Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Bank Dunia Kucurkan Utang Buat RI Rp34,6 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 17 Juni 2025 | 12:55 WIB
Bank Dunia Kucurkan Utang Buat RI Rp34,6 Triliun
Bank Dunia telah menyetujui dua bentuk dukungan paket pembiayaan strategis untuk Indonesia dengan total nilai fantastis, mencapai US$ 2,128 miliar atau setara dengan Rp 34,6 triliun.

Suara.com - Bank Dunia telah menyetujui dua bentuk dukungan paket pembiayaan strategis untuk Indonesia dengan total nilai fantastis, mencapai US$ 2,128 miliar atau setara dengan Rp 34,6 triliun.

Investasi masif ini diproyeksikan menjadi katalisator penting dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, serta memperluas akses terhadap energi bersih di Tanah Air.

Manuela V. Ferro, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, menegaskan komitmen lembaganya terhadap pembangunan Indonesia. 

"Reformasi dan investasi yang kami dukung dengan paket pembiayaan gabungan yang berjumlah lebih dari US$ 2 miliar ini mendukung pelaksanaan prioritas utama pemerintah dan memajukan tujuan Bank Dunia untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan akses pada energi di Indonesia, yang merupakan salah satu perekonomian terbesar dan paling dinamis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/6/2025).

Bagian terbesar dari pembiayaan ini adalah pinjaman senilai US$ 1,5 miliar untuk program reformasi kebijakan yang dikenal sebagai Indonesia Productive and Sustainable Investment Development Policy Loan. Dana ini dirancang untuk memperkuat fondasi sektor keuangan Indonesia melalui berbagai inisiatif krusial.

Fokus utamanya meliputi perluasan layanan digital, yang akan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan modern dan inklusif. Selain itu, pinjaman ini juga bertujuan untuk mengurangi kendala infrastruktur kredit, sebuah langkah vital untuk mendorong investasi dan geliat usaha di berbagai skala. 

Ekspansi pasar modal juga menjadi agenda penting, diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi domestik dan asing, serta memberikan lebih banyak pilihan bagi pelaku pasar. Tidak kalah penting, program ini juga akan membantu Indonesia menyesuaikan diri dengan risiko iklim dan bencana alam, yang semakin mendesak di tengah perubahan iklim global.

Manuela Ferro menjelaskan lebih lanjut, "Program ini juga akan mendukung berkurangnya hambatan dalam pengadaan teknologi energi terbarukan dengan mengurangi persyaratan konten lokal; menyelaraskan kebijakan kawasan industri dengan standar praktik baik internasional terkait lingkungan dan iklim; serta menerapkan mekanisme land value capture (penangkapan nilai lahan) untuk menarik modal swasta dalam pembangunan infrastruktur." Katanya.

Poin terakhir ini menunjukkan pendekatan inovatif Bank Dunia dalam memobilisasi dana swasta untuk proyek-proyek infrastruktur penting, sekaligus memastikan pembangunan yang berkelanjutan.

Selain reformasi kebijakan, paket pembiayaan ini juga mencakup program keuangan gabungan untuk Sustainable Least-Cost Electrification-2 (ISLE-2) yang menerima dana senilai US$ 628 juta. Program ambisius ini menargetkan penyediaan akses listrik bagi 3,5 juta orang, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau.

Lebih lanjut, ISLE-2 juga akan mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan angin dengan kapasitas total 540 megawatt (MW). Inisiatif ini diperkirakan dapat mengurangi biaya pembangkitan listrik hingga 8% dan menekan emisi gas rumah kaca sebesar 10% di wilayah Kalimantan dan Sumatra, menandai langkah signifikan menuju transisi energi bersih di Indonesia.

Dukungan pendanaan untuk ISLE-2 ini disokong oleh berbagai sumber, termasuk IBRD (Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan) senilai US$ 600 juta, hibah senilai US$ 12 juta dari IBRD Surplus-Funded Livable Planet Fund, serta hibah senilai US$ 16 juta dari mitra yang dimobilisasi di bawah Sustainable Renewables Risk Mitigation Initiative (SRMI). 

Kontributor SRMI termasuk hibah senilai US$ 6 juta dari Kerajaan Inggris Raya melalui Energy Sector Management Assistance Program (ESMAP) Bank Dunia, dan US$ 10 juta dari Green Climate Fund SRMI-2.

Salah satu aspek menarik dari dukungan ini adalah penggunaan skema uji coba pertama terkait produk dukungan keuangan bertahap atau yang disebut "step-up loan product" dari Bank Dunia. Struktur pembiayaan inovatif ini menawarkan suku bunga yang menguntungkan bagi Indonesia selama sembilan tahun, lengkap dengan insentif bawaan untuk menarik modal swasta di masa mendatang.

Manuela Ferro menjelaskan bahwa skema ini menyediakan suku bunga yang lebih rendah selama fase implementasi proyek dan peluang efisiensi biaya setelah proyek selesai. "Hal ini adalah bagian dari program Energi Regional Bank Dunia untuk menciptakan jaringan energi nasional dan regional yang tangguh dan saling terhubung," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Matias Almeyda Pelatih Baru Sevilla, Bek Timnas Indonesia Jadi Rekrutan Pertama?

Matias Almeyda Pelatih Baru Sevilla, Bek Timnas Indonesia Jadi Rekrutan Pertama?

Bola | Selasa, 17 Juni 2025 | 12:04 WIB

Tolak Ajax Amsterdam, Denny Landzaat Ungkap Pesan Menyentuh untuk Timnas Indonesia

Tolak Ajax Amsterdam, Denny Landzaat Ungkap Pesan Menyentuh untuk Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 17 Juni 2025 | 11:49 WIB

Tak Cuma Ikut TC, Robi Darwis Bidik Posisi Utama Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23 2025

Tak Cuma Ikut TC, Robi Darwis Bidik Posisi Utama Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23 2025

Bola | Selasa, 17 Juni 2025 | 11:47 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB