Gara-gara Trump, Harga Baju di Uniqlo Bakal Naik

Dwi Bowo Raharjo, Rina Anggraeni

Jum'at, 11 Juli 2025 | 12:10 WIB
Gara-gara Trump, Harga Baju di Uniqlo Bakal Naik
Harga pakaian di UNIQLO akan naik. (dok. Uniqlo)

Suara.com - Fast Retailing Jepang, pemilik merek pakaian Uniqlo bakal menaikkan harganya. Ini menyusul tarif Presiden Trimp yang lebih tinggi akan mulai berdampak signifikan terhadap operasionalnya di Amerika Serikat.

Kenaikan harga guna mengurangi dampak tersebut. Terlebih, kekhawatiran tentang inflasi yang kembali melonjak dan perlambatan ekonomi yang dipicu oleh penerapan tarif yang tidak menentu oleh Presiden AS Donald Trump telah meredam antusiasme berbelanja di AS dan pasar konsumen utama lainnya.

Mayoritas produk Uniqlo yang dijual di AS diproduksi di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Awal pekan ini, Trump telah menetapkan batas waktu baru 1 Agustus untuk tarif "timbal balik", yang akan memengaruhi hampir semua mitra dagang.

"Tidak dapat dihindari bahwa kami akan terdampak secara signifikan mulai musim gugur dan musim dingin. Akan sulit untuk menanggung semua biaya," kata Direktur Keuangan Fast Retailing, Takeshi Okazaki, dalam konferensi pendapatan kuartalannya dilansir The Economic Times, Jumat (11/7/2025).

"Pendekatan kami adalah menaikkan harga jika memungkinkan dan bukan jika tidak memungkinkan, sambil pada akhirnya berfokus pada penciptaan bisnis berkelanjutan yang menghasilkan keuntungan secara aman," tambahnya.

Dalam suratnya pada hari Rabu, Trump memberi tahu Sri Lanka, eksportir pakaian utama ke AS, akan dikenakan tarif 30 persenmulai 1 Agustus.

Pesaingnya, Vietnam, akan dikenakan tarif AS yang lebih rendah, yaitu 20 persen. Tetapo pengiriman barang dari negara ketiga melalui Vietnam akan dikenakan tarif 40 persen.

Untuk tahun fiskal berjalan hingga akhir Agustus, perusahaan mempertahankan proyeksi laba operasionalnya di angka 545 miliar yen, karena memperkirakan dampak tarif yang terbatas akibat pengiriman awal ke pasar AS.

"Dampak pada tahun fiskal 2025 kemungkinan terbatas, berapa pun tarifnya," kata perusahaan itu dalam laporan laba rugi.

baca juga

Dia menambahkan bahwa mereka telah mengirimkan sejumlah besar produk ke AS. Fast Retailing menyatakan laba operasional dalam tiga bulan hingga 31 Mei naik 1,4 persen menjadi 146,7 miliar yen (1,00 miliar dolar AS. Laba kni di bawah perkiraan konsensus sebesar 153,8 miliar yen berdasarkan jajak pendapat LSEG yang melibatkan lima analis.

Dari satu toko di Hiroshima, Jepang bagian barat, 40 tahun yang lalu, Uniqlo telah berkembang menjadi lebih dari 2.500 lokasi di seluruh dunia, menjual bulu domba dan kemeja katun murah yang sebagian besar dibuat di Tiongkok dan pusat manufaktur Asia lainnya.

Namun, model bisnis tersebut telah dijungkirbalikkan oleh tarif yang diumumkan secara luas oleh Trump, sementara penurunan penjualan di Tiongkok akibat lemahnya permintaan konsumen di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut telah menekan laba.

Uniqlo memperkirakan penjualan dan laba kuartal keempat yang lebih rendah di Tiongkok akibat lesunya permintaan pakaian jadi secara keseluruhan. Perusahaan baru-baru ini melirik Amerika Utara dan Eropa untuk pertumbuhan karena ekonomi yang melambat di Tiongkok, pasar konsumen luar negeri terbesarnya dengan lebih dari 900 toko Uniqlo di daratan utama.

Sebelumnya, tarif Presiden Trump yang akan berlaku pada 1 Agustus mendatang. Pasalnya, Jepang terkena tarif 25 persen.

