Usulan Kiai ke Prabowo: Bersihkan Jutaan Kayu Gelondongan Bencana Tanpa Bebani APBN!

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 13 Desember 2025 | 13:23 WIB
Usulan Kiai ke Prabowo: Bersihkan Jutaan Kayu Gelondongan Bencana Tanpa Bebani APBN!
Foto udara menampilkan tumpukan kayu-kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). [ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/foc]
baca 10 detik
  • Kiai Kampung usul swasta bersihkan jutaan kayu bencana; kompensasi kayu ganti biaya.
  • Skema MKK bertujuan kurangi beban APBN signifikan dan percepat pemulihan Aceh-Sumut-Sumbar. 
  • Usulan telah disampaikan ke Presiden Prabowo; desak percepatan akselerasi penanganan bencana.

Suara.com - Penanganan jutaan batang kayu gelondongan yang berserakan di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dinilai berpotensi menjadi bom waktu anggaran dan logistik bagi pemerintah.

Dalam situasi darurat ini, forum Mujadalah Kiai Kampung (MKK) secara resmi mengajukan skema kerja sama inovatif kepada Presiden Prabowo Subianto agar pembersihan dilakukan oleh swasta tanpa membebani kas negara.

Ketua MKK, Wahyu Muryadi, mengatakan bahwa volume material kayu yang tumpah sangat besar dan kompleks. Jika sepenuhnya ditangani oleh pemerintah, prosesnya akan menelan biaya amat signifikan dan durasi yang sangat panjang, berpotensi mengganggu prioritas kerja negara lainnya.

“Berdasarkan hasil pengamatan langsung, kajian lapangan, serta diskusi internal yang telah kami lakukan, kami menilai bahwa volume material kayu yang berserakan sangat besar dan kompleks penanganannya,” kata Wahyu di Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak, MKK mengusulkan empat langkah strategis yang berprinsip efisiensi dan akuntabilitas:

Lelang Terbatas/Seleksi Terbuka: Pemerintah melaksanakan mekanisme lelang atau seleksi bagi perusahaan swasta yang berminat membersihkan kayu gelondongan.

Kompensasi Kayu Cuma-Cuma: Kayu hasil pembersihan diberikan secara cuma-cuma kepada perusahaan terpilih. Ini berfungsi sebagai imbalan atas kewajiban mereka membersihkan wilayah secara cepat dan tuntas sesuai batas waktu yang ditetapkan.

Verifikasi Ketat: Pemerintah wajib melakukan verifikasi ketat terhadap kemampuan teknis, operasional, dan finansial perusahaan sebelum penetapan pemenang, demi memastikan efektivitas di lapangan.

Transparansi dan Pengawasan: Pelaksanaan kerja sama harus dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan diawasi oleh pihak berwenang.

baca juga

Pengurus MKK, Siti Zuhro, menambahkan bahwa usulan ini sangat praktis. "Usulan yang diberikan Mujadalah Kiai Kampung ini dapat mengurangi beban anggaran pemerintah secara signifikan, serta mempercepat proses pemulihan dan normalisasi wilayah terdampak," jelasnya.

Selain itu, skema ini sekaligus menghapus kebutuhan relokasi kayu oleh pemerintah, karena material tersebut menjadi tanggung jawab perusahaan pelaksana.

MKK meyakini model kerja sama ini adalah strategi efisien dalam situasi darurat, yang juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terdampak bencana. Usulan resmi ini telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan harapan Kepala Negara dapat menerimanya.

"Ini kerja yang tidak bisa ditunda, membutuhkan akselerasi tepat dari kita semua,” tutup Siti Zuhro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

50 Harta Taipan RI Tembus Rp 4.980 Triliun, APBN Menkeu Purbaya Kalah Telak!

50 Harta Taipan RI Tembus Rp 4.980 Triliun, APBN Menkeu Purbaya Kalah Telak!

Bisnis | Sabtu, 13 Desember 2025 | 12:10 WIB

Menanti Status Bencana Nasional Sumatera sampai Warga Ingin Ajukan Gugatan

Menanti Status Bencana Nasional Sumatera sampai Warga Ingin Ajukan Gugatan

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 08:29 WIB

Prabowo ke Pengungsi Banjir Aceh: Maaf, Saya Tak Punya Tongkat Nabi Musa, Tapi Rumah Kalian Diganti

Prabowo ke Pengungsi Banjir Aceh: Maaf, Saya Tak Punya Tongkat Nabi Musa, Tapi Rumah Kalian Diganti

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 21:50 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×