Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.186,363
LQ45 618,857
Srikehati 301,720
JII 368,583
USD/IDR 18.073

Banyak Lansia, Premi Asuransi Korsel Bakal Naik 25 Persen

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 28 Juli 2025 | 13:48 WIB
Banyak Lansia, Premi Asuransi Korsel Bakal Naik 25 Persen
Ilustrasi lansia. (Shutterstock).

Suara.com - Beban keuangan warga Korea Selatan (Korsel) meningkat. Salah satunya untuk membayar premi layanan asuransi kesehatan nasional yang bakal meningkat hingga seperempat dari pendapatan mereka.

Dilansir Koreaherald, kenaikan premi ini dikarenakan banyaknya masyarakat lanjut usai (lansia) di Korea Selatan. Berdasarkan, studi yang dilakukan oleh Platform Inovasi Teknobiz Universitas Nasional Seoul memperkirakan dampak finansial dari penuaan populasi terhadap asuransi kesehatan yang dikelola negara akan naik.

Apalagi, Korea Selatan secara resmi menjadi masyarakat lansia dengan over populasi. Sebab, banyaknya lansia 65 tahun yang tinggal di Korsel. Untuk itu, studi tersebut menyimpulkan tiga skenario yang mungkin.

Salah satunya, bahwa tingkat asuransi yang diamanatkan bagi mereka yang bekerja penuh waktu harus membayar premi asuransi sebesar 7,09 persen. Serta, akan naik menjadi 10,04 persen pada tahun 2035, 15,81 persen pada tahun 2050, dan menjadi 25,09 persen pada tahun 2072.

Sedangkan, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan menetapkan tingkat untuk program asuransi kesehatan yang dikelola negara setiap tahun sebagai proporsi dari pendapatan. Dari data itu, pata peneliti mencatat bahwa ini merupakan perkiraan konservatif, yang tidak memperhitungkan kemungkinan seperti kenaikan biaya layanan medis.

Padahal, saat ini upah umum menurun akibat kemerosotan ekonomi. NHIS merupakan bagian dari jaring pengaman kesehatan publik negara ini, yang diwajibkan bagi semua warga Korea dan banyak warga negara asing. Batas legal untuk iuran asuransi adalah 8 persen dari pendapatan.

Tetapi terdapat diskusi yang sedang berlangsung mengenai peningkatan batas tersebut. Dengan jumlah warga lanjut usia di negara ini yang lebih banyak daripada sebelumnya, rasio pengeluaran kesehatan saat ini terhadap produk domestik bruto (PDB) terus meningkat.

Rasio tersebut mencapai 2,6 persen dari PDB sepanjang tahun 1970-an, menurut Kementerian Kesehatan, tetapi telah meningkat menjadi 7,9 persen pada tahun 2020 dan menjadi 9,2 persen pada tahun 2023.

Kemajuan dalam pengobatan modern telah memperpanjang harapan hidup, tetapi penurunan yang berkelanjutan dalam tingkat fertilitas total—jumlah anak yang diharapkan dimiliki seorang perempuan selama hidupnya—telah mengakibatkan populasi yang menua secara keseluruhan.

baca juga

Tingkat fertilitas total untuk tahun 2024 sedikit meningkat menjadi 0,75 dari 0,72 pada tahun 2023, tetapi masih merupakan angka terendah di antara negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). NHIS menyisihkan sebagian premi untuk menanggung biaya medis lansia, yang saat ini ditetapkan sebesar 0,91 persen dari pendapatan setiap peserta.

Angka ini diperkirakan akan meningkat tajam menjadi 1,95 persen pada tahun 2035, 5,84 persen pada tahun 2050, dan 13,97 persen pada tahun 2072, yang berarti lebih dari 15 kali lipat angka pada tahun 2025.

Jumlah lansia yang membutuhkan perawatan jangka panjang juga diperkirakan akan melonjak pada periode tersebut, dari 7,14 persen populasi pada tahun 2023 menjadi 16,4 persen pada tahun 2072.

"Tanpa program asuransi kesehatan nasional yang berkelanjutan dan program asuransi perawatan jangka panjang, sistem jaminan sosial akan melemah dan menyebabkan penurunan kualitas hidup lansia di masyarakat superage," catat para peneliti.

Kemungkinan respons terhadap masalah ini meliputi perluasan layanan perawatan lansia di samping perubahan sistemik untuk mengelola pengeluaran terkait kesehatan secara lebih efektif. Studi tersebut juga menyarankan penyesuaian definisi hukum warga lanjut usia yang ditetapkan pada usia 65 tahun untuk keringanan pembayaran premi asuransi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selamat dari Resesi, Ekonomi Korsel Tumbuh 0,6 Persen di Kuartal II

Selamat dari Resesi, Ekonomi Korsel Tumbuh 0,6 Persen di Kuartal II

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2025 | 16:46 WIB

OJK Targetkan 50 Persen Asuransi Syariah Punya Produk Industri Halal

OJK Targetkan 50 Persen Asuransi Syariah Punya Produk Industri Halal

Bisnis | Selasa, 22 Juli 2025 | 13:30 WIB

Unik, Korsel Bagi-bagi Voucher Rp 5 Juta ke Ibu-ibu Supaya Semangat Belanja

Unik, Korsel Bagi-bagi Voucher Rp 5 Juta ke Ibu-ibu Supaya Semangat Belanja

Bisnis | Selasa, 22 Juli 2025 | 10:09 WIB

Terkini

Arti Sillage, Projection, dan Longevity dalam Dunia Parfum

Arti Sillage, Projection, dan Longevity dalam Dunia Parfum

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:37 WIB

CFX10 Naik Tipis Pagi Ini, Aset Bitcoin Melonjak Lagi

CFX10 Naik Tipis Pagi Ini, Aset Bitcoin Melonjak Lagi

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:36 WIB

Kabinet Bayangan, Mengapa Muncul di Indonesia?

Kabinet Bayangan, Mengapa Muncul di Indonesia?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:30 WIB

Kemenhut Tangkap Pengedar Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong di Padang, Ini Kronologinya

Kemenhut Tangkap Pengedar Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong di Padang, Ini Kronologinya

Sumbar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:30 WIB

Ancaman Perang Terbuka Meluas di Timur Tengah, Negara Arab Tak Mau Terlibat Konflik Iran dan AS

Ancaman Perang Terbuka Meluas di Timur Tengah, Negara Arab Tak Mau Terlibat Konflik Iran dan AS

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:29 WIB

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:27 WIB

5 Sepatu Lari Adidas Terbaik untuk Daily Run, Nyaman Dipakai Latihan Setiap Hari

5 Sepatu Lari Adidas Terbaik untuk Daily Run, Nyaman Dipakai Latihan Setiap Hari

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:26 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih di Papua Berisiko Mubazir

DPR Ingatkan Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih di Papua Berisiko Mubazir

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:23 WIB

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.623.000/Gram

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.623.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:22 WIB

5 Tablet Android Murah dengan Stylus Pen untuk Catat Materi Kuliah, Praktis buat Mahasiswa

5 Tablet Android Murah dengan Stylus Pen untuk Catat Materi Kuliah, Praktis buat Mahasiswa

Tekno | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:20 WIB

×