Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Intip Strategi Bisnis Buku Cetak Tetap Eksis di Era Digital

Iwan Supriyatna

Kamis, 19 Juni 2025 | 10:47 WIB
Intip Strategi Bisnis Buku Cetak Tetap Eksis di Era Digital
Ilustrasi buku (Pexels/Dom J)

Suara.com - Di tengah derasnya digitalisasi, arus informasi hadir dalam bentuk video pendek, swipe cepat, dan algoritma personalisasi, namun bisnis buku cetak tetap bertahan. Produk ini memang tidak bersinar terang di layar gawai, tapi nyalanya tak pernah benar-benar padam di hati para pembaca.

Yogia Sembiring Meliala sudah melihat peluang itu sejak awal. Pendiri CV Yrama Widya ini tak memilih jalan populer ketika membangun usahanya. Ia tidak berlomba membuat platform digital atau aplikasi belajar namun justru bertaruh pada sesuatu yang dianggap banyak orang usang, yakni buku cetak.

“Saya percaya buku cetak tidak akan kehilangan tempat,” ujarnya ditulis Kamis (19/6/2025).

Keyakinan itu bukan lahir dari romantisme, melainkan dari pengalaman langsung melihat bagaimana buku cetak tetap jadi kebutuhan utama di sekolah-sekolah di luar kota besar, tempat koneksi internet masih terbatas dan perangkat digital belum merata.

Ia memulai usahanya dari nol, tanpa modal uang. Hanya dengan kepercayaan dari penyedia kertas dan percetakan. Awalnya, ia hanya menyusun buku-buku soal pelengkap pelajaran.

Tapi ketika sekolah bertaraf internasional mulai berkembang, Yogia menjadi pionir buku bilingual di Indonesia, salah satu langkah strategis yang membuat nama Yrama Widya dikenal luas.

Namun pencapaian itu tidak serta-merta mengubah arah dasarnya. Ia tetap pada komitmen awal, menerbitkan buku yang relevan, mudah diakses, dan menjangkau lebih banyak siswa. Di banyak tempat, terutama pelosok daerah, buku cetak masih menjadi andalan utama dalam proses belajar mengajar.

Yogia bukan penerbit besar dari awal. Ia lulusan ekonomi yang belajar dunia penerbitan dari bawah, dari meja administrasi hingga proses produksi dan distribusi. Semua ia pelajari sendiri.

Dan ketika memutuskan mendirikan usahanya sendiri, ia tak punya karyawan. Hanya dorongan dari istrinya dan prinsip hidup sederhana, tidak takut susah dan menolak mudah menyerah.

baca juga

"Kini, Yrama Widya memiliki ratusan karyawan dan jaringan distribusi di seluruh Indonesia. Tapi semangat dasarnya tetap sama, mendistribusikan pengetahuan secara adil dan berkelanjutan," tandasnya. Tak hanya lewat buku, Yogia juga membangun pertanian dan peternakan di tanah kelahirannya sebagai bagian dari kontribusi swasembada pangan.

Di tengah komitmen menjaga keberlanjutan usaha dan relevansi produk, CV ini pun aktif menjangkau masyarakat melalui kanal digital. Informasi terbaru, program edukatif, hingga peluncuran buku rutin dibagikan lewat akun Instagram resmi mereka yang kini telah diikuti lebih dari 14 ribu orang.

Bagi Yogia, keberlanjutan bukan hanya soal bisnis, tapi tentang nilai. Dan buku, meskipun bukan produk yang selalu ramai dibicarakan, tetap menjadi bagian penting dari masa depan pendidikan bangsa.

"Ia mungkin tidak berisik di ruang digital, tapi kehadirannya tetap dirasakan," tuturnya.

Di era yang penuh distraksi, buku cetak mungkin tetap memiliki tempat. Di tangan orang-orang seperti Yogia Sembiring Meliala, buku tetap hidup. Bukan karena nostalgia, tapi karena masih dibutuhkan, masih dibaca, dan masih dicintai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Buku Beruang di Lantai Atas: Metafora tentang Jiwa yang Rindu Kebebasan

Review Buku Beruang di Lantai Atas: Metafora tentang Jiwa yang Rindu Kebebasan

Your Say | Kamis, 19 Juni 2025 | 07:20 WIB

Ulasan Novel Saha: Perjuangan Identitas di Tengah Penindasan Sosial

Ulasan Novel Saha: Perjuangan Identitas di Tengah Penindasan Sosial

Your Say | Kamis, 19 Juni 2025 | 07:11 WIB

Mau Jadi Pengusaha? Ini Tips Cerdas Kelola Operasional Bisnis Biar Nggak Keteteran

Mau Jadi Pengusaha? Ini Tips Cerdas Kelola Operasional Bisnis Biar Nggak Keteteran

Lifestyle | Rabu, 18 Juni 2025 | 16:57 WIB

Terkini

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:49 WIB

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:32 WIB

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:08 WIB

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:37 WIB

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:36 WIB

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:02 WIB

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:47 WIB

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB