Dear Pak Prabowo: Penerimaan Loyo Utang Kian Jumbo

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 09 Juli 2025 | 14:42 WIB
Dear Pak Prabowo: Penerimaan Loyo Utang Kian Jumbo
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap Indonesia terkait isu perdamaian dunia di sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT BRICS 2025 di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). [Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden]

Suara.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, melayangkan peringatan serius terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

Dalam diskusi publik bertajuk "Penerimaan Loyo, Utang Kian Jumbo" yang disiarkan di kanal YouTube Indef hari ini, Esther menyoroti potensi bahaya pelebaran defisit fiskal dan perlunya kehati-hatian ekstra.

"APBN ini jantung ekonomi rakyat. Kalau APBN loyo karena penerimaannya kurang, ibarat darah kurang jadi tidak semangat, staminanya kurang kuat," tegas Esther. 

Ia menekankan bahwa kondisi penerimaan negara yang lesu bisa berdampak langsung pada vitalitas ekonomi nasional, sehingga pengelolaan defisit fiskal harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Salah satu poin krusial yang disorot Esther adalah pelebaran defisit fiskal dari 2,45 persen menjadi 2,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, ini berpotensi menambah beban utang negara yang sudah cukup besar.

Selain itu, Esther juga mengkritisi pola penyerapan anggaran kementerian/lembaga yang kerap dipaksakan demi memenuhi target serapan, meskipun program yang dijalankan sudah mencapai target. Ia mengusulkan agar pengeluaran pemerintah dikaitkan dengan Key Performance Indicators (KPI) yang jelas. "Kalau KPI sudah tercapai tapi anggaran tidak terserap semua, itu seharusnya tidak jadi masalah. Tapi sekarang justru jadi momok karena tahun berikutnya anggarannya bisa dipotong," jelasnya, menyoroti insentif yang salah dalam sistem anggaran saat ini.

Peringatan Indef ini menjadi penting mengingat pemerintah yang baru akan segera memulai implementasi kebijakan fiskalnya. Esther mengingatkan, jika belanja negara ditekan terlalu ketat di tengah penerimaan negara yang lesu, potensi pertumbuhan ekonomi juga bisa melambat.

"Jadi penggunaan alokasi APBN dalam hal ini pengeluaran pemerintah harus hati-hati dan harus bijak, tidak asal, 'oh kita dapat uang dari utang banyak', tapi ternyata pengelolaannya tidak bijak," pungkas Esther, menegaskan perlunya kebijaksanaan dalam setiap alokasi anggaran, terutama yang bersumber dari utang.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Mobil Bekas Termurah dari Mercedes-Benz Keluaran 2010 ke Atas: Mewah tapi Mulai Rp90 Jutaan!

5 Mobil Bekas Termurah dari Mercedes-Benz Keluaran 2010 ke Atas: Mewah tapi Mulai Rp90 Jutaan!

Otomotif | Selasa, 08 Juli 2025 | 19:00 WIB

Demi Dukung Program Prioritas Prabowo, Kemendagri Minta Tambahan Anggaran Rp3,14 Triliun Buat 2026

Demi Dukung Program Prioritas Prabowo, Kemendagri Minta Tambahan Anggaran Rp3,14 Triliun Buat 2026

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 18:41 WIB

Bukan Pengaruhi Sikap ke Prabowo, Tuntutan JPU ke Hasto jadi Peluang Faksi Lain di PDIP Incar Sekjen

Bukan Pengaruhi Sikap ke Prabowo, Tuntutan JPU ke Hasto jadi Peluang Faksi Lain di PDIP Incar Sekjen

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 17:12 WIB

Terkini

Walhi Sentil Ambisi Pemerintah Garap Ratusan PSN: Ini Menguntungkan Siapa?

Walhi Sentil Ambisi Pemerintah Garap Ratusan PSN: Ini Menguntungkan Siapa?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:12 WIB

4 Produk Biokos Age Renew Martha Tilaar untuk Atasi Flek Hitam dan Kerutan Usia 50 Tahun

4 Produk Biokos Age Renew Martha Tilaar untuk Atasi Flek Hitam dan Kerutan Usia 50 Tahun

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Gus Ipul Lantik M Hasan Chabibie sebagai Sekjen Kementerian Sosial

Gus Ipul Lantik M Hasan Chabibie sebagai Sekjen Kementerian Sosial

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Wuling Aira ev Tampil Beda di IMX 2026 Berkat Sentuhan Modifikasi dan Seni

Wuling Aira ev Tampil Beda di IMX 2026 Berkat Sentuhan Modifikasi dan Seni

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Kemenyan Berpotensi Jadi Bahan Parfum dan Aromaterapi, Bagaimana Manfaatnya bagi Masyarakat?

Kemenyan Berpotensi Jadi Bahan Parfum dan Aromaterapi, Bagaimana Manfaatnya bagi Masyarakat?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Buka Rekening di UI Half Marathon 2026, Langsung Dapat Saldo Gratis dari BRI!

Buka Rekening di UI Half Marathon 2026, Langsung Dapat Saldo Gratis dari BRI!

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:07 WIB

DPR Sentil Kepala Daerah di Kalimantan Viral di Singapura Saat Karhutla: Masyarakat Lagi Susah!

DPR Sentil Kepala Daerah di Kalimantan Viral di Singapura Saat Karhutla: Masyarakat Lagi Susah!

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Soal Emas 74 Kilogram di Rumah Sentul, Don Ritto Klaim Berasal dari Donasi

Soal Emas 74 Kilogram di Rumah Sentul, Don Ritto Klaim Berasal dari Donasi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Ibarat Skandal Watergate, Denny Indrayana Sebut Gibran Jogate Tak Kalah Memalukan

Ibarat Skandal Watergate, Denny Indrayana Sebut Gibran Jogate Tak Kalah Memalukan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Kabut Asap Indonesia Bikin Ekonomi Malaysia Tergerus, Kerugian Tembus Rp5,8 Triliun per Bulan

Kabut Asap Indonesia Bikin Ekonomi Malaysia Tergerus, Kerugian Tembus Rp5,8 Triliun per Bulan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:58 WIB

×