Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 05 Mei 2026 | 13:03 WIB
Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%
Ilustrasi sektor pertambangan. [Ist]
baca 10 detik
  • BPS mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mengalami kontraksi kuartalan sebesar 0,77 persen dibandingkan periode sebelumnya.
  • Pelemahan kinerja pada sektor pertambangan memberikan tekanan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di awal tahun 2026.
  • Industri pengolahan dan sektor domestik lainnya berhasil menjaga pertumbuhan tahunan ekonomi Indonesia tetap berada di angka 5,61 persen.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mengalami kontraksi 0,77 persen dibanding kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qoq), meski secara tahunan masih tumbuh 5,61 persen.

Kontraksi kuartalan ini terjadi di tengah pelemahan sejumlah sektor, terutama pertambangan yang menjadi salah satu lapangan usaha dengan kinerja negatif pada awal tahun.

“Secara triwulanan, ekonomi Indonesia, ekonomi Indonesia triwulan satu 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen,” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Selasa (5/5/2026).

Meski penurunan secara kuartalan kerap dipengaruhi faktor musiman setelah periode akhir tahun, data BPS menunjukkan tidak semua sektor mampu mempertahankan momentum pertumbuhan, terutama sektor berbasis komoditas.

“Pada triwulan satu 2026 secara tahunan, seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan dan pengadaan listrik dan gas,” ucap Amalia.

Pelemahan sektor pertambangan menjadi sorotan karena sektor ini masih masuk dalam lima kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB) nasional bersama industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Fakhri]
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Fakhri]

Kelima sektor tersebut secara total menyumbang sekitar 63,52 persen terhadap struktur ekonomi Indonesia.

Dengan posisi strategis tersebut, perlambatan pertambangan memberi tekanan pada kinerja ekonomi kuartalan, terutama di tengah ketergantungan sejumlah wilayah terhadap aktivitas komoditas mineral dan energi.

BPS tidak merinci lebih lanjut dalam paparan awal terkait faktor spesifik pelemahan pertambangan, namun tekanan global, fluktuasi harga komoditas, serta penyesuaian produksi kerap menjadi faktor yang memengaruhi sektor tersebut.

baca juga

Di sisi lain, sejumlah sektor domestik tetap menopang pertumbuhan tahunan. Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 1,03 basis poin, disusul perdagangan 0,82 basis poin, pertanian 0,55 basis poin, dan konstruksi 0,53 basis poin.

“Lapangan usaha industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 1,03% basis poin,” kata Amalia.

Kondisi ini menunjukkan struktur ekonomi Indonesia pada awal 2026 lebih banyak ditopang sektor konsumsi domestik, manufaktur, dan mobilitas masyarakat dibanding sektor ekstraktif.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tercatat tumbuh 13,14 persen, sementara jasa lainnya naik 9,91 persen dan transportasi serta pergudangan tumbuh 8,04 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:21 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China

Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 15:43 WIB

Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya

Produksi Beras Nasional Diproyeksi Turun 380 Ribu Ton, BPS Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:28 WIB

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Terkini

Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi

Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan

Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta

Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta

Foto | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:00 WIB

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

×