Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kerugian Kejahatan Siber Diprediksi Capai USD 10,5 Triliun, Indonesia Bisa Apa?

M Nurhadi

Senin, 11 Agustus 2025 | 21:50 WIB
Kerugian Kejahatan Siber Diprediksi Capai USD 10,5 Triliun, Indonesia Bisa Apa?
Ilustrasi keamanan data [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Masa depan sistem pembayaran Indonesia tidak lagi hanya soal kecepatan dan efisiensi. Seiring dengan pesatnya digitalisasi, lonjakan ancaman siber, maraknya pencurian data, dan meningkatnya kompleksitas fraud telah mendorong seluruh ekosistem keuangan untuk menjadikan keamanan sebagai prioritas utama.

Isu ini menjadi sorotan dalam Jalin CX Summit 2025, sebuah forum tahunan yang digelar oleh PT Jalin Pembayaran Nusantara (JALIN), bagian dari Holding BUMN Danareksa.

Dengan tema panel "Building Collective Readiness Against Evolving Fraud Threats in Financial Industry" forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, lembaga keamanan siber, asosiasi fintech, perbankan, hingga penyedia teknologi global.

Diskusi ini bertujuan untuk merumuskan arah baru ekosistem pembayaran nasional di tengah percepatan layanan keuangan digital yang tak terhindarkan.

Laporan dari berbagai lembaga global menunjukkan betapa seriusnya ancaman siber saat ini. Cybersecurity Ventures memproyeksikan bahwa kerugian global akibat kejahatan siber akan mencapai USD 10,5 triliun pada 2025, menjadikannya salah satu ancaman ekonomi terbesar di dunia.

Di Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lebih dari 330 juta anomali siber sepanjang tahun 2024, sebuah angka yang menegaskan tingginya intensitas serangan terhadap sektor digital nasional.

Sementara itu, laporan IBM Cost of a Data Breach 2024 melaporkan bahwa rata-rata kerugian kebocoran data di Asia Tenggara mencapai USD 3,2 juta per insiden, dengan sektor keuangan menjadi salah satu target utama.

Lonjakan risiko siber ini menyoroti urgensi tata kelola dan standar keamanan yang solid dalam sistem pembayaran. Tantangan ke depan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga membangun trust publik agar ekosistem digital dapat tumbuh tanpa mengorbankan perlindungan data masyarakat.

Farida Peranginangin, Kepala Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), dalam forum ini menyatakan bahwa regulasi BI tidak hanya mengatur, tetapi juga bertindak sebagai katalisator inovasi digital.

baca juga

"Infrastruktur pembayaran yang aman dan interoperabel adalah prasyarat utama untuk membangun kepercayaan publik. Tanpa kepercayaan, inovasi tak akan punya ruang tumbuh," ujarnya, dikutip dari keterangan yang diterima Redaksi pada Senin (11/8/2025).

Farida menambahkan, BI menghadirkan regulatory sandbox sebagai wadah bagi perbankan, fintech, dan penyedia teknologi untuk menguji model bisnis baru secara terukur.

Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan teknologi pembayaran yang efisien dan inklusif, sambil tetap menjaga standar keamanan.

Jalin CX Summit 2025 [Suara.com/HO-Jalin]
Jalin CX Summit 2025 [Suara.com/HO-Jalin]

Senada dengan itu, Slamet Aji Pamungkas, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, menekankan bahwa ancaman siber terhadap sektor keuangan terus berevolusi, dari pencurian data hingga serangan berbasis kecerdasan buatan. Ia menegaskan urgensi implementasi Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) berdasarkan Perpres Nomor 47 Tahun 2023.

"Butuh kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas untuk membangun pertahanan nasional yang kokoh," tegasnya.

Dari perspektif industri, Saat Prihartono, Wakil Sekjen II AFTECH, menyatakan bahwa kesiapan menghadapi risiko fraud adalah faktor penentu keberlanjutan inovasi layanan digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WhatsApp Rilis Fitur Keamanan Terbaru, Jutaan Akun Penipu Diblokir!

