Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Proyeksi Kinerja Garuda Indonesia Setelah Disokong Danantara, Ini Kata Analis

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 03 Juli 2025 | 15:48 WIB
Proyeksi Kinerja Garuda Indonesia Setelah Disokong Danantara, Ini Kata Analis
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia/ist

Suara.com - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia (GIAA) memasuki babak baru transformasinya setelah kepemimpinan berganti ke tangan Wamildan Tsani pada akhir 2024.

Di bawah komando CEO baru, strategi pemulihan Garuda beralih dari negosiasi leasing berbasis Ijarah yang tersendat ke penguatan ekuitas, dengan suntikan dana segar dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara)

Menurut laporan riset terbaru dari Sinarmas Sekuritas, suntikan modal sebesar Rp 6,65 triliun dari Danantara dinilai cukup untuk menstabilkan neraca keuangan Garuda, sekaligus menjaga buffer kas di atas USD 100 juta hingga akhir 2025.

Langkah ini juga membuka ruang bagi Garuda untuk memenuhi kewajiban jatuh tempo obligasi sebesar USD 1 miliar pada 2030, selama strategi profitabilitas berjalan sesuai rencana.

"Dana jumbo ini menjadi amunisi utama Garuda untuk mempercepat ekspansi armada sekaligus mengembalikan posisi keuangan ke jalur positif," tulis Sinarmas Sekuritas dalam laporan analisanya, seperti dikutip, Kamis (3/7/2025).

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Wamildan Tsani/(Suara.com/Achmad Fauzi).
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Wamildan Tsani/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Manajemen baru Garuda menargetkan ekspansi besar-besaran armada menjadi 200 pesawat pada 2031, dimulai dari proyeksi 130 pesawat pada 2026 dan 170 unit pada 2028, seiring pemulihan penuh pasca-pandemi. Armada narrow-body seperti Boeing 737-800 akan dominan untuk rute domestik, sementara wide-body A330-900neo dan B777-300ER akan memperkuat rute internasional.

Citilink sebagai lini low-cost carrier (LCC) juga menargetkan pemulihan penuh pada 2028, dengan armada kembali aktif sebanyak 50 unit, setelah sebelumnya sekitar 20 unit A320 masih ‘grounded’ akibat isu mesin.

Dalam catatan Sinarmas Sekuritas, sepanjang 2024 Garuda berhasil mencatatkan tingkat keterisian kursi atau seat load factor (SLF) sebesar 80 persen, mengungguli rata-rata sebelum masa pandemi. SLF ini diprediksi meningkat menjadi 85 persen pada 2027 dan akan menopang perbaikan margin usaha secara berkelanjutan.

"Dalam kondisi batas tarif atas (TBA) yang masih berlaku, peningkatan SLF menjadi kunci utama dalam mencapai margin positif," tulis Sinarmas Sekuritas dalam laporan tersebut.

Garuda ditargetkan mampu mencatatkan EBIT breakeven pada 2025 dan kembali mencetak laba bersih pada 2029, seiring naiknya efisiensi operasional dan normalisasi harga tiket pasca diskon periode libur nasional.

Namun, tantangan tetap ada. Harga avtur yang kini berada di kisaran USD 0,70 per liter lebih tinggi dari USD 0,60 di 2019 membuat biaya per kursi atau Cost per Available Seat Kilometer (CASK) Garuda saat ini berada di level 7 sen, masih di atas level pra-pandemi.

Sinarmas Sekuritas memperkirakan, jika tidak ada reformasi struktural seperti pemangkasan biaya bandara atau penyesuaian TBA, beban biaya akan tetap tinggi, terutama pada rute domestik.

"Meski potensi kerugian akibat lonjakan harga minyak mentah (di atas USD 100/barel) ada, risikonya hanya sekitar 15 persen. Dengan asumsi stabilitas geopolitik terjaga, outlook Garuda tetap positif," tulis Sinarmas Sekuritas.

Dari sisi valuasi, Sinarmas Sekuritas menggunakan pendekatan EV/EBITDA sebesar 4,4x terhadap proyeksi EBITDA 2026, dan menetapkan target harga saham GIAA di Rp 160 per lembar, atau lebih dari 100 persen upside dari harga saat ini yang masih di bawah Rp 100.

"Pasar belum sepenuhnya menghargai potensi kebangkitan struktural Garuda. Eksekusi strategi oleh manajemen baru akan menjadi faktor penentu kunci dalam realisasi target ini," tulis Sinarmas Sekuritas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Sawit Agrinas Palma Nusantara Rombak Pengurus, Satu Direksi Dicopot Lewat Zoom

BUMN Sawit Agrinas Palma Nusantara Rombak Pengurus, Satu Direksi Dicopot Lewat Zoom

Bisnis | Kamis, 03 Juli 2025 | 08:46 WIB

Danantara Suka Perusahaan Rugi?

Danantara Suka Perusahaan Rugi?

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 17:23 WIB

Diam-diam Danantara Guyur Dana Buat Bursa Bangkit

Diam-diam Danantara Guyur Dana Buat Bursa Bangkit

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 13:23 WIB

Terkini

Dorong Energi Terbarukan, Emiten HGII Raup Laba Rp17,96 Miliar di Kuartal I 2026

Dorong Energi Terbarukan, Emiten HGII Raup Laba Rp17,96 Miliar di Kuartal I 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:03 WIB

Berapa Besaran Dana Pensiun yang Aman di Indonesia? Ini Perhitungannya

Berapa Besaran Dana Pensiun yang Aman di Indonesia? Ini Perhitungannya

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:52 WIB

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:02 WIB

Harga Pangan 1 Mei 2026  Cabai Rawit Merah Tembus Rp84.000/Kg, Bawang Merah dan Beras Ikut Meroket

Harga Pangan 1 Mei 2026 Cabai Rawit Merah Tembus Rp84.000/Kg, Bawang Merah dan Beras Ikut Meroket

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:39 WIB

CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026

CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:03 WIB

Bank Indonesia Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara RI-China, Dorong Ekonomi Digital 2026

Bank Indonesia Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara RI-China, Dorong Ekonomi Digital 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:28 WIB

Update Harga Emas 1 Mei 2026 di Tengah Ketidakpastian Global

Update Harga Emas 1 Mei 2026 di Tengah Ketidakpastian Global

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:08 WIB

Riset Oxford: Produk Tembakau Alternatif Lebih Ampuh Bantu Perokok 'Hijrah'

Riset Oxford: Produk Tembakau Alternatif Lebih Ampuh Bantu Perokok 'Hijrah'

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:36 WIB

Cashlez (CASH) Siap Rights Issue Rp237 Miliar untuk Kurangi Beban Kerugian

Cashlez (CASH) Siap Rights Issue Rp237 Miliar untuk Kurangi Beban Kerugian

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 62 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana

Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 62 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:44 WIB