Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

SMGR Dongkrak Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya 6 Kali Lipat

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 17:09 WIB
SMGR Dongkrak Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya 6 Kali Lipat
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di seluruh area operasi Perusahaan, salah satunya di pabrik Tuban, Jawa Timur. (Foto Ist)

Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengukuhkan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan menggenjot penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Pasalnya, emiten bersandi SMGR ini baru saja merampungkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pabrik Tuban, Jawa Timur, yang kini telah mencapai tahap operasional komersial penuh. 

Pada November 2024, instalasi panel surya berkapasitas 6,4 Megawatt peak (MWp) yang terpasang di sepuluh atap bangunan pabrik Tuban, telah resmi beroperasi secara komersial. Pencapaian di pabrik yang dikelola oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (anak usaha SIG) ini, secara dramatis meningkatkan total kapasitas panel surya di SIG Group menjadi 6,5 MWp, melonjak tajam dari hanya 0,12 MWp pada tahun 2023. Megawatt peak sendiri adalah potensi maksimal pembangkitan listrik terbarukan ketika semua daya dukung teknis terpenuhi.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menegaskan bahwa aspek keberlanjutan adalah fondasi utama dalam menjalankan bisnis perusahaan. Sebagai produsen bahan bangunan yang memanfaatkan sumber daya alam, SIG memiliki komitmen kuat untuk menjalankan praktik bisnis terbaik dalam koridor keberlanjutan, dengan Sustainability Roadmap 2030 sebagai acuan operasi yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

”Konstruksi panel surya di Pabrik Tuban yang telah rampung semakin membuktikan komitmen SIG untuk menjalankan operasi bisnis yang ramah lingkungan. Penggunaan sumber energi alternatif ini tidak hanya membantu Perusahaan dalam mencapai target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), tetapi juga berdampak positif pada efisiensi biaya konsumsi listrik,” kata Indrieffouny Indra kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/6/2025).

Ia menambahkan, energi surya yang dihasilkan dari PLTS di seluruh area operasi SIG pada tahun 2024 mencapai kurang lebih 1.726 MWh. Produksi energi surya ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan pengurangan emisi CO2 sebesar 1.450.260 kg CO2, sebuah kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim.

“Penggunaan energi surya merupakan bukti konkret komitmen SIG dalam transisi menuju EBT yang ramah lingkungan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sebagai perusahaan solusi bahan bangunan terdepan di Indonesia, SIG siap memimpin transformasi industri menuju ekonomi hijau yang berfokus terhadap pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan sosial,” ujar Indrieffouny Indra.

Indonesia, dengan letak geografisnya di sepanjang garis khatulistiwa, memiliki potensi besar untuk pemanfaatan energi alternatif tenaga matahari, dengan iradiasi energi matahari rata-rata sekitar 4,80 kWh/m2/hari. Menariknya, SBI Pabrik Tuban berada pada posisi geografis yang sangat strategis, dengan iradiasi energi matahari di atas rata-rata nasional, yakni sekitar 5,4 kWh/m2/hari.

Peluang inilah yang melatarbelakangi SBI mengembangkan PLTS Atap (On-Grid Connected Rooftop PV System) yang terhubung ke jaringan listrik yang ada. Instalasi ini terpasang pada 10 atap bangunan dengan kapasitas terpasang 6,4 MWp. PLTS Atap ini dioperasikan secara paralel dengan listrik dari PLN untuk menunjang sebagian kebutuhan operasional pabrik, kantor, serta fasilitas pendukung lainnya di SBI Pabun.

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Asri Mukhtar, menegaskan bahwa dunia kini menghadapi tantangan perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi GRK, yang menuntut aksi kolaboratif, termasuk dari dunia usaha, untuk meminimalisir dampaknya. Transisi energi fosil ke energi surya menjadi langkah konkret Solusi Bangun Indonesia untuk berpartisipasi mewujudkan pembangunan yang rendah emisi.

"Energi surya menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. SBI secara konsisten menerapkan praktik operasi yang bertanggung jawab sejalan dengan target dekarbonisasi perusahaan, dan sebagai kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs,” ujar Asri Mukhtar.

Langkah SIG ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan besar di Indonesia tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga serius dalam mengintegrasikan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, demi masa depan yang lebih hijau dan bersih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Mobil Hidrogen Terbaik 2025: Ramah Lingkungan, Harga Mulai Rp200 Jutaan

5 Mobil Hidrogen Terbaik 2025: Ramah Lingkungan, Harga Mulai Rp200 Jutaan

Otomotif | Selasa, 24 Juni 2025 | 14:58 WIB

UNDP dan ESDM Susun Strategi Baru PLTS di Sulbar: Apa Isinya?

UNDP dan ESDM Susun Strategi Baru PLTS di Sulbar: Apa Isinya?

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:43 WIB

Menuju Industri Hijau: Peluang Indonesia Pimpin Produksi Semen dan Amonia Ramah Lingkungan

Menuju Industri Hijau: Peluang Indonesia Pimpin Produksi Semen dan Amonia Ramah Lingkungan

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:35 WIB

Terkini

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB