Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

China Gagalkan Penjualan 40.000 Labubu Palsu

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 12:48 WIB
China Gagalkan Penjualan 40.000 Labubu Palsu
Ilustrasi Labubu - Labubu. (Pop Mart)

Suara.com - Otoritas bea cukai Tiongkok baru-baru ini menyita lebih dari 40.000 Labubu palsu. Adapun, Lalubu ini merupakan produk terlaris di Pop Mart yang permintaan globalnya terus meningkat.

Bea Cukai Gongbei di provinsi Guangdong menemukan 20.599 produk palsu yang diduga palsu pada 12 Juni, termasuk mainan kotak-tertutup dan boneka.

Dilansir China Daily, pihaknya telah melakukan tiga pemeriksaan terpisah terhadap truk-truk transshipment di pos pemeriksaan Bea Cukai Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macao. Hal ini menurut Administrasi Umum Bea Cukai pada 18 Juni.

Banyak barang yang sangat mirip dengan karakter dari seri Labubu populer Pop Mart, tetapi sebagian besar tidak memiliki label merek dagang yang sesuai.

Setelah mendapat konfirmasi dari pemegang hak kekayaan intelektual, barang-barang yang disita dianggap telah menggunakan merek dagang dan desain karakter berhak cipta milik perusahaan tanpa izin, sehingga melanggar perlindungan hukumnya.

Pemegang hak kekayaan intelektual telah secara resmi mengajukan permohonan perlindungan bea cukai, dan kasus-kasus tersebut saat ini sedang dalam proses hukum lebih lanjut, katanya. Ini bukan satu-satunya kasus, mengingat permintaan mainan "imut-jelek" ini terus meningkat di seluruh dunia.

Pada bulan Juni, beberapa bea cukai domestik melaporkan beberapa kasus pencegatan mainan Labubu palsu. Di kota Ningbo, Zhejiang, petugas Bea Cukai Beilun menyita 20.240 mainan mewah dan gelas plastik yang ditemukan melanggar seri Labubu Spring Elf.

Dalam kasus lain, petugas di Bandara Internasional Shanghai Pudong menyita 5.961 mainan yang dinyatakan palsu sebagai "mainan dinosaurus" atau "mainan mewah", semuanya mencantumkan merek dagang Pop Mart tanpa izin.

Otoritas bea cukai telah mengingatkan eksportir dan agen mereka bahwa, berdasarkan Undang-Undang Bea Cukai Tiongkok, semua barang harus dinyatakan dengan jujur. Termasuk status kekayaan intelektualnya.

Dokumentasi yang membuktikan penggunaan merek dagang atau desain berhak cipta secara sah harus diserahkan jika diperlukan. Barang yang melanggar hak cipta dapat disita dan dikenakan denda. Dalam kasus yang parah, tuntutan pidana dapat diajukan sesuai dengan hukum, tambah otoritas tersebut.

Sebagai informasi, di beberapa toko Pop Mart di luar negeri, antrean panjang bahkan sampai menyebabkan keributan. Pada 19 Mei lalu, Pop Mart mengumumkan melalui Instagram pihaknya menghentikan sementara penjualan seri The Monsters termasuk Labubu di semua toko di Inggris. Alasannya, masalah keamanan setelah insiden keributan yang terjadi di toko-toko tersebut.

Labubu adalah karakter monster berbulu dengan telinga runcing dan gigi tajam, rancangan desainer asal Hong Kong Lung Ka-sing. Sementara Molly, juga dirancang seniman Hong Kong adalah figur gadis muda bergaya kartun dengan mata zamrud besar.

Popularitas boneka ini ikut terdongkrak setelah terlihat dibawa oleh selebritas kelas dunia, termasuk Lisa BLACKPINK. Menurut Peng, penyelundupan boneka boneka ini memang sulit dicegah, meskipun secara hukum diperbolehkan dibawa dalam jumlah kecil untuk koleksi pribadi atau hadiah.

"Menumpas penyelundupan itu memang sulit, tapi tetap bisa efektif selama ada konsistensi, seperti dalam pemberantasan penipuan daring di China," ujarnya.

Namun menurut pengacara asal Hong Kong Joe Simone, tindakan hukum atas kasus ini kemungkinan tidak akan diperluas. Sebagian besar hanya berujung pada denda administratif karena pelaporan barang dagangan yang tidak akurat.

Labubu, karakter imut dengan telinga elf dan gigi tajam, tengah menjadi fenomena di kalangan pecinta mainan koleksi.

Boneka ini, hasil kolaborasi seniman Kasing Lung dengan Pop Mart, menarik perhatian karena desainnya yang unik dan ekspresi wajahnya yang menggemaskan namun sedikit misterius.

Popularitas Labubu meroket berkat media sosial, di mana para kolektor berlomba-lomba memamerkan koleksi mereka. Harganya pun melambung tinggi, terutama untuk edisi terbatas.

Lebih dari sekadar mainan, Labubu telah menjadi simbol status dan tren gaya hidup, memicu perburuan di kalangan penggemar dan spekulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jual Boneka Labubu, Wang Ning Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia

Jual Boneka Labubu, Wang Ning Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia

Bisnis | Minggu, 15 Juni 2025 | 12:11 WIB

Boneka Labubu Seukuran Manusia Dijual Rp 2,4 Miliar, Ada yang Beli?

Boneka Labubu Seukuran Manusia Dijual Rp 2,4 Miliar, Ada yang Beli?

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 12:40 WIB

Penjualan Boneka Labubu di Inggris Diberhentikan, Ini Penyebabnya

Penjualan Boneka Labubu di Inggris Diberhentikan, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 02 Juni 2025 | 08:28 WIB

Terkini

Usai Afrika, Kini Semen RI Tembus Pasar Prancis

Usai Afrika, Kini Semen RI Tembus Pasar Prancis

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:33 WIB

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:25 WIB

Strategi Harm Reduction: Solusi Jitu Tekan Risiko Kesehatan dan Jaga Produktivitas Pekerja

Strategi Harm Reduction: Solusi Jitu Tekan Risiko Kesehatan dan Jaga Produktivitas Pekerja

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:23 WIB

Waspada! Ini Penipuan yang Sering Muncul di Transaksi Digital

Waspada! Ini Penipuan yang Sering Muncul di Transaksi Digital

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:13 WIB

Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:54 WIB

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:50 WIB

Bank Indonesia Ungkap Minyak Goreng Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi Tembus 2,5 Persen

Bank Indonesia Ungkap Minyak Goreng Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi Tembus 2,5 Persen

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:45 WIB

BEI Gembok Dua Saham Ini dari Pasar Modal

BEI Gembok Dua Saham Ini dari Pasar Modal

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:26 WIB

Kronologi Sepatu 'Sekolah Rakyat' Rp27 M Viral, Hingga Klarifikasi Gus Ipul dan Stradenine

Kronologi Sepatu 'Sekolah Rakyat' Rp27 M Viral, Hingga Klarifikasi Gus Ipul dan Stradenine

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:11 WIB

Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris

Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 06:30 WIB