Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BEI Rombak Habis Indeks! 20 Saham Terdepak

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 26 Juli 2025 | 15:47 WIB
BEI Rombak Habis Indeks! 20 Saham Terdepak
Sejumlah karyawan saat penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi atas delapan indeks utama besutannya pada periode Juli 2025. Hasilnya terjadi perombakan besar-besaran pada komposisi saham-saham pilihan.

Sebanyak 20 saham harus rela "terdepak" dari berbagai indeks bergengsi, sementara sejumlah nama baru siap unjuk gigi mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2025.

Mengutip pengumuman resmi BEI, Sabtu (26/7/2025) terdapat dua penghuni baru IDX30 yakni PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Jumbo Farm Pasifik Tbk (JFPA). Keduanya, mendepak BBTN dan MAPI dari daftar 30 saham dengan kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi

Tak kalah menarik adalah perombakan di indeks LQ45, yang dikenal sebagai kumpulan 45 saham paling likuid di BEI. Ada dua pendatang baru yang siap bersinar yakni PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (AADI) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Namun, masuknya AADI dan SCMA berarti PT Essa Industries Tbk (ESSA) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) harus angkat kaki dari deretan saham-saham paling diminati ini.

Indeks IDX80 juga mengalami perombakan signifikan dengan masuknya tiga nama baru: yakni PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (AADI) - Kembali muncul di indeks ini, menunjukkan peningkatan kinerja, PT Petrosea Tbk (PTRO) dann PT Raja Ampat Energy Tbk (RAJA)

Sementara itu, tiga saham yang harus dicoret dari indeks ini adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

Sedangkan perombakan paling masif terjadi pada indeks Kompas100 untuk periode 1 Agustus 2025 hingga 30 Januari 2026. Sebanyak 11 saham baru berhasil masuk, yaitu PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (AADI), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (CLEO), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSSA), PT Panin Bank Tbk (PNBN), PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (STAA), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Transkon Jaya Tbk (TCPI)

Dampak dari masuknya belasan saham ini, 11 saham lainnya harus terlempar dari Kompas100. Mereka adalah: BDKR, BMTR, INET, MARK, MIDI, SMIL, SSMS, SURI, TOBA, UNIQ, dan WIFI.

Menariknya, beberapa indeks lain seperti Bisnis-27, MNC36, dan SMInfra18 tidak mengalami perubahan anggota baru untuk periode 1 Agustus - 31 Oktober 2025. Ini menunjukkan bahwa komposisi saham di indeks-indeks tersebut dianggap masih relevan dan stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Cetak Rekor Tertinggi 2025, Kapitalisasi Tembus Rp13.519 Triliun

IHSG Cetak Rekor Tertinggi 2025, Kapitalisasi Tembus Rp13.519 Triliun

Bisnis | Sabtu, 26 Juli 2025 | 11:02 WIB

Peta Harta Karun Pemula: 5 Saham Blue Chip untuk Cuan Jangka Panjang di 2025

Peta Harta Karun Pemula: 5 Saham Blue Chip untuk Cuan Jangka Panjang di 2025

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 19:11 WIB

Investasi Emas atau Saham: Mana yang Lebih Cuan di Tengah Badai Ekonomi 2025?

Investasi Emas atau Saham: Mana yang Lebih Cuan di Tengah Badai Ekonomi 2025?

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 18:14 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB