Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Penyerapan Anggaran MBG Kuartal 1 2025 Rp 5 Triliun dari Target Rp 71 Triliun, Sisanya Masih Banyak

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Rabu, 02 Juli 2025 | 07:33 WIB
Penyerapan Anggaran MBG Kuartal 1 2025 Rp 5 Triliun dari Target Rp 71 Triliun, Sisanya Masih Banyak
Peserta didik di salah satu sekolah di Kabupaten PPU, saat menerima makanan dalam uji coba program MBG yang dilakukan BGN. [ANTARA]

Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penyerapan anggaran makanan bergizi gratis (MBG) pada kuartal pertama masih rendah. Dalam hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan baru 5,58 juta orang menikmati MBG.

Penyaluran MBG ini melalui 1.863 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama semester I-2025. "Makan bergizi gratis sampai Juni realisasi penerimaan manfat 5,58 juta orang kalau realisasinya baru Rp5 triliun baru 7 persen dari 71 triliun dari APBN," katanya dalam raker DPR bersama Banggar, Selasa (1/7/2025).

Kata dia, realisasi ini juga masih rendah dari target yang ditetapkan. Apalagi, target yang sudah ditetapkan oleh Presiden Prabowo adalah 30.000 SPPG dan 82,9 juta penerima manfaat meliputi 15,5 juta anak sekolah dan 2,5 juta ibu hamil.

"Maka perlu usaha keras capai target 6 bulan terakhir. Preseiden mengharapkan MBG itu menacapau 82,9 juta dan 30 ribu spgg, ini menjadi tantangan," katanya

Tidak hanya itu, realisasi anggaran ketahanan pangan selama semester I-2025 mencapai Rp46,9 triliun atau 32,7% dari pagu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu mencapai 47,5%. Beberapa programnya antara lain, cetak sawah, bantuan alsintan, intensifikasi lahan dan irigasi.

Pemerintah juga melakukan injeksi kepada Bulog sebesar Rp16,4 triliun untuk melakukan stabilisasi harga gabah dan beras.

"Anggaran ketahanan pangan Rp46,9 triliun telah terealisasi 32,7% dari APBN,"bebernya.

Tidak hanya itu, APBN harus siap menjadi instrumen yang mampu melakukan tiga fungsi sesuai Undang-Undang Keuangan Negara. APBN 2025 melakukan 3 fungsi, yakni sebagai stabilizer atau shock absorber. Tepatnya, instrumen ini menyerap semua guncangan dari efek ketidakpastian.

baca juga

Tugas APBN ini sangat berat karena gejolak terus terjadi, tantangan terus meningkat tapi APBN tidak boleh tidak sehat, karena bisa tidak bisa harus melakukan 3 fungsi itu," imbuhnya.

Menurutnya, salah satu tekanan terhadap APBN dipicu oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump. Seperti diketahui, Trump mengenakan tarif dagang yang cukup tinggi terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.

"Disisi lain kenaikan ketegangan antar negara dengan perang semakin tinggi. Harga minyak meningkat,"imbuhnya.

Indonesia pun melakukan negosiasi atas kebijakan tersebut. Sri Mulyani pun mengklain pemerintah secara aktif juga melakukan penggunaan fiskal, APBN, untuk melakukan countercyclical dari dampak tarif Trump dan perang yang berkecamuk di Timur Tengah.

"Hal ini kemudian timbulkan konsekuensi ke APBN," bebernya.

Dia pun menekankan akan bekerjasama dengan Bank Indonesia dalam menjaga perekonomian. Serta stabilitas makro dan moneter Indonesia

"Kita akan menjaga perekonomian sistem stabilitas makro dan moneter dan meredam pelemahan global dan meningkatkan ekonomi. Kami berdiskusi bersama apa yang harus dilakukan," jelasnya.

Pemerintah menetapkan sejumlah fokus utama strategi ekonomi 2026 yang mencakup pencapaian swasembada pangan dan energi, peningkatan mutu pendidikan, percepatan industrialisasi nasional, serta penguatan sistem pertahanan nasional.

Serta, meyakini bahwa pembangunan ekonomi tak dapat sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar. Oleh karena itu, intervensi negara tetap diperlukan secara proporsional demi mengoreksi kegagalan pasar, menciptakan pemerataan kesejahteraan, serta mewujudkan keadilan sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMKM Pemasok Program MBG Ini Sukses Tingkatkan Skala Usaha dan Lapangan Kerja, Manfaatkan KUR BRI

UMKM Pemasok Program MBG Ini Sukses Tingkatkan Skala Usaha dan Lapangan Kerja, Manfaatkan KUR BRI

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 11:00 WIB

TI Indonesia Endus Dugaan Korupsi Proyek MBG, Picu Kerugian Negara Segini!

TI Indonesia Endus Dugaan Korupsi Proyek MBG, Picu Kerugian Negara Segini!

News | Selasa, 01 Juli 2025 | 10:28 WIB

1.000 Dapur MBG dan Konsesi Tambang Semakin Jauhkan NU dari Kaum Nahdiyin dan Masyarakat Miskin

1.000 Dapur MBG dan Konsesi Tambang Semakin Jauhkan NU dari Kaum Nahdiyin dan Masyarakat Miskin

News | Senin, 30 Juni 2025 | 12:25 WIB

Terkini

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:35 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:04 WIB

×