Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Core Indonesia Ungkap Industri Manufaktur Tetap Lesu Sepanjang Tahun Ini

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 24 Juli 2025 | 18:50 WIB
Core Indonesia Ungkap Industri Manufaktur Tetap Lesu Sepanjang Tahun Ini
Direktur Eksekutif CORE, Mohammad Faisal, menyebut pemulihan mini di akhir tahun itu bakal didorong oleh peningkatan permintaan domestik menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Foto-Fadil-Suara.com.

Suara.com - Core Indonesia memproyeksikan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia akan menunjukkan sedikit angin segar pada Desember 2025. Namun, jangan terlalu senang dulu, sebab prediksi sepanjang tahun ini masih didominasi awan gelap, alias cenderung kontraktif di bawah ambang batas 50.

Direktur Eksekutif CORE, Mohammad Faisal, menyebut pemulihan mini di akhir tahun itu bakal didorong oleh peningkatan permintaan domestik menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"PMI itu kan dia melihat dari kinerja industri manufaktur, dari beberapa indikator, melihat supply chain-nya. Jadi lihat order, lihat produksi, lihat stok, lihat yang dikirim, lihat tenaga kerja. Berarti dia melihat demand sebetulnya itu," terang Faisal dalam acara Core Midyear di Kantornya, Jakarta, Kamis (24/7/2025).

Faisal menjelaskan, denyut nadi utama pergerakan PMI manufaktur Indonesia sejatinya berada di permintaan dalam negeri. Meskipun ekspor turut menyumbang, kontribusinya dinilai masih jauh panggang dari api jika dibandingkan dengan konsumsi domestik.

Sayangnya, prospek permintaan pada kuartal kedua, ketiga, dan keempat tahun ini diprediksi masih akan menghadapi tekanan besar. Ini yang membuat sektor manufaktur secara agregat cenderung 'loyo' sepanjang tahun.

Di tengah kelesuan ini, Faisal menyebut sektor makanan dan minuman menjadi satu-satunya yang masih menunjukkan kinerja positif. Di luar itu, kontraksi diperkirakan akan terus berlanjut.

Ia juga menyoroti beratnya tantangan dari sisi ekspor, terutama untuk industri padat karya seperti tekstil dan produk tekstil (TPT). Sekitar 50 persen ekspor TPT kita, kata Faisal, mengarah ke Amerika Serikat. Ada harapan bisa membaik, tapi tak semudah membalik telapak tangan.

Masalahnya, Indonesia masih harus berhadapan dengan persaingan ketat di pasar AS karena urusan harga dan logistik dengan kompetitor, sebut saja Vietnam. "Tarif dasar untuk produk tekstil Indonesia itu 5-15 persen. Vietnam 0 persen,” keluhnya.

Bahkan, sekalipun tarif resiprokal AS sudah turun menjadi 19 persen untuk Indonesia, total tarif untuk TPT Indonesia masih lebih tinggi ketimbang Vietnam.

Di sisi lain, industri TPT juga menghadapi ancaman dari limpahan produk China. Ini adalah efek domino dari oversupply dan perang dagang AS-China. Alhasil, persaingan di pasar domestik pun makin sengit.

“Kompetisinya makin besar di industri tekstil dan produk tekstil. Jadi sangat mungkin masih kontraksi, kecuali Desember," tambahnya.

Data survei S&P Global mencatat, PMI manufaktur Indonesia memang sudah masuk fase 'meriang' signifikan pada kuartal kedua 2025. Angkanya terus merana di bawah ambang batas 50. Pada April 2025, anjlok ke 46,7, lalu sedikit membaik menjadi 47,4 di Mei, dan kembali merosot ke 46,9 pada Juni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang Pelit Kasih Teknologi, Alasan Pemerintah Lebih Pilih China Kembangkan Industri EV

Jepang Pelit Kasih Teknologi, Alasan Pemerintah Lebih Pilih China Kembangkan Industri EV

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 17:55 WIB

Indonesia Terancam Kehilangan Triliunan Rupiah Akibat Kebijakan Bea Masuk Nol Persen AS

Indonesia Terancam Kehilangan Triliunan Rupiah Akibat Kebijakan Bea Masuk Nol Persen AS

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 17:10 WIB

Nilai Pasar Tembus Rp 1,01 Triliun, MoreFood Expo Jembatani Industri F&B Lokal ke Pasar Global

Nilai Pasar Tembus Rp 1,01 Triliun, MoreFood Expo Jembatani Industri F&B Lokal ke Pasar Global

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 16:39 WIB

Terkini

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 20:38 WIB

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 19:03 WIB

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:01 WIB

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB