BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Imbas Indonesia Kena Tarif Tinggi AS

M Nurhadi

Jum'at, 11 Juli 2025 | 07:10 WIB
BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Imbas Indonesia Kena Tarif Tinggi AS
Bank Indonesia

Suara.com - Ekonom terkemuka memprediksi bank sentral di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, kemungkinan akan kembali melakukan pemangkasan suku bunga pada semester II-2025. Proyeksi ini muncul sebagai respons terhadap implementasi kebijakan tarif resiprokal yang digagas oleh Amerika Serikat (AS).

Murray Collins, Head of Asia ex-Japan Fixed Income di Manulife Investments, menyebutkan bahwa negara-negara seperti Indonesia, Korea Selatan, dan Filipina sebelumnya telah proaktif menurunkan suku bunga di paruh pertama tahun ini. Langkah tersebut bertujuan untuk meredakan tekanan inflasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik yang stabil. Namun, kini fokus bergeser pada dampak eksternal dari kebijakan dagang AS yang baru.

"Menurut kami, di paruh kedua tahun ini, kemungkinan bank sentral di kawasan ini (Asia) akan memangkas suku bunga untuk membantu mengimbangi dampak negatif tarif (resiprokal AS) terhadap ekspor," ujar Murray Collins dalam sebuah webinar yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis kemarin.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa bank sentral di Asia, termasuk Bank Indonesia (BI), mungkin akan menggunakan kebijakan moneter yang lebih longgar sebagai countermeasure untuk melindungi ekonomi domestik dari potensi penurunan volume ekspor akibat tarif baru AS. Kebijakan ini dapat menjadi strategi vital untuk menjaga daya saing produk ekspor Asia di pasar global.

Secara spesifik, Collins menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia dan Filipina yang dinilai sangat tinggi (high resilience). Ketahanan ini didorong oleh peningkatan signifikan dalam konsumsi lokal, terutama yang terlihat dalam beberapa bulan terakhir.

"Dan kami optimis kondisi tersebut akan terus berlanjut di semester II ini, disertai dengan kebijakan bank sentral yang lebih akomodatif," tambah Murray Collins. Optimisme ini menjadi dasar kuat bagi prospek pemangkasan suku bunga lebih lanjut, yang akan mendukung aktivitas ekonomi domestik di tengah tantangan global.

Bank Indonesia dan Ruang Pelonggaran Kebijakan Moneter 

Bank Indonesia (BI), sebagai otoritas moneter di Indonesia, telah menunjukkan langkah progresif dengan dua kali menurunkan suku bunga acuannya (BI-Rate) pada tahun ini. Pada Januari 2025, BI-Rate dipangkas sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen, dan kembali diturunkan dengan besaran yang sama pada Mei 2025 menjadi 5,5 persen. Kebijakan ini merupakan upaya BI untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah volatilitas global dan tekanan inflasi yang mulai mereda.

Ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut juga telah diindikasikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo. Dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Kamis, 3 Juli, Perry Warjiyo menyatakan bahwa masih ada ruang untuk menurunkan suku bunga BI-Rate ke depannya.

baca juga

Pernyataan ini selaras dengan pandangan Murray Collins dan menunjukkan kesiapan BI untuk merespons dinamika ekonomi, termasuk dampak dari kebijakan tarif resiprokal AS. Fleksibilitas ini penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung sektor riil.


 

Tarif Resiprokal AS dan Respons Indonesia
 

Kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump telah menjadi isu sentral dalam agenda ekonomi global. Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah melakukan pertemuan penting dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Ketua Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas kelanjutan negosiasi tarif, mencari solusi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Pada Senin, 7 Juli 2025, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengirimkan surat kepada para pemimpin empat negara Asia, termasuk Indonesia, Bangladesh, Kamboja, dan Thailand. Surat tersebut berisi pemberitahuan tentang pemberlakuan tarif baru atas ekspor produk dari negara-negara tersebut ke AS, yang dijadwalkan akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025. Dalam suratnya, secara spesifik disebutkan bahwa AS akan memberlakukan tarif sebesar 32 persen terhadap Indonesia. Kebijakan tarif ini tentu akan memberikan dampak signifikan pada sektor ekspor Indonesia, terutama bagi produk-produk yang menjadi target tarif tersebut. Respons kebijakan moneter dari Bank Indonesia, seperti potensi pemangkasan suku bunga, menjadi salah satu upaya mitigasi untuk mengurangi tekanan yang mungkin timbul dari kebijakan dagang global ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1,2 Juta Orang Terancam Tak Bisa Bekerja Imbas Tarif Trump 32 Persen

1,2 Juta Orang Terancam Tak Bisa Bekerja Imbas Tarif Trump 32 Persen

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:25 WIB

Tarif Resiprokal 32% dari AS, Pemerintah Indonesia Siap Negosiasi

Tarif Resiprokal 32% dari AS, Pemerintah Indonesia Siap Negosiasi

Foto | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:11 WIB

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:01 WIB

Tarif Trump 32 Persen Buat Menteri Ekonomi Prabowo Kebakaran Jenggot

Tarif Trump 32 Persen Buat Menteri Ekonomi Prabowo Kebakaran Jenggot

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 15:51 WIB

Tarif Trump Bikin Pusing, RI Perluas Pasar Ekspor Lewat Program PKE

Tarif Trump Bikin Pusing, RI Perluas Pasar Ekspor Lewat Program PKE

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 15:29 WIB

RI Tetap Terkena Tarif Trump 32 Persen, CELIOS Desak Prabowo Reshuffle Kabinet

RI Tetap Terkena Tarif Trump 32 Persen, CELIOS Desak Prabowo Reshuffle Kabinet

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 15:03 WIB

Terkini

Oppo ColorOS 17 Bawa AI yang Bisa Bereskan File hingga Bikin Itinerary

Oppo ColorOS 17 Bawa AI yang Bisa Bereskan File hingga Bikin Itinerary

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:09 WIB

3 Rekomendasi Sneakers Kanky Tanpa Tali, Handsfree Nyaman Buat Jalan Jauh

3 Rekomendasi Sneakers Kanky Tanpa Tali, Handsfree Nyaman Buat Jalan Jauh

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana

Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Rudal Houthi Hantam Jantung Saudi Aramco, Harga Minyak Melonjak Drastis

Rudal Houthi Hantam Jantung Saudi Aramco, Harga Minyak Melonjak Drastis

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Auto Cerah! 4 Brightening Gel Cleanser Murah Rp40 Ribuan Atasi Wajah Kusam

Auto Cerah! 4 Brightening Gel Cleanser Murah Rp40 Ribuan Atasi Wajah Kusam

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Opini | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:47 WIB

5 Tips Merawat Kulit Kering saat Kemarau, Dokter Saran Tambah Pelembap

5 Tips Merawat Kulit Kering saat Kemarau, Dokter Saran Tambah Pelembap

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Diwarnai Kejar-kejaran, Polisi Obrak-abrik 6 Sarang Narkoba di Pringsewu: 2 Terduga Bandar Diciduk

Diwarnai Kejar-kejaran, Polisi Obrak-abrik 6 Sarang Narkoba di Pringsewu: 2 Terduga Bandar Diciduk

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Home Center ke-72 Dibuka di Bekasi, Pelaku Usaha Kuliner Ikut Dibidik

Home Center ke-72 Dibuka di Bekasi, Pelaku Usaha Kuliner Ikut Dibidik

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:35 WIB

×