WhatsApp Rilis Fitur Keamanan Terbaru, Jutaan Akun Penipu Diblokir!

Tekno | Rabu, 06 Agustus 2025 | 12:29 WIB

Jangan Takut Transaksi Debit GPN di e-Commerce, Ini Alasannya

Jangan Takut Transaksi Debit GPN di e-Commerce, Ini Alasannya

Bisnis | Senin, 04 Agustus 2025 | 17:54 WIB

Ancaman Bom di Lion Air: Pria 41 Tahun Resmi Jadi Tersangka, Terancam Pidana Berat

Ancaman Bom di Lion Air: Pria 41 Tahun Resmi Jadi Tersangka, Terancam Pidana Berat

News | Senin, 04 Agustus 2025 | 15:04 WIB

CCPIT (Indonesia) Green and Innovative Cooperation Exhibition 2025 Undang Ratusan Pebisnis Tiongkok

CCPIT (Indonesia) Green and Innovative Cooperation Exhibition 2025 Undang Ratusan Pebisnis Tiongkok

Otomotif | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 11:11 WIB

Katanya Harus Aman, Kenapa Motor MotoGP Tidak Pakai Kaca Spion?

Katanya Harus Aman, Kenapa Motor MotoGP Tidak Pakai Kaca Spion?

Your Say | Kamis, 31 Juli 2025 | 11:16 WIB

Cara Jitu Bikin Hape Samsung Tetap Aman dari Tangan Jahil

Cara Jitu Bikin Hape Samsung Tetap Aman dari Tangan Jahil

Tekno | Rabu, 30 Juli 2025 | 11:34 WIB

Terkini

Film Operasi Pesta Copet Soroti Kemiskinan Struktural di Balik Fenomena Kriminal

Film Operasi Pesta Copet Soroti Kemiskinan Struktural di Balik Fenomena Kriminal

Jogja | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Lepas Almamater dan Jaket, Mahasiswa hingga Ojol Gabung Massa Pati di Aksi 27 Agustus

Lepas Almamater dan Jaket, Mahasiswa hingga Ojol Gabung Massa Pati di Aksi 27 Agustus

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:24 WIB

Anime Destiny Unchain Online Diumumkan, Angkat Kisah Gamer Jadi Vampir

Anime Destiny Unchain Online Diumumkan, Angkat Kisah Gamer Jadi Vampir

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:15 WIB

AMPB Persilakan Aparat Tangkap Perusuh di Aksi 27 Agustus: Pasti Bukan dari Kami

AMPB Persilakan Aparat Tangkap Perusuh di Aksi 27 Agustus: Pasti Bukan dari Kami

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Ditanya Kenapa Tak Dampingi Prabowo Tinjau Karhutla, Ini Jawaban Menhut

Ditanya Kenapa Tak Dampingi Prabowo Tinjau Karhutla, Ini Jawaban Menhut

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Timnas Indonesia Masih Menunggu Trofi, Nguyen Quang Hai di Ambang Rekor Piala AFF

Timnas Indonesia Masih Menunggu Trofi, Nguyen Quang Hai di Ambang Rekor Piala AFF

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Benarkah Tepung Ubi Bisa Padamkan Api? Penelitian Asing Ungkap Fakta Mengejutkan

Benarkah Tepung Ubi Bisa Padamkan Api? Penelitian Asing Ungkap Fakta Mengejutkan

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Kronologis Aktor Revaldo Kembali Ditangkap Polisi karena Narkoba

Kronologis Aktor Revaldo Kembali Ditangkap Polisi karena Narkoba

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:04 WIB

Prabowo Targetkan Swasembada Energi Lebih Cepat: Jika Berhasil, Saya Kasih Tanda Kehormatan

Prabowo Targetkan Swasembada Energi Lebih Cepat: Jika Berhasil, Saya Kasih Tanda Kehormatan

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Karhutla Membara, Saham Sawit Melonjak: Kebetulan atau Pertanda?

Karhutla Membara, Saham Sawit Melonjak: Kebetulan atau Pertanda?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×