Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Iran-Israel Saling Serang, Harga Minyak Dunia Lompat Tinggi Lagi

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 18 Juni 2025 | 08:27 WIB
Iran-Israel Saling Serang, Harga Minyak Dunia Lompat Tinggi Lagi
Ilustrasi kilang minyak. [Antara]

Suara.com - Harga minyak mentah global mengalami kenaikan signifikan lebih dari 4 persen pada hari Selasa di tengah berlanjutnya konflik antara Iran dan Israel. Walaupun, infrastruktur minyak dan gas utama sejauh ini belum mengalami dampak substansial.

Kenaikan ini menunjukkan kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik yang semakin meningkat.

Seperti dilansir Reuters, Rabu 18 Juni 2025, harga minyak mentah Brent ditutup pada level USD 76,45 per barel, melonjak USD 3,22 atau setara 4,4 persen. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir di USD 74,84 per barel, naik USD 3,07 atau 4,28 persen.

Meskipun belum ada gangguan besar terhadap aliran minyak global, eskalasi konflik telah memicu beberapa insiden penting. Iran dilaporkan menghentikan sebagian produksi gas di ladang South Pars, yang mereka miliki bersama Qatar, setelah serangan Israel pada hari Sabtu memicu kebakaran di sana.

Ilustrasi kilang minyak (Shutterstock).
Ilustrasi kilang minyak (Shutterstock).

Selain itu, Israel juga menyerang depot minyak Shahran di Iran.

Phil Flynn, seorang analis senior di Price Futures Group, mengatakan pertukaran serangan udara yang terus-menerus antara Israel dan Iran telah mengembalikan risiko geopolitik ke pasar minyak, yang sebelumnya sudah menyadari keseimbangan pasokan dan permintaan yang ketat.

"Ini bukan sesuatu yang hanya terjadi satu kali; mungkin lebih mirip dengan Rusia dan Ukraina," kata Flynn.

Kekhawatiran pasar juga diperparah oleh insiden tabrakan dua kapal tanker minyak di dekat Selat Hormuz. Gangguan elektronik yang meningkat selama konflik ini menyoroti potensi terputusnya jalur air vital untuk pengiriman minyak.

Namun, analis Saxo Bank, Ole Hansen, menilai pasar sebagian besar khawatir tentang gangguan melalui (Selat) Hormuz, tetapi risikonya sangat rendah.

Hansen menambahkan bahwa tidak ada keinginan untuk menutup jalur perairan tersebut, mengingat Iran akan kehilangan pendapatan dan AS menginginkan harga minyak yang lebih rendah serta inflasi yang lebih rendah.

John Kilduff, mitra di Again Capital, mencatat bahwa ketidakpastian ini membuat para pelaku pasar bertanya-tanya bagaimana para pemimpin Iran akan bereaksi jika mereka merasa kehilangan kendali atas kekuasaannya.

"Kami membicarakan premi keamanan sebesar USD 10 per barel yang sekarang sudah termasuk dalam harga," kata Kilduff.

Di sisi lain, meskipun ada potensi gangguan pasokan, terdapat indikasi bahwa persediaan minyak tetap melimpah di tengah ekspektasi permintaan yang lebih rendah. Dalam laporan minyak bulanannya pada hari Selasa, Badan Energi Internasional (IEA) merevisi perkiraan permintaan minyak dunia turun sebesar 20.000 barel per hari dari perkiraan bulan lalu. Sebaliknya, IEA meningkatkan perkiraan pasokan sebesar 200.000 barel per hari menjadi 1,8 juta barel per hari.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak lebih dari 7 persen pada Jumat lalu setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas rudal balistik, nuklir, dan sasaran militer penting di Iran. Lonjakan tersebut sempat membawa harga minyak AS menyentuh puncak intraday di level USD 77,49 per barel.

Namun, optimisme pasar mulai terbentuk setelah muncul laporan bahwa Iran menyampaikan sinyal ingin meredakan konflik kepada Amerika Serikat melalui sejumlah negara perantara seperti Qatar, Arab Saudi, Oman, Turki, dan beberapa negara Eropa.

"Iran telah meminta Qatar, Arab Saudi, Oman, Turki, dan beberapa negara Eropa untuk mendesak Presiden Donald Trump agar menekan Israel agar melakukan gencatan senjata. Teheran telah menjanjikan fleksibilitas dalam perundingan nuklir sebagai gantinya, kata seorang diplomat Timur Tengah yang mengetahui masalah tersebut

Presiden AS Donald Trump pun mengonfirmasi hal tersebut dalam pernyataannya pada KTT G7 di Kanada.

"Mereka ingin berbicara, tetapi mereka seharusnya sudah melakukannya sebelumnya. Mereka seharusnya berbicara dan mereka seharusnya berbicara segera sebelum terlambat," kata Trump kepada wartawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Iran-Israel Bikin Sri Mulyani Was-was, Kenapa?

Perang Iran-Israel Bikin Sri Mulyani Was-was, Kenapa?

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 18:17 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih, Gimana Nasib Harga BBM di Dalam Negeri?

Harga Minyak Dunia Mendidih, Gimana Nasib Harga BBM di Dalam Negeri?

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 18:14 WIB

Imbas Perang Israel Iran Harga BBM Naik dan Rupiah Loyo

Imbas Perang Israel Iran Harga BBM Naik dan Rupiah Loyo

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 15:59 WIB

Terkini

Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN

Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:35 WIB

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:30 WIB

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:42 WIB

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:29 WIB

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:47 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:11 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB