Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Bangun Pabrik Raksasa di China, Elon Musk Habiskan Uang Rp 9,1 Triliun

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Rabu, 25 Juni 2025 | 08:28 WIB
Bangun Pabrik Raksasa di China, Elon Musk Habiskan Uang Rp 9,1 Triliun
elon musk (Instagram @elonrmuskk)

Suara.com - Elon Musk melalui perusahaannya yakni Tesla telah menandatangani kesepakatan pertamanya untuk membangun pembangkit listrik tenaga baterai skala besar. Pabrik ini akan berada di China meskipun terjadi perang dagang.

Dilansir CNBC Internasional, perusahaan AS itu mengunggah di layanan media sosial Tiongkok Weibo bahwa proyek itu akan menjadi yang terbesar dari jenisnya di Tiongkok saat selesai. Sistem penyimpanan energi baterai skala utilitas membantu jaringan listrik menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. 

Sistem itu semakin dibutuhkan untuk menjembatani ketidaksesuaian pasokan-permintaan yang disebabkan oleh sumber energi yang terputus-putus seperti tenaga surya dan angin. Outlet media Tiongkok Yicai pertama kali melaporkan bahwa kesepakatan senilai 556 juta dolar atau sekitar Rp9,1 triliun.

Kesepakatan itu telah ditandatangani oleh Tesla, pemerintah daerah Shanghai, dan perusahaan pembiayaan China Kangfu International Leasing, Tesla mengatakan pabrik baterainya di Shanghai telah memproduksi lebih dari 100 Megapack baterai yang dirancang untuk penggunaan skala utilitas pada kuartal pertama tahun ini. 

Satu Megapack dapat menyediakan daya hingga 1 megawatt selama empat jam.

"Pembangkit listrik penyimpanan energi di sisi jaringan adalah 'pengatur cerdas' untuk listrik perkotaan, yang dapat menyesuaikan sumber daya jaringan secara fleksibel. Ini akan "secara efektif mengatasi tekanan pasokan listrik perkotaan dan memastikan permintaan listrik yang aman, stabil, dan efisien di kota," katanya.

Menurut situs web perusahaan, setiap Megapack dijual seharga kurang dari juta dolar AS di Amerika. Namun, harga untuk Tiongkok belum tersedia.

"Setelah selesai, proyek ini diharapkan menjadi proyek penyimpanan energi di sisi jaringan terbesar di Tiongkok," tambahnya.

Kesepakatan ini penting bagi Tesla, karena CATL Tiongkok dan produsen mobil BYD bersaing dengan produk serupa. Kedua perusahaan Tiongkok tersebut telah membuat terobosan signifikan dalam pengembangan dan pembuatan baterai, dengan yang pertama menguasai sekitar 40% pangsa pasar global. 

CATL juga diharapkan untuk memasok sel dan paket baterai yang digunakan dalam Megapack Tesla. Kesepakatan Tesla dengan otoritas lokal Tiongkok juga signifikan karena terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif impor dari Tiongkok, yang membuat hubungan geopolitik antara dua ekonomi terbesar di dunia menjadi tegang.

Kepala Eksekutif Tesla Elon Musk juga merupakan sekutu dekat Trump selama tahap awal perang dagang, yang semakin memperumit prospek bisnis bagi produsen mobil AS di Tiongkok.

Namun, permintaan untuk pemasangan baterai skala jaringan cukup signifikan di Tiongkok. Pada bulan Mei tahun lalu, Beijing menetapkan target baru untuk menambah hampir 5 gigawatt pasokan listrik bertenaga baterai pada akhir tahun 2025, sehingga total kapasitas menjadi 40 gigawatt.

Tesla juga telah mengekspor Megapack-nya ke Eropa dan Asia dari pabriknya di Shanghai untuk memenuhi permintaan global. Kapasitas untuk sistem penyimpanan energi baterai global naik 42 gigawatt pada tahun 2023, hampir dua kali lipat total peningkatan kapasitas yang diamati pada tahun sebelumnya, menurut Badan Energi Internasional.

Sebagai informasi, Laba bersih Tesla pada kuartal pertama tahun 2025 turun hingga 71 persen dibandingkan dengan kurun yang sama tahun lalu menurut laporan keuangan perusahaan yang dirilis pada Selasa (22/4).

Menurut siaran TechCrunch pada pada Selasa (22/4), perusahaan milik Elon Musk itu membukukan laba bersih 409 juta dolar AS dari total pendapatan 19,3 miliar dolar AS setelah mengirimkan hampir 337.000 kendaraan elektrik pada kuartal pertama 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Elon Musk Rogeh Kocek Rp 163 Miliar untuk Donor Sperma

Elon Musk Rogeh Kocek Rp 163 Miliar untuk Donor Sperma

Bisnis | Jum'at, 06 Juni 2025 | 15:43 WIB

Belajar dari Starlink, Ini Strategi Pengusaha Agar Bisnis Satelit Lokal Tak Kalah Saing

Belajar dari Starlink, Ini Strategi Pengusaha Agar Bisnis Satelit Lokal Tak Kalah Saing

Tekno | Senin, 02 Juni 2025 | 15:16 WIB

Elon Musk Sibuk Jadi PNS, Tesla Rencana Mau Ganti CEO Baru?

Elon Musk Sibuk Jadi PNS, Tesla Rencana Mau Ganti CEO Baru?

Bisnis | Kamis, 01 Mei 2025 | 18:52 WIB

Terkini

Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU

Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:41 WIB

IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor

IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus

Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:27 WIB

Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah

Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:17 WIB

Harga Pertamax Naik, Pengecer 'Pertamini' Tes Ombak Jual 18 ribu per Liter

Harga Pertamax Naik, Pengecer 'Pertamini' Tes Ombak Jual 18 ribu per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:06 WIB

Gaji Tak Ikuti Kenaikan Harga Pertamax, Kurir Paket Mau Beralih Pertalite

Gaji Tak Ikuti Kenaikan Harga Pertamax, Kurir Paket Mau Beralih Pertalite

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:55 WIB

Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI

Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:44 WIB

Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI

Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:44 WIB