Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

IHSG Longsor Menuju Level 6.800, Ini Faktor Pendorongnya

Achmad Fauzi

Rabu, 02 Juli 2025 | 16:52 WIB
IHSG Longsor Menuju Level 6.800, Ini Faktor Pendorongnya
Ilustrasi Pergerakan IHSG/(Suara.com/Alfian Winanto).

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah berada di zona merah hingga akhir perdagangan Rabu, 2 Juli 2025. Dari awal perdagangan hingga akhir IHSG terus melemah kembali ke level 6.800

Mengutip data RTI Business, IHSG ditutup anjlok ke level 6.881 atau turun 34,11 poin, secara presentase turun 0,49 persen.

Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 24,60 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,0 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,09 juta kali.

Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam perdagangan pada hari ini, sebanyak 195 saham bergerak naik, sedangkan 396 saham mengalami penurunan, dan 196 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menghijau pada waktu itu diantaranya, KRYA, NAIK, PTMP, CINT, NASI, OILS, MINA, TOWR, IKAN, HAJJ, MUTU, TEBE, HOKI, TMPO.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, COCO, NOBU, APEX, LEAD, PSAB, IOTF, BUVA, ADMR, CUAN, CBDK, JATI, KRAS, ARCI, BRPT.

Faktor IHSG Turun

Philip Sekuritas Indonesia dalam analisinya menyebut pelemahan bursa saham Asia termasuk IHSG, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar menjelang tenggat waktu 9 Juli yang ditetapkan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan dagang dengan negara mitra, atau memberlakukan tarif yang lebih tinggi. Ketidakpastian ini memicu tekanan pada sebagian besar indeks saham regional.

Sentimen negatif turut diperparah oleh pernyataan Presiden Donald Trump, yang menegaskan tidak akan memperpanjang batas waktu negosiasi dagang. Trump juga menyampaikan keraguannya bahwa kesepakatan dapat dicapai dengan Jepang, meski tetap berharap pada tercapainya kesepakatan dengan India.

baca juga

Sementara itu, perhatian investor kini tertuju pada perkembangan RUU Pajak dan Belanja yang diajukan Trump, yang diperkirakan akan menambah utang nasional AS sebesar USD 3,3 triliun, sekaligus memangkas pajak dan sejumlah program jaminan sosial. RUU ini telah disetujui oleh Senat AS dengan margin tipis dan akan dibawa ke DPR untuk pengesahan akhir.

Di pasar valuta asing, nilai tukar dolar AS (USD) tertekan, mendekati level terendah sejak Februari 2022 terhadap mata uang utama dunia lainnya. USD juga mendekati level terlemah terhadap Euro sejak September 2021 dan terhadap Franc Swiss sejak Januari 2015.

Sesuai Proyeksi

IHSG pada Rabu, 2 Juli 2025 diperkirakan akan menguji level support penting di area 6.900 setelah pada penutupan perdagangan kemarin terkoreksi tipis sebesar 0,18 persen.

Koreksi ini juga diiringi dengan tekanan jual dari investor asing dengan mencatatkan net sell sekitar Rp 817 miliar.

Analis BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menjelaskan bahwa sejumlah saham unggulan menjadi target aksi jual asing, antara lain BBRI, BMRI, ANTM, BBCA, dan BBNI.

"IHSG akan tes untuk break support di 6.900. Jika bertahan di support tersebut, IHSG masih akan melanjutkan penguatannya. Akan tetapi jika break support, maka potensi koreksi kembali hingga 6.780-an," ujar Fanny dalam riset hariannya, Rabu (2/7/2025).

Adapun, rentang support IHSG saat ini berada di kisaran 6.870–6.900, sementara resistance diperkirakan akan dihadapi pada level 6.950–7.000.

Kondisi pasar saham global turut memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG. Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (1/7), dengan Nasdaq dan S&P 500 melemah akibat tekanan pada saham teknologi, sementara Dow Jones mampu menguat.

Indeks Nasdaq turun 0,82 persen, S&P 500 melemah 0,11 persen, sedangkan Dow Jones menguat 0,91 persen.

Salah satu penyebab penurunan adalah pelemahan saham Tesla yang turun hingga 5,4 persen setelah muncul konflik terbuka antara CEO Elon Musk dan mantan Presiden AS Donald Trump.

Trump mengancam akan mencabut subsidi miliaran dolar bagi Tesla jika kembali menjabat, sementara Musk mengkritik keras kebijakan fiskal dan pengeluaran Trump.

Fokus investor kini tertuju pada laporan tenaga kerja non-farm payrolls yang akan dirilis Kamis (3/7), yang bisa menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pergerakan IHSG Rabu Pagi Anjlok Kembali ke Level 6.800

Pergerakan IHSG Rabu Pagi Anjlok Kembali ke Level 6.800

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 09:20 WIB

IHSG Terancam Kembali Memerah Hari Ini, Cek Saham-saham Pilihan

IHSG Terancam Kembali Memerah Hari Ini, Cek Saham-saham Pilihan

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 08:32 WIB

IHSG Ambrol pada Perdagangan Hari Ini, Simak Saham-saham yang Merosot

IHSG Ambrol pada Perdagangan Hari Ini, Simak Saham-saham yang Merosot

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 17:10 WIB

Terkini

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Lampung | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:03 WIB

5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Baterai Tahan Lama sampai 10.000 mAh, Mulai Rp2 Jutaan

5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Baterai Tahan Lama sampai 10.000 mAh, Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Viral Nilai Fantastis Biaya Suvenir HUT RI di Istana Negara? Rp22 atau 34 Miliar

Viral Nilai Fantastis Biaya Suvenir HUT RI di Istana Negara? Rp22 atau 34 Miliar

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak

Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak

Bali | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU

Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:43 WIB

5 Perbedaan Jenis Puff Cushion Rubycell vs Velvet yang Bikin Hasil Makeup Beda

5 Perbedaan Jenis Puff Cushion Rubycell vs Velvet yang Bikin Hasil Makeup Beda

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:40 WIB

×