Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tarif Trump Jadi Biang Kerok IHSG Ambles, Tapi Saham COIN Masih Perkasa

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 06 Agustus 2025 | 17:17 WIB
Tarif Trump Jadi Biang Kerok IHSG Ambles, Tapi Saham COIN Masih Perkasa
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik memerah pada penutupan perdagangan, Rabu, 6 Agustus 2025 ini. Padahal, sepanjang perdagangan Indeks sempat menghijau.

Menukil data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup melemah tipis 0,15 persen atau 11,44 poin menuju level 7.503.

Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 28,02 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,76 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,89 juta kali.

Dalam perdagangan di hari ini, sebanyak 347 saham bergerak naik, sedangkan 279 saham mengalami penurunan, dan 330 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menghijau pada waktu itu diantaranya, ARKO, BRMS, CARS, CLAY, COIN, DOOH, FILM, FORU, IKAN, IMPC.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, ARGO, BCAP, BSML, CTBN, FIMP, FITT, FMII, IKAI, KEJU, LAPD.

Philip Sekuritas Indonesia dalam review perdagangan hariannya, menilai pelemahan IHSG ini seiring sikap hati-hati investor yang masih mencermati perkembangan ekonomi global dan potensi kebijakan tarif lanjutan dari Amerika Serikat. Sentimen pasar cenderung bercampur, menyusul rilis data ekonomi AS yang lemah dan peringatan dari sejumlah korporasi terkait dampak tarif yang mulai terasa.

Di pasar regional, mayoritas bursa saham Asia bergerak menguat tipis, meskipun indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang justru turun 0,1%. Pergerakan tersebut mencerminkan kecemasan investor terhadap langkah kebijakan lanjutan Presiden AS Donald Trump, yang pada hari Selasa menyatakan akan segera mengumumkan tarif baru untuk semikonduktor dan chip komputer.

Selain itu, AS juga akan mulai mengenakan tarif ringan terhadap bahan dan produk farmasi, yang rencananya akan dinaikkan secara signifikan dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Trump juga menyebut bahwa kesepakatan dagang dengan Tiongkok hampir tercapai, dan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping bisa digelar sebelum akhir tahun apabila negosiasi berjalan sesuai harapan. Namun, Presiden AS itu juga menebar ancaman baru, dengan menyatakan kemungkinan menaikkan tarif barang dari India atas pembelian minyak Rusia.

Di sisi lain, perkembangan hubungan dagang antara AS dan Jepang juga menjadi sorotan. Salah satu anggota tim negosiasi perdagangan Jepang, Ryosei Akazawa, menyatakan bahwa komitmen investasi Jepang sebesar USD550 miliar ke AS masih akan ditentukan berdasarkan seberapa besar manfaat ekonomi yang bisa diperoleh Jepang.

Kesepakatan yang tercapai bulan lalu antara kedua negara mencakup pemangkasan tarif atas barang-barang Jepang, termasuk mobil, menjadi 15% sebagai imbal balik dari paket investasi tersebut.

Fokus investor juga tertuju pada data ekonomi makro di Jepang, yang menunjukkan bahwa upah riil Jepang turun 1,3 persen secara tahunan (YoY) pada Juni, menandai penurunan selama enam bulan berturut-turut. Meski lebih lambat dibanding penurunan 2,6 persen pada Mei, kondisi ini tetap menjadi sinyal pelemahan daya beli rumah tangga yang berpotensi menekan konsumsi domestik.

Dengan inflasi yang kini berada di atas target Bank of Japan (BoJ), muncul ruang bagi bank sentral Jepang untuk mempertimbangkan penyesuaian suku bunga setelah bertahun-tahun menerapkan kebijakan ultra-longgar.

Sementara itu, Reserve Bank of India (RBI) memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya di 5,5 persen, di tengah tekanan eksternal akibat ancaman tarif dari AS yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi India.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MSCI Effect: Saham Apa Saja yang Bakal Melesat Setelah Pengumuman?

MSCI Effect: Saham Apa Saja yang Bakal Melesat Setelah Pengumuman?

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 15:03 WIB

Ada Sentimen Positif, Saham Ini Diprediksi Terbang 59 Persen

Ada Sentimen Positif, Saham Ini Diprediksi Terbang 59 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 12:42 WIB

IHSG Masih Perkasa Pagi Ini, Saham COIN Melonjak Terus

IHSG Masih Perkasa Pagi Ini, Saham COIN Melonjak Terus

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 09:26 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB