Cadangan Devisa RI 'Mengering' USD600 Juta, BI Ungkap Biang Keroknya

Kamis, 07 Agustus 2025 | 18:21 WIB
Cadangan Devisa RI 'Mengering' USD600 Juta, BI Ungkap Biang Keroknya
Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa posisi cadangan devisa (Cadev) Indonesia pada akhir Juli 2025 menurun, menyusut menjadi USD152 miliar.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa posisi cadangan devisa (Cadev) Indonesia pada akhir Juli 2025 menurun, menyusut menjadi USD152 miliar. Angka ini turun sekitar USD600 juta atau 0,39 persen dibandingkan posisi pada akhir Juni 2025 yang tercatat sebesar USD152,6 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, membeberkan dua faktor utama yang menjadi penyebab penyusutan ini. Menurutnya, penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah yang dilakukan BI.

"Perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi," tulis Ramdan dalam keterangan resmi, Kamis (7/8/2025).

Meskipun cadangan devisa tercatat menurun, BI menilai posisinya saat ini masih tergolong aman. Posisi cadangan devisa USD152 miliar pada akhir Juli 2025 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka ini jauh berada di atas standar kecukupan internasional, yang umumnya mensyaratkan cadangan devisa setara dengan 3 bulan impor. Hal ini memberikan sinyal bahwa ketahanan ekonomi Indonesia dari sisi eksternal masih cukup kuat.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tegas Ramdan.

BI juga memandang posisi cadangan devisa yang ada memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal sejalan dengan berbagai prospek positif. Ramdan menyebut, prospek ekspor yang tetap terjaga, neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus, serta persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik menjadi faktor-faktor penguat.

Selain itu, imbal hasil investasi yang menarik di Indonesia juga turut berperan dalam menjaga kepercayaan investor. Dengan demikian, meskipun cadangan devisa sempat menyusut, BI optimistis bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan mampu menahan guncangan dari ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca Juga: Gandeng Muhammadiyah, Bos BI Perkuat Ekonomi Syariah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI