Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Ketegangan Timur Tengah dan Global, Tantangan Baru Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan RI

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 02 Juli 2025 | 07:24 WIB
Ketegangan Timur Tengah dan Global, Tantangan Baru Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan RI
Ilustrasi infrastruktur.

Suara.com - Pemerintah mewaspadai dampak lanjutan dari eskalasi ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia. Perang di timur tengah hingga perang dagang disebut sebagai pemicu pelemahan ekspor, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, serta lonjakan harga komoditas global.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers ‘APBN Kita’ edisi Juni 2025 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (17/6). Dalam keterangannya, ia menilai bahwa situasi global saat ini membentuk kombinasi risiko yang kompleks: meningkatnya inflasi di tengah perlambatan ekonomi dunia.

“Risiko bagi Indonesia juga patut diwaspadai. Melemahnya ekonomi global akan berdampak pada barang-barang ekspor Indonesia. Harga komoditas memang ada yang meningkat tajam, tetapi bukan karena faktor supply-demand, melainkan akibat disrupsi,” ujarnya.

Di tengah lanskap global yang semakin tidak menentu ini, sektor pembangunan infrastruktur nasional juga menghadapi tantangan baru.

Sehubungan dengan hal tersebut, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) perlu menegaskan bahwa momentum transisi ke arah pembangunan berkelanjutan harus tetap berjalan dan menjadi tujuan utama untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil dan membangun infrastruktur yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Chief Investment Officer IIF, M. Ramadhan Harahap (Idhan), menjelaskan bahwa konflik di timur tengah telah menimbulkan efek sistemik terhadap pasar global, terutama di sektor energi dan keuangan.

“Konflik Timur Tengah menimbulkan tekanan langsung terhadap harga minyak dunia dan menciptakan volatilitas yang tinggi di sektor pembiayaan. Hal ini berdampak pada cost of capital proyek, terutama untuk infrastruktur dengan ketergantungan tinggi pada bahan bakar fosil atau peralatan impor,” ujar Idhan.

Senada dengan pernyataan tersebut, IIF memandang krisis global ini sebagai katalis untuk mempercepat reformasi struktural di sektor infrastruktur menuju sistem yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan. Menurut Idhan, meningkatnya harga energi global dapat memperkuat daya tarik proyek energi terbarukan seperti panas bumi, PLTS, dan biogas.

“Kita sedang berada pada titik balik. Krisis ini justru memperkuat argumentasi bahwa Indonesia harus mempercepat kemandirian energi melalui proyek-proyek hijau yang stabil dan terukur,” tambahnya.

Hal ini juga sejalan dengan langkah pemerintah yang baru-baru ini meresmikan proyek hilirisasi Battery Energy Storage System (BESS) di Karawang pada minggu lalu, (29/6). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meyakini kemandirian energi di Indonesia bisa dicapai lebih cepat, yakni dalam 5-6 tahun. Untuk itu, pembangunan pabrik baterai untuk kendaraan listrik maupun sistem penyimpanan energi surya sangat diperlukan.

Portofolio pembiayaan IIF memang mengarah pada proyek infrastruktur yang berkontribusi langsung terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB). Selain pembiayaan, IIF juga memperkuat ketahanan proyek nasional melalui layanan ESG Advisory yang komprehensif, guna memastikan bahwa proyek-proyek tersebut tidak hanya layak secara ekonomi, tetapi juga tangguh terhadap tekanan lingkungan dan sosial di tingkat global.

“Kami mendesain pembiayaan yang adaptif terhadap risiko global, baik dari sisi keuangan, lingkungan, maupun tata kelola. Ini penting agar proyek-proyek hari ini tidak menjadi beban bagi generasi mendatang,” jelas Idhan.

Sebagai penutup, Idhan menyampaikan bahwa IIF akan terus menjembatani kebutuhan pembangunan nasional dengan dinamika global yang tengah berubah cepat, serta memperkuat kerja sama dengan mitra multilateral dan investor berorientasi ESG.

“Tantangan geopolitik ini bukan alasan untuk berhenti. Justru menjadi pengingat bahwa infrastruktur masa depan harus lebih kuat, lebih hijau, dan lebih mandiri,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lewat Cucu Usaha, BUMN Kontruksi Garap Proyek Infrastruktur Air Bersih di Riau

Lewat Cucu Usaha, BUMN Kontruksi Garap Proyek Infrastruktur Air Bersih di Riau

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 15:03 WIB

PTPP Dapat Kontrak Baru Bangun RS di Riau Senilai Rp 663,2 Miliar

PTPP Dapat Kontrak Baru Bangun RS di Riau Senilai Rp 663,2 Miliar

Bisnis | Senin, 16 Juni 2025 | 08:50 WIB

Investor Kabur dari Proyek Infrastruktur RI, Sri Mulyani Ungkap Biang Keroknya!

Investor Kabur dari Proyek Infrastruktur RI, Sri Mulyani Ungkap Biang Keroknya!

Bisnis | Sabtu, 14 Juni 2025 | 17:36 WIB

Terkini

Gandeng Petani Tebu, Pertamina NRE Siap Capai Swasembada Energi Nasional

Gandeng Petani Tebu, Pertamina NRE Siap Capai Swasembada Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:01 WIB

Ada Penipuan Berkedok Nonton Dracin, Ini Modusnya

Ada Penipuan Berkedok Nonton Dracin, Ini Modusnya

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:57 WIB

Tingkatkan Semangat Literasi Pekerja, Pertamina Hadirkan Perpustakaan Digital

Tingkatkan Semangat Literasi Pekerja, Pertamina Hadirkan Perpustakaan Digital

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:53 WIB

OJK Buka Suara soal Isu MUFG Mau Caplok Bank Danamon

OJK Buka Suara soal Isu MUFG Mau Caplok Bank Danamon

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:07 WIB

Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu

Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:07 WIB

Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950

Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:59 WIB

Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit

Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:53 WIB

J Trust Bank Kantongi Laba Bersih Rp 56,32 Miliar Hingga April 2026

J Trust Bank Kantongi Laba Bersih Rp 56,32 Miliar Hingga April 2026

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:49 WIB

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:42 WIB

Harga Emas Diprediksi Tembus 8.000 Dolar AS, Apa Saja Faktor Penyebabnya?

Harga Emas Diprediksi Tembus 8.000 Dolar AS, Apa Saja Faktor Penyebabnya?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:34 WIB