Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Negosiasi Tarif RI Loyo, Ketua Banggar Minta Pemerintah Lebih Serius

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 09 Juli 2025 | 18:36 WIB
Negosiasi Tarif RI Loyo, Ketua Banggar Minta Pemerintah Lebih Serius
Donald Trump (BBC)

Suara.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia akan terus mendorong pemerintah untuk melakukan negosiasi yang berkeadilan dengan Amerika Serikat (AS) terkait persoalan tarif perdagangan. 

Hal ini merespons penetapan tarif 32 persen terhadap produk ekspor asal Indonesia oleh Presiden AS Donald Trump

Menurut Said ada keanehan dalam penetapan tarif yang dinilainya tidak masuk akal.

Said Abdullah menekankan bahwa kerangka negosiasi yang diinginkan Indonesia adalah perdagangan dan tarif yang adil. Dia bilang, klaim Amerika yang menggugat Indonesia terkesan aneh, mengingat Indonesia tidak melakukan tindakan apapun yang mengganggu kepentingan AS.

"Memang, kami akan mendorong pemerintah Indonesia untuk terus melakukan negosiasi, tapi tetap dalam negosiasi itu kerangkanya kita minta perdagangan yang adil, tarif yang adil, bukan kemudian Amerika menggugat kita yang digugat sebenarnya yang kita tidak melakukan apa-apa terhadap kepentingan dan tidak pernah mengganggu kepentingan Amerika," tegas Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Menanggapi pertanyaan apakah penetapan tarif tinggi menjadi bukti negosiasi pemerintah yang kurang maksimal, Said Abdullah menampik hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa permasalahan utama ada pada pengenaan tarif yang "lucu" sejak awal.

"Bukan soal maksimal, kurang maksimal dan tidak maksimal, karena awal itu pengenaan tarifnya itu kan lucu, defisitnya berapa, kalau 10 defisitnya tinggal bagi 2 kali ini, kali ini tiba-tiba muncullah 135 persen," urainya.

Ia melanjutkan, berkat negosiasi awal yang dilakukan oleh tim negosiasi Indonesia, angka tersebut telah berhasil ditekan menjadi 32 persen. Said berharap positif bahwa hingga tanggal 1 Agustus, tarif Indonesia dapat kembali seperti semula. Namun, ia juga menyoroti bahwa tarif dasar Indonesia sudah terkena 10 persen, yang jika ditambah 32 persen, berarti total 42 persen.

Said Abdullah memperingatkan bahwa jika Amerika terus melanjutkan kebijakan tarif yang memberatkan, maka keberadaan BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) akan menjadi sebuah keniscayaan. Ia menegaskan bahwa ini bukanlah sebuah peringatan kepada Donald Trump, melainkan sebuah kesimpulan bahwa dunia membutuhkan BRICS sebagai katup pengaman.

baca juga

"Nungguin World Bank tidak berbuat apa-apa, WTO diam, IMF nggak ada suaranya. Sekarang yang bisa menyuarakan itu kan BRICS, dan itu menjadi harapan jadinya," kata Said.

Ketika ditanya mengenai solusi bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan atau melakukan diversifikasi pasar dari Amerika, Said Abdullah menyatakan bahwa diversifikasi tidak perlu dilakukan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pasar dan harus aktif membuka peluang pasar baru. Namun, ia mengakui bahwa pembukaan pasar baru tidak bisa terjadi secara instan.

"Tidak perlu, kita kan tidak perlu kerja seperti diversifikasi. Kita butuh pasar, tapi kita harus membuka peluang pasar baru. Tapi peluang pasar baru kan tidak sak-deg-sak-deg, tiba-tiba. Memang berbagai upaya harus dilakukan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong negara-negara untuk mengurangi ketergantungan satu sama lain. Said mencontohkan instrumen yang dimiliki Bank Indonesia (BI), yakni swap settlement atau guaranteed settlement swap.

"Artinya kalau kita dengan Jepang, Jepang bisa pakai yen, kita rupiah, pic pac-nya (cek) di mana, ketemunya, ya sudah. Itu yang terbaik. Pakai uang lokal masing-masing," pungkas Said Abdullah, mengindikasikan pentingnya transaksi menggunakan mata uang lokal antarnegara untuk meminimalisir risiko fluktuasi mata uang asing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Banggar Sebut Donald Trump Tak Pikirkan Negara Lain: Itu Bahaya!

Ketua Banggar Sebut Donald Trump Tak Pikirkan Negara Lain: Itu Bahaya!

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 18:16 WIB

Peringatan Sri Mulyani: Ekonomi RI Terancam Melambat Akibat "Tarif Trump" 32 Persen!

Peringatan Sri Mulyani: Ekonomi RI Terancam Melambat Akibat "Tarif Trump" 32 Persen!

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 17:52 WIB

Negosiasi Buntu! Indonesia Berjuang Hadapi Tarif Dagang AS 32 Persen

Negosiasi Buntu! Indonesia Berjuang Hadapi Tarif Dagang AS 32 Persen

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 15:42 WIB

Terkini

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:07 WIB

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:39 WIB

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:24 WIB

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:59 WIB

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:42 WIB

×