Dalam suratnya yang ditujukan kepada Presiden Korsel dan Perdana Menteri Jepang yang diunggahnya di Truth Social, Trump mengatakan tarif baru akan terpisah dari semua tarif sektoral lainnya.

"Harap dipahami angka 25 persen jauh lebih kecil dari yang dibutuhkan untuk menghilangkan kesenjangan defisit perdagangan yang kami miliki dengan negara Anda (Jepang-Korsel)," tulis Trump.

Trump memperingatkan jika kedua negara menaikkan tarif mereka sebagai tanggapan, AS akan menaikkan tarifnya dengan jumlah yang sama. Adapun untuk Jepang, terjadi peningkatan 1 persen dibandingkan dengan pengumuman pertama yang menyebut tarif 24 persen bagi ”Negeri Matahari Terbit” ini.

Gerai Uniqlo. (Antara)
Gerai Uniqlo. (Antara)

"Seperti yang Anda ketahui, tidak akan ada tarif jika, atau perusahaan-perusahaan di negara Anda, memutuskan untuk membangun atau memproduksi produk di Amerika Serikat. Dan, pada kenyataannya, kami akan melakukan segala yang mungkin untuk mendapatkan persetujuan dengan cepat, profesional, dan rutin. Dengan kata lain, dalam hitungan minggu," tulisnya.

Meski sama-sama dikenai tarif 25 persen oleh AS, dampak kebijakan itu mengakibatkan tekanan lebih berat pada perekonomian Jepang ketimbang Korsel. Perusahaan sekuritas SMBC Nikko Securities memperkirakan kebijakan Trump itu bisa memangkas 0,26 persen poin pertumbuhan ekonomi Jepang tahun fiskal 2025. Upah riil bulan Mei turun cepat dalam dua tahun terakhir.

”Meskipun Jepang kemungkinan besar menghindari skenario terburuk, tarif sebesar 25 persen akan tetap merugikan laba eksportir hingga 25 persen,” kata Kazuki Fujimoto, analis Japan Research Institute. ”Jika laba perusahaan memburuk, sulit untuk mencegah perusahaan mengurangi upaya untuk menaikkan upah,” ucapnya.

Situasi ini juga bisa berdampak pada pemerintahan PM Ishiba. Jajak pendapat media baru-baru ini menunjukkan koalisi yang berkuasa di bawah Ishiba mungkin gagal mempertahankan mayoritas di majelis tinggi, yang dapat mempersulit negosiasi perdagangan.

Setelah daftar lengkap tarif impor diumumkan, banyak yang bertanya-tanya mengapa negara-negara Asia menjadi yang paling banyak terkena dampaknya. Dikutip dari The Guardian, ada beberapa alasan di balik keputusan Presiden Trump menaikkan tarif untuk negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, hingga Indonesia.

Salah satu alasan yang disampaikan Trump adalah soal defisit perdagangan. Menurutnya, banyak negara Asia mengekspor lebih banyak barang ke Amerika Serikat dibandingkan yang mereka impor dari sana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Imbas Indonesia Kena Tarif Tinggi AS

BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Imbas Indonesia Kena Tarif Tinggi AS

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2025 | 07:10 WIB

1,2 Juta Orang Terancam Tak Bisa Bekerja Imbas Tarif Trump 32 Persen

1,2 Juta Orang Terancam Tak Bisa Bekerja Imbas Tarif Trump 32 Persen

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:25 WIB

Tarif Resiprokal 32% dari AS, Pemerintah Indonesia Siap Negosiasi

Tarif Resiprokal 32% dari AS, Pemerintah Indonesia Siap Negosiasi

Foto | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:11 WIB

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Soal Tarif Trump 32 Persen, Nasib RI Ditentukan 3 Minggu Lagi

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:01 WIB

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Taliban Promosikan Pariwisata Afghanistan dengan Parodi 'Nyentrik': Berani Coba?

Video | Kamis, 10 Juli 2025 | 16:40 WIB

Terkini

Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah

Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah

Jabar | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak

Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:23 WIB

Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA

Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA

Jawa Tengah | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35

Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen

Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen

Jabar | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting

Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan

Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang

Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil

Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil

Bogor | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 22:51 WIB

×