Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Imbas Indonesia Kena Tarif Tinggi AS

M Nurhadi

Jum'at, 11 Juli 2025 | 07:10 WIB
BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Imbas Indonesia Kena Tarif Tinggi AS
Bank Indonesia

Suara.com - Ekonom terkemuka memprediksi bank sentral di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, kemungkinan akan kembali melakukan pemangkasan suku bunga pada semester II-2025. Proyeksi ini muncul sebagai respons terhadap implementasi kebijakan tarif resiprokal yang digagas oleh Amerika Serikat (AS).

Murray Collins, Head of Asia ex-Japan Fixed Income di Manulife Investments, menyebutkan bahwa negara-negara seperti Indonesia, Korea Selatan, dan Filipina sebelumnya telah proaktif menurunkan suku bunga di paruh pertama tahun ini. Langkah tersebut bertujuan untuk meredakan tekanan inflasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik yang stabil. Namun, kini fokus bergeser pada dampak eksternal dari kebijakan dagang AS yang baru.

"Menurut kami, di paruh kedua tahun ini, kemungkinan bank sentral di kawasan ini (Asia) akan memangkas suku bunga untuk membantu mengimbangi dampak negatif tarif (resiprokal AS) terhadap ekspor," ujar Murray Collins dalam sebuah webinar yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis kemarin.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa bank sentral di Asia, termasuk Bank Indonesia (BI), mungkin akan menggunakan kebijakan moneter yang lebih longgar sebagai countermeasure untuk melindungi ekonomi domestik dari potensi penurunan volume ekspor akibat tarif baru AS. Kebijakan ini dapat menjadi strategi vital untuk menjaga daya saing produk ekspor Asia di pasar global.

Secara spesifik, Collins menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia dan Filipina yang dinilai sangat tinggi (high resilience). Ketahanan ini didorong oleh peningkatan signifikan dalam konsumsi lokal, terutama yang terlihat dalam beberapa bulan terakhir.

"Dan kami optimis kondisi tersebut akan terus berlanjut di semester II ini, disertai dengan kebijakan bank sentral yang lebih akomodatif," tambah Murray Collins. Optimisme ini menjadi dasar kuat bagi prospek pemangkasan suku bunga lebih lanjut, yang akan mendukung aktivitas ekonomi domestik di tengah tantangan global.

Bank Indonesia dan Ruang Pelonggaran Kebijakan Moneter 

Bank Indonesia (BI), sebagai otoritas moneter di Indonesia, telah menunjukkan langkah progresif dengan dua kali menurunkan suku bunga acuannya (BI-Rate) pada tahun ini. Pada Januari 2025, BI-Rate dipangkas sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen, dan kembali diturunkan dengan besaran yang sama pada Mei 2025 menjadi 5,5 persen. Kebijakan ini merupakan upaya BI untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah volatilitas global dan tekanan inflasi yang mulai mereda.

Ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut juga telah diindikasikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo. Dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Kamis, 3 Juli, Perry Warjiyo menyatakan bahwa masih ada ruang untuk menurunkan suku bunga BI-Rate ke depannya.

baca juga

Pernyataan ini selaras dengan pandangan Murray Collins dan menunjukkan kesiapan BI untuk merespons dinamika ekonomi, termasuk dampak dari kebijakan tarif resiprokal AS. Fleksibilitas ini penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung sektor riil.


 

Tarif Resiprokal AS dan Respons Indonesia
 

Kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump telah menjadi isu sentral dalam agenda ekonomi global. Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah melakukan pertemuan penting dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Ketua Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas kelanjutan negosiasi tarif, mencari solusi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Pada Senin, 7 Juli 2025, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengirimkan surat kepada para pemimpin empat negara Asia, termasuk Indonesia, Bangladesh, Kamboja, dan Thailand. Surat tersebut berisi pemberitahuan tentang pemberlakuan tarif baru atas ekspor produk dari negara-negara tersebut ke AS, yang dijadwalkan akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025. Dalam suratnya, secara spesifik disebutkan bahwa AS akan memberlakukan tarif sebesar 32 persen terhadap Indonesia. Kebijakan tarif ini tentu akan memberikan dampak signifikan pada sektor ekspor Indonesia, terutama bagi produk-produk yang menjadi target tarif tersebut. Respons kebijakan moneter dari Bank Indonesia, seperti potensi pemangkasan suku bunga, menjadi salah satu upaya mitigasi untuk mengurangi tekanan yang mungkin timbul dari kebijakan dagang global ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1,2 Juta Orang Terancam Tak Bisa Bekerja Imbas Tarif Trump 32 Persen

1,2 Juta Orang Terancam Tak Bisa Bekerja Imbas Tarif Trump 32 Persen

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:25 WIB

Tarif Resiprokal 32% dari AS, Pemerintah Indonesia Siap Negosiasi

Tarif Resiprokal 32% dari AS, Pemerintah Indonesia Siap Negosiasi

Foto | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:11 WIB

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:01 WIB

Tarif Trump 32 Persen Buat Menteri Ekonomi Prabowo Kebakaran Jenggot

Tarif Trump 32 Persen Buat Menteri Ekonomi Prabowo Kebakaran Jenggot

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 15:51 WIB

Tarif Trump Bikin Pusing, RI Perluas Pasar Ekspor Lewat Program PKE

Tarif Trump Bikin Pusing, RI Perluas Pasar Ekspor Lewat Program PKE

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 15:29 WIB

RI Tetap Terkena Tarif Trump 32 Persen, CELIOS Desak Prabowo Reshuffle Kabinet

RI Tetap Terkena Tarif Trump 32 Persen, CELIOS Desak Prabowo Reshuffle Kabinet

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 15:03 WIB

Terkini

Prabowo Puji Peran TNI Dongkrak Produksi Beras, Panen Capai 19,2 Juta Ton hingga Juni 2026

Prabowo Puji Peran TNI Dongkrak Produksi Beras, Panen Capai 19,2 Juta Ton hingga Juni 2026

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:09 WIB

Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN

Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:05 WIB

3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026

3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:05 WIB

5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet Dipakai Bertahun-tahun

5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet Dipakai Bertahun-tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:04 WIB

Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?

Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:53 WIB

Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya

Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:52 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:51 WIB

Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege

Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:50 WIB

Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta

Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:49 WIB

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:49 WIB

×