Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.107

Ketika Jaksa Ikut Urusi Pangan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 26 Juni 2025 | 11:24 WIB
Ketika Jaksa Ikut Urusi Pangan
Pekerja menata beras di Gudang Bulog, kawasan pergudangan Bulog Sunter Timur, Jakarta, Senin (4/11/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/rwa.

Suara.com - Di tengah kompleksitas tantangan pembangunan pedesaan, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan transformasi desa. Kejaksaan Tinggi Banten bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta resmi meluncurkan program kolaboratif berskala besar. 

Dalam acara bertajuk Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama yang digelar di Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang bertujuan untuk pemberdayaan lahan dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Prof. Dr. Reda Manthovani, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H. Yandri Susanto, Gubernur Banten, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Dr. Siswanto, serta para bupati dari empat kabupaten di Banten: Tangerang, Serang, Pandeglang, dan Lebak. 

Tak ketinggalan, para pimpinan Telkom University, PT Pupuk Indonesia, dan PT Paskomnas Indonesia turut menandatangani nota kesepahaman.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Jaksa Garda Desa dan Jaksa Mandiri Pangan yang digagas oleh Jamintel, dengan tujuan memperkuat tata kelola Dana Desa, meningkatkan transparansi, serta membangun sistem pemberdayaan petani dan pengelolaan lahan berbasis teknologi terapan.

“Setiap rupiah dari Dana Desa harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa. Kami ingin pastikan petani, sebagai tulang punggung desa, mendapat nilai tambah yang nyata,” tegas Prof. Reda Manthovani dalam sambutannya dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (26/5/2025).

Empat kabupaten di Provinsi Banten dipilih sebagai pilot project program ini. Pertimbangan utamanya adalah posisi Banten sebagai penyangga Ibu Kota dan potensi besar dalam bidang pertanian dan hortikultura. 

Selain memiliki lahan pertanian yang luas, Banten juga memiliki ekosistem distribusi hasil bumi yang berkembang pesat dengan kehadiran pasar induk dan konsumen dalam jumlah besar.

Dengan dukungan Telkom University, PT Pupuk Indonesia, dan PT Paskomnas Indonesia, program ini akan mengintegrasikan sistem pengelolaan areal lahan, budidaya hortikultura, hingga distribusi dan pemasaran yang berkelanjutan. 

Sistem Real-Time Monitoring Village Management Funding atau Jaga Desa juga akan diterapkan untuk mengawasi penggunaan Dana Desa secara akuntabel. BUMDes didorong untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui pelatihan manajerial, transfer teknologi, dan pengelolaan lahan produktif secara profesional. 

Melalui pendekatan ini, masyarakat desa tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pemain utama dalam rantai pasok pangan nasional. Kegiatan tersebut bukan hanya tentang meningkatkan hasil tani, tapi membangun sistem yang menjamin keberlangsungan usaha desa. Petani tak boleh lagi terjebak dalam ketidakpastian harga dan pasar.

Langkah ini menegaskan pembangunan desa tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Dengan kolaborasi yang solid antara kejaksaan, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan industri, maka visi besar untuk mewujudkan desa mandiri, tangguh, dan sejahtera bisa benar-benar terealisasi.

Sebelumnya Presiden Prabowo menjuarakan ambisi besar dari panggung internasional di tengah ketidakpastian rantai pasok global dan ancaman krisis pangan dunia. Hal itu disampaikan saat berbicara di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Rusia.

"Saya memberikan target 4 tahun swasembada pangan dan kami sedang mengalami bahwa kami mampu swasembada pangan dalam satu tahun ini. Dalam beberapa tahun ke depan kami akan menjadi net eksporter beras dan jagung ," kata Presiden Prabowo, baru-baru ini. 

Pernyataan ini muncul di tengah kondisi ketahanan panggan yang menunjukkan tren positif. Per Mei 2025, cadangan beras pemerintah tercatat mencapai lebih dari 1,8 juta ton atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, menurut data Bulog. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sukses Gelar Webinar Peringati Hari Air Sedunia, Kementerian PU Mengejawantahkan Asta Cita Presiden

Sukses Gelar Webinar Peringati Hari Air Sedunia, Kementerian PU Mengejawantahkan Asta Cita Presiden

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 15:46 WIB

Jawa Timur Juara Ketahanan Pangan Nasional, Bagaimana Kinerja Tanah Pasundan di Era Dedi Mulyadi?

Jawa Timur Juara Ketahanan Pangan Nasional, Bagaimana Kinerja Tanah Pasundan di Era Dedi Mulyadi?

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 22:38 WIB

Tak Diberi Waktu Bicara ke Media Usai Sidang, Nikita Mirzani Marah-Marah ke Jaksa

Tak Diberi Waktu Bicara ke Media Usai Sidang, Nikita Mirzani Marah-Marah ke Jaksa

Entertainment | Selasa, 24 Juni 2025 | 14:49 WIB

Terkini

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:33 WIB

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik

Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:59 WIB

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:46 WIB

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:27 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB