Gara-gara Trump, Harga Baju di Uniqlo Bakal Naik

Dwi Bowo Raharjo, Rina Anggraeni

Jum'at, 11 Juli 2025 | 12:10 WIB
Gara-gara Trump, Harga Baju di Uniqlo Bakal Naik
Harga pakaian di UNIQLO akan naik. (dok. Uniqlo)

"Harap dipahami angka 25 persen jauh lebih kecil dari yang dibutuhkan untuk menghilangkan kesenjangan defisit perdagangan yang kami miliki dengan negara Anda (Jepang-Korsel)," tulis Trump.

Trump memperingatkan jika kedua negara menaikkan tarif mereka sebagai tanggapan, AS akan menaikkan tarifnya dengan jumlah yang sama. Adapun untuk Jepang, terjadi peningkatan 1 persen dibandingkan dengan pengumuman pertama yang menyebut tarif 24 persen bagi ”Negeri Matahari Terbit” ini.

Gerai Uniqlo. (Antara)
Gerai Uniqlo. (Antara)

"Seperti yang Anda ketahui, tidak akan ada tarif jika, atau perusahaan-perusahaan di negara Anda, memutuskan untuk membangun atau memproduksi produk di Amerika Serikat. Dan, pada kenyataannya, kami akan melakukan segala yang mungkin untuk mendapatkan persetujuan dengan cepat, profesional, dan rutin. Dengan kata lain, dalam hitungan minggu," tulisnya.

Meski sama-sama dikenai tarif 25 persen oleh AS, dampak kebijakan itu mengakibatkan tekanan lebih berat pada perekonomian Jepang ketimbang Korsel. Perusahaan sekuritas SMBC Nikko Securities memperkirakan kebijakan Trump itu bisa memangkas 0,26 persen poin pertumbuhan ekonomi Jepang tahun fiskal 2025. Upah riil bulan Mei turun cepat dalam dua tahun terakhir.

”Meskipun Jepang kemungkinan besar menghindari skenario terburuk, tarif sebesar 25 persen akan tetap merugikan laba eksportir hingga 25 persen,” kata Kazuki Fujimoto, analis Japan Research Institute. ”Jika laba perusahaan memburuk, sulit untuk mencegah perusahaan mengurangi upaya untuk menaikkan upah,” ucapnya.

Situasi ini juga bisa berdampak pada pemerintahan PM Ishiba. Jajak pendapat media baru-baru ini menunjukkan koalisi yang berkuasa di bawah Ishiba mungkin gagal mempertahankan mayoritas di majelis tinggi, yang dapat mempersulit negosiasi perdagangan.

Setelah daftar lengkap tarif impor diumumkan, banyak yang bertanya-tanya mengapa negara-negara Asia menjadi yang paling banyak terkena dampaknya. Dikutip dari The Guardian, ada beberapa alasan di balik keputusan Presiden Trump menaikkan tarif untuk negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, hingga Indonesia.

Salah satu alasan yang disampaikan Trump adalah soal defisit perdagangan. Menurutnya, banyak negara Asia mengekspor lebih banyak barang ke Amerika Serikat dibandingkan yang mereka impor dari sana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Imbas Indonesia Kena Tarif Tinggi AS

BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Imbas Indonesia Kena Tarif Tinggi AS

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2025 | 07:10 WIB

1,2 Juta Orang Terancam Tak Bisa Bekerja Imbas Tarif Trump 32 Persen

1,2 Juta Orang Terancam Tak Bisa Bekerja Imbas Tarif Trump 32 Persen

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:25 WIB

Tarif Resiprokal 32% dari AS, Pemerintah Indonesia Siap Negosiasi

Tarif Resiprokal 32% dari AS, Pemerintah Indonesia Siap Negosiasi

Foto | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:11 WIB

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:01 WIB

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Video | Kamis, 10 Juli 2025 | 16:40 WIB

Terkini

Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Lamongan: Teknologi & Inovasi Efektif-Efisien

Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Lamongan: Teknologi & Inovasi Efektif-Efisien

Jatim | Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Udara Palembang Kembali Berbahaya, PM2.5 Tembus 627,8 Setelah Penyemaian Dry Ice

Udara Palembang Kembali Berbahaya, PM2.5 Tembus 627,8 Setelah Penyemaian Dry Ice

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Rahasia Gelap di Balik Penculikan Anak Politikus dalam Film Animals

Rahasia Gelap di Balik Penculikan Anak Politikus dalam Film Animals

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bakom Bantah Tak Ada Pesta, Media Rusia Sebut Ada Perayaan Ultah Presiden Prabowo

Bakom Bantah Tak Ada Pesta, Media Rusia Sebut Ada Perayaan Ultah Presiden Prabowo

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Ultah untuk Presiden Prabowo, Singgung Soal Komitmen

Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Ultah untuk Presiden Prabowo, Singgung Soal Komitmen

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:57 WIB

4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027

4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Awas Fatal! Ini Bahaya Tersembunyi Tukar Posisi Ban Depan dan Belakang Motor

Awas Fatal! Ini Bahaya Tersembunyi Tukar Posisi Ban Depan dan Belakang Motor

Otomotif | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Ulasan The Early Spring: Akting Kece dan Puppy Eyes Gemas ala Jing Bo Ran

Ulasan The Early Spring: Akting Kece dan Puppy Eyes Gemas ala Jing Bo Ran

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Bahan Baku Industri Terancam Langka, Ekonom Wanti-wanti Panic Buying

Bahan Baku Industri Terancam Langka, Ekonom Wanti-wanti Panic Buying

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Ada Isu Nuklir di Balik Jamuan Presiden Prabowo kepada Wakil PM Rusia di Istana Bogor

Ada Isu Nuklir di Balik Jamuan Presiden Prabowo kepada Wakil PM Rusia di Istana Bogor

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:33 WIB

×