Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Negosiasi Tarif RI Loyo, Ketua Banggar Minta Pemerintah Lebih Serius

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 09 Juli 2025 | 18:36 WIB
Negosiasi Tarif RI Loyo, Ketua Banggar Minta Pemerintah Lebih Serius
Donald Trump (BBC)

Suara.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia akan terus mendorong pemerintah untuk melakukan negosiasi yang berkeadilan dengan Amerika Serikat (AS) terkait persoalan tarif perdagangan. 

Hal ini merespons penetapan tarif 32 persen terhadap produk ekspor asal Indonesia oleh Presiden AS Donald Trump

Menurut Said ada keanehan dalam penetapan tarif yang dinilainya tidak masuk akal.

Said Abdullah menekankan bahwa kerangka negosiasi yang diinginkan Indonesia adalah perdagangan dan tarif yang adil. Dia bilang, klaim Amerika yang menggugat Indonesia terkesan aneh, mengingat Indonesia tidak melakukan tindakan apapun yang mengganggu kepentingan AS.

"Memang, kami akan mendorong pemerintah Indonesia untuk terus melakukan negosiasi, tapi tetap dalam negosiasi itu kerangkanya kita minta perdagangan yang adil, tarif yang adil, bukan kemudian Amerika menggugat kita yang digugat sebenarnya yang kita tidak melakukan apa-apa terhadap kepentingan dan tidak pernah mengganggu kepentingan Amerika," tegas Said di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Menanggapi pertanyaan apakah penetapan tarif tinggi menjadi bukti negosiasi pemerintah yang kurang maksimal, Said Abdullah menampik hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa permasalahan utama ada pada pengenaan tarif yang "lucu" sejak awal.

"Bukan soal maksimal, kurang maksimal dan tidak maksimal, karena awal itu pengenaan tarifnya itu kan lucu, defisitnya berapa, kalau 10 defisitnya tinggal bagi 2 kali ini, kali ini tiba-tiba muncullah 135 persen," urainya.

Ia melanjutkan, berkat negosiasi awal yang dilakukan oleh tim negosiasi Indonesia, angka tersebut telah berhasil ditekan menjadi 32 persen. Said berharap positif bahwa hingga tanggal 1 Agustus, tarif Indonesia dapat kembali seperti semula. Namun, ia juga menyoroti bahwa tarif dasar Indonesia sudah terkena 10 persen, yang jika ditambah 32 persen, berarti total 42 persen.

Said Abdullah memperingatkan bahwa jika Amerika terus melanjutkan kebijakan tarif yang memberatkan, maka keberadaan BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) akan menjadi sebuah keniscayaan. Ia menegaskan bahwa ini bukanlah sebuah peringatan kepada Donald Trump, melainkan sebuah kesimpulan bahwa dunia membutuhkan BRICS sebagai katup pengaman.

"Nungguin World Bank tidak berbuat apa-apa, WTO diam, IMF nggak ada suaranya. Sekarang yang bisa menyuarakan itu kan BRICS, dan itu menjadi harapan jadinya," kata Said.

Ketika ditanya mengenai solusi bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan atau melakukan diversifikasi pasar dari Amerika, Said Abdullah menyatakan bahwa diversifikasi tidak perlu dilakukan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pasar dan harus aktif membuka peluang pasar baru. Namun, ia mengakui bahwa pembukaan pasar baru tidak bisa terjadi secara instan.

"Tidak perlu, kita kan tidak perlu kerja seperti diversifikasi. Kita butuh pasar, tapi kita harus membuka peluang pasar baru. Tapi peluang pasar baru kan tidak sak-deg-sak-deg, tiba-tiba. Memang berbagai upaya harus dilakukan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong negara-negara untuk mengurangi ketergantungan satu sama lain. Said mencontohkan instrumen yang dimiliki Bank Indonesia (BI), yakni swap settlement atau guaranteed settlement swap.

"Artinya kalau kita dengan Jepang, Jepang bisa pakai yen, kita rupiah, pic pac-nya (cek) di mana, ketemunya, ya sudah. Itu yang terbaik. Pakai uang lokal masing-masing," pungkas Said Abdullah, mengindikasikan pentingnya transaksi menggunakan mata uang lokal antarnegara untuk meminimalisir risiko fluktuasi mata uang asing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Banggar Sebut Donald Trump Tak Pikirkan Negara Lain: Itu Bahaya!

Ketua Banggar Sebut Donald Trump Tak Pikirkan Negara Lain: Itu Bahaya!

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 18:16 WIB

Peringatan Sri Mulyani: Ekonomi RI Terancam Melambat Akibat "Tarif Trump" 32 Persen!

Peringatan Sri Mulyani: Ekonomi RI Terancam Melambat Akibat "Tarif Trump" 32 Persen!

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 17:52 WIB

Negosiasi Buntu! Indonesia Berjuang Hadapi Tarif Dagang AS 32 Persen

Negosiasi Buntu! Indonesia Berjuang Hadapi Tarif Dagang AS 32 Persen

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 15:42 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:20 WIB

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB