BP Taskin: 60 Koperasi Desa Merah Putih Akan Garap Tambang Emas di Lombok Barat

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:13 WIB
BP Taskin: 60 Koperasi Desa Merah Putih Akan Garap Tambang Emas di Lombok Barat
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko bersama Wakil Kepala BP Taskin, Naniek S Deyang dalam Konferensi Pers progres Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantor BP Taskin, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Kamis, (14/8/2025). (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Pemerintah melalui Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) terus memperluas peran Koperasi Desa Merah Putih dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pengelolaan tambang di wilayah Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko menyampaikan, rencana pengelolaan tambang ini merupakan bagian dari misi besar pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan tidak hanya mengurangi angka kemiskinan ekstrem, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan desa, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

"Sedang kami kerjakan di Lombok Barat, koperasi pertambangan. Di sana memang tidak ada pertanian, adanya pertambangan," tutur Budiman Sudjatmiko dalam Konferensi Pers progres Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantor BP Taskin, Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Kamis, (14/8/2025).

Wilayah Sekotong, Lombok Barat diketahui memiliki potensi tambang emas yang cukup menjanjikan. Sayangnya potensi tersebut hanya dinikmati oleh perusahaan China secara ilegal.

Mereka membangun jalan, membelah bukit, meratakan bukit, menggali dengan alat berat. Secara arogan, perusahaan China juga menguasai lahan yang luas dan bukit-bukit yang dianggap tinggi kandungan emasnya. Sedangkan masyarakat Sekotong hanya menjadi penonton dan tidak mendapatkan pendapatan dari harta karun yang dimiliki.

Melalui Koperasi Desa Merah Putih, BP Taskin ingin memastikan pengelolaan sumber daya tersebut tidak dikuasai pihak luar semata, melainkan benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala BP Taskin, Naniek S Deyang menjelaskan, terdapat sekitar 60 Koperasi Desa Merah Putih yang akan diterjunkan untuk mengelola tambang emas di Sekotong, Lombok Barat, NTB. Jika satu koperasi beranggotakan 500 orang, artinya akan ada sekitar 30.000 lapangan kerja baru dari pengelolaan tambang emas oleh koperasi desa merah putih ini.

"Jika satu koperasi 500 orang dikalikan saja 60. Berarti ada sekitar 30.000 lapangan kerja baru," ujar Naniek.

Lebih jauh Naniek menjelaskan, keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan program ini. Oleh karena itu, Koperasi Desa Merah Putih akan merekrut tenaga kerja lokal. Dengan begitu, bisa menekan angka pengangguran yang berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan.

baca juga

Tak hanya masyarakat lokal, Naniek menjelaskan, perusahaan swasta lokal juga akan dilibatkan dalam pengelolaan tambang emas di Sekotong, Lombok Barat, NTB tersebut. Namun terbatas sekitar 20% dengan fokus pada penyediaan kebutuhan teknis seperti ekskavator dan mesin-mesin produksi. Model ini sengaja dipilih karena tambang yang dikelola bukan berskala industri besar, melainkan tambang rakyat yang memprioritaskan pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah di daerah.

"Kenapa swasta tetap dilibatkan? Karena untuk beli eskavator, kemudian mesin-mesin. Tapi memang bukan perusahaan swasta besar," urai Naniek.

Dia berharap, proyek tambang di Lombok Barat yang dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih ini menjadi role model bagi daerah lain yang memiliki potensi sumber daya alam serupa.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

80.000 Koperasi Desa Merah Putih Jadi Strategi Pemerintah Wujudkan Nol Kemiskinan Ekstrem 2029

80.000 Koperasi Desa Merah Putih Jadi Strategi Pemerintah Wujudkan Nol Kemiskinan Ekstrem 2029

Bisnis | Kamis, 14 Agustus 2025 | 14:40 WIB

Bongkar Kejanggalan, OC Kaligis Endus Permainan Mafia Tambang di Kasus Patok Nikel Haltim

Bongkar Kejanggalan, OC Kaligis Endus Permainan Mafia Tambang di Kasus Patok Nikel Haltim

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 14:35 WIB

Sudirman Said Bongkar Bobroknya Tata Kelola Tambang dan Migas: Rawan Dikooptasi Pemain Besar

Sudirman Said Bongkar Bobroknya Tata Kelola Tambang dan Migas: Rawan Dikooptasi Pemain Besar

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 18:02 WIB

Pesona Pulau Gebe yang Terancam, di Balik Ramainya Tagar #SavePulauGebe di Medsos

Pesona Pulau Gebe yang Terancam, di Balik Ramainya Tagar #SavePulauGebe di Medsos

Lifestyle | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 18:33 WIB

Tambang Ilegal di Pulau Gebe, Dekat Raja Ampat, Harus Dihentikan

Tambang Ilegal di Pulau Gebe, Dekat Raja Ampat, Harus Dihentikan

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 14:18 WIB

Bekas Lahan Tambang Rusak? Begini Cara SIG Ubah Jadi Area Konservasi

Bekas Lahan Tambang Rusak? Begini Cara SIG Ubah Jadi Area Konservasi

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 09:07 WIB

Terkini

Ijazah Gibran Disorot Media Asing Usai Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan PHPU

Ijazah Gibran Disorot Media Asing Usai Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan PHPU

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Disdik Bentuk Tim Khusus Dampingi Mental Korban Kekerasan Guru SMKN 27 Jakarta

Disdik Bentuk Tim Khusus Dampingi Mental Korban Kekerasan Guru SMKN 27 Jakarta

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Rudal Houthi Hantam Arab Saudi, 2 Bandara Utama Diserang

Rudal Houthi Hantam Arab Saudi, 2 Bandara Utama Diserang

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Eceng Gondok Tutupi Kali Pisang Batu di Bekasi

Eceng Gondok Tutupi Kali Pisang Batu di Bekasi

Foto | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Review Film Bad Apples: Apesnya Bocah Nakal Disandera Guru Sendiri

Review Film Bad Apples: Apesnya Bocah Nakal Disandera Guru Sendiri

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Melihat Batik 'Rona Nusantara' Karya Syarif Abdillah, Siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta

Melihat Batik 'Rona Nusantara' Karya Syarif Abdillah, Siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta

Surakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Anjlok ke Level Rp17.868

Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Anjlok ke Level Rp17.868

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Dirilis Hari Ini! Perpres 27 Resmi Atur Tarif hingga Angkutan Makanan Ojol

Dirilis Hari Ini! Perpres 27 Resmi Atur Tarif hingga Angkutan Makanan Ojol

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Mataram Tumpah Ruah! Marc Marquez Cs Sapa Ribuan Fans Jelang MotoGP Mandalika 2026

Mataram Tumpah Ruah! Marc Marquez Cs Sapa Ribuan Fans Jelang MotoGP Mandalika 2026

Sport | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Pernikahan Toksik, Patung Retak Simbol Perlawanan Raihaanun di Final Poster "Beautiful Pain"

Pernikahan Toksik, Patung Retak Simbol Perlawanan Raihaanun di Final Poster "Beautiful Pain"

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:47 WIB

×