanggung jawab. Dengan visi jangka panjang, MMSR berkomitmen mendorong pertambangan yang kompetitif, inklusif, dan mendukung ketahanan energi nasional serta pembangunan berkelanjutan.

Batu bara merupakan salah satu sumber energi fosil yang masih memegang peran penting dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia. Sebagai negara dengan cadangan batu bara yang melimpah, Indonesia termasuk produsen dan eksportir batu bara terbesar di dunia, khususnya jenis batu bara termal yang digunakan untuk pembangkit listrik.

Hingga saat ini, sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia masih bergantung pada batu bara karena ketersediaannya yang stabil dan biaya operasional yang relatif rendah. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera.

Namun, di tengah isu perubahan iklim dan komitmen global untuk menurunkan emisi karbon, batu bara menghadapi tantangan besar. Pemerintah Indonesia pun mulai mendorong transisi energi dengan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT), seperti tenaga surya, angin, dan air.

Meski demikian, batu bara masih memiliki peran strategis dalam jangka menengah. Pemerintah mendorong implementasi teknologi bersih seperti co-firing (campuran batu bara dan biomassa) serta carbon capture and storage (CCS) untuk menekan dampak lingkungan dari penggunaan batu bara.

Ke depan, transformasi sektor energi membutuhkan keseimbangan antara ketahanan energi, keterjangkauan biaya, dan keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks ini, pengelolaan batu bara secara bertanggung jawab tetap menjadi bagian dari strategi energi nasional selama masa transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi Batu Bara Capai 21,35 Juta MT, BSSR Bagikan Dividen 75 Juta Dolar AS

Produksi Batu Bara Capai 21,35 Juta MT, BSSR Bagikan Dividen 75 Juta Dolar AS

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 14:13 WIB

Gasifikasi Batu Bara, Pekerjaan Rumah Tertunda Bukit Asam

Gasifikasi Batu Bara, Pekerjaan Rumah Tertunda Bukit Asam

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 12:41 WIB

Bahlil Bingung, Eropa Minta PLTU Pensiun Tapi Butuh Batu Bara

Bahlil Bingung, Eropa Minta PLTU Pensiun Tapi Butuh Batu Bara

Bisnis | Rabu, 04 Juni 2025 | 14:50 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB