Banyak Lansia, Premi Asuransi Korsel Bakal Naik 25 Persen

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 28 Juli 2025 | 13:48 WIB
Banyak Lansia, Premi Asuransi Korsel Bakal Naik 25 Persen
Ilustrasi lansia. (Shutterstock).

Suara.com - Beban keuangan warga Korea Selatan (Korsel) meningkat. Salah satunya untuk membayar premi layanan asuransi kesehatan nasional yang bakal meningkat hingga seperempat dari pendapatan mereka.

Dilansir Koreaherald, kenaikan premi ini dikarenakan banyaknya masyarakat lanjut usai (lansia) di Korea Selatan. Berdasarkan, studi yang dilakukan oleh Platform Inovasi Teknobiz Universitas Nasional Seoul memperkirakan dampak finansial dari penuaan populasi terhadap asuransi kesehatan yang dikelola negara akan naik.

Apalagi, Korea Selatan secara resmi menjadi masyarakat lansia dengan over populasi. Sebab, banyaknya lansia 65 tahun yang tinggal di Korsel. Untuk itu, studi tersebut menyimpulkan tiga skenario yang mungkin.

Salah satunya, bahwa tingkat asuransi yang diamanatkan bagi mereka yang bekerja penuh waktu harus membayar premi asuransi sebesar 7,09 persen. Serta, akan naik menjadi 10,04 persen pada tahun 2035, 15,81 persen pada tahun 2050, dan menjadi 25,09 persen pada tahun 2072.

Sedangkan, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan menetapkan tingkat untuk program asuransi kesehatan yang dikelola negara setiap tahun sebagai proporsi dari pendapatan. Dari data itu, pata peneliti mencatat bahwa ini merupakan perkiraan konservatif, yang tidak memperhitungkan kemungkinan seperti kenaikan biaya layanan medis.

Padahal, saat ini upah umum menurun akibat kemerosotan ekonomi. NHIS merupakan bagian dari jaring pengaman kesehatan publik negara ini, yang diwajibkan bagi semua warga Korea dan banyak warga negara asing. Batas legal untuk iuran asuransi adalah 8 persen dari pendapatan.

Tetapi terdapat diskusi yang sedang berlangsung mengenai peningkatan batas tersebut. Dengan jumlah warga lanjut usia di negara ini yang lebih banyak daripada sebelumnya, rasio pengeluaran kesehatan saat ini terhadap produk domestik bruto (PDB) terus meningkat.

Rasio tersebut mencapai 2,6 persen dari PDB sepanjang tahun 1970-an, menurut Kementerian Kesehatan, tetapi telah meningkat menjadi 7,9 persen pada tahun 2020 dan menjadi 9,2 persen pada tahun 2023.

Kemajuan dalam pengobatan modern telah memperpanjang harapan hidup, tetapi penurunan yang berkelanjutan dalam tingkat fertilitas total—jumlah anak yang diharapkan dimiliki seorang perempuan selama hidupnya—telah mengakibatkan populasi yang menua secara keseluruhan.

Tingkat fertilitas total untuk tahun 2024 sedikit meningkat menjadi 0,75 dari 0,72 pada tahun 2023, tetapi masih merupakan angka terendah di antara negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). NHIS menyisihkan sebagian premi untuk menanggung biaya medis lansia, yang saat ini ditetapkan sebesar 0,91 persen dari pendapatan setiap peserta.

Angka ini diperkirakan akan meningkat tajam menjadi 1,95 persen pada tahun 2035, 5,84 persen pada tahun 2050, dan 13,97 persen pada tahun 2072, yang berarti lebih dari 15 kali lipat angka pada tahun 2025.

Jumlah lansia yang membutuhkan perawatan jangka panjang juga diperkirakan akan melonjak pada periode tersebut, dari 7,14 persen populasi pada tahun 2023 menjadi 16,4 persen pada tahun 2072.

"Tanpa program asuransi kesehatan nasional yang berkelanjutan dan program asuransi perawatan jangka panjang, sistem jaminan sosial akan melemah dan menyebabkan penurunan kualitas hidup lansia di masyarakat superage," catat para peneliti.

Kemungkinan respons terhadap masalah ini meliputi perluasan layanan perawatan lansia di samping perubahan sistemik untuk mengelola pengeluaran terkait kesehatan secara lebih efektif. Studi tersebut juga menyarankan penyesuaian definisi hukum warga lanjut usia yang ditetapkan pada usia 65 tahun untuk keringanan pembayaran premi asuransi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selamat dari Resesi, Ekonomi Korsel Tumbuh 0,6 Persen di Kuartal II

Selamat dari Resesi, Ekonomi Korsel Tumbuh 0,6 Persen di Kuartal II

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 16:46 WIB

OJK Targetkan 50 Persen Asuransi Syariah Punya Produk Industri Halal

OJK Targetkan 50 Persen Asuransi Syariah Punya Produk Industri Halal

Bisnis | Selasa, 22 Juli 2025 | 13:30 WIB

Unik, Korsel Bagi-bagi Voucher Rp 5 Juta ke Ibu-ibu Supaya Semangat Belanja

Unik, Korsel Bagi-bagi Voucher Rp 5 Juta ke Ibu-ibu Supaya Semangat Belanja

Bisnis | Selasa, 22 Juli 2025 | 10:09 WIB

Terkini

Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk

Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:15 WIB

Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar

Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:04 WIB

PLN Bagikan Tips Agar Listrik Rumah Tetap Aman Saat Tinggalkan Rumah Mudik Lebaran

PLN Bagikan Tips Agar Listrik Rumah Tetap Aman Saat Tinggalkan Rumah Mudik Lebaran

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:02 WIB

Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk

Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:01 WIB

Askrindo Gandeng Pelni-PLN, Fasilitasi Mudik Gratis 2026 Rute Balikpapan-Surabaya

Askrindo Gandeng Pelni-PLN, Fasilitasi Mudik Gratis 2026 Rute Balikpapan-Surabaya

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 20:57 WIB

Dana Umat Rp28 Miliar Raib di BNI Rantauprapat, Bank Cuma Janji Talangi Rp7 M

Dana Umat Rp28 Miliar Raib di BNI Rantauprapat, Bank Cuma Janji Talangi Rp7 M

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 20:55 WIB

Pesan Prabowo: Tanah Rakyat, Lahan Milik BUMN Tak Boleh Dijual

Pesan Prabowo: Tanah Rakyat, Lahan Milik BUMN Tak Boleh Dijual

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 20:55 WIB

Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa

Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 20:34 WIB

Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara

Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 20:10 WIB

Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting

Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 19:58 WIB