Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

IHSG Tergelincir di Awal Sesi, Tapi Diproyeksi Tembus Level 8.000 Hari Ini

Achmad Fauzi

Kamis, 21 Agustus 2025 | 09:31 WIB
IHSG Tergelincir di Awal Sesi, Tapi Diproyeksi Tembus Level 8.000 Hari Ini
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir di awal sesi Kamis, 21 Agustus 2025. IHSG merosot ke level 7.903.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia, IHSG hingga pukul 09.22 WIB betah di zona merah dengan turun 43,52 atau 0,55 persen ke level 7.900.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 5,32 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,8 triliun, serta frekuensi sebanyak 331.500 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 285 saham bergerak naik, sedangkan 229 saham mengalami penurunan, dan 442 saham tidak mengalami pergerakan.

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, AADI, AMMN, AREA, CEKA, CLAY, DATA, JARR, JSPT, LIFE, MFIN, MKPI, MLPT.

Sementara saham-saham yang terdaftar top Looser di perdagangan waktu itu diantaranya, AALI, AMRT, ARKO, BREM, CMRY, DSSA, GGRM, INKP, ITMG, PACk, PANI, RATU.

Proyeksi IHSG

IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (21/8/2025) setelah sehari sebelumnya ditutup menguat signifikan. Mengutip riset harian Phintraco Sekuritas, IHSG berhasil naik 1,03 persen ke level 7.943,83 pada Rabu (20/8), terdorong keputusan mengejutkan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), BI memutuskan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,0 persen. Keputusan ini lebih rendah dari perkiraan konsensus dan menjadi level terendah sejak Oktober 2022.

baca juga

"Pemangkasan suku bunga acuan ini merupakan yang keempat kalinya sepanjang tahun 2025. Penurunan dilakukan sejalan dengan proyeksi inflasi yang masih sesuai target BI, stabilnya nilai tukar rupiah, dan perlambatan pertumbuhan kredit," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis.

Saham sektor properti menjadi motor utama penguatan, karena turunnya suku bunga diperkirakan akan meningkatkan penjualan serta daya beli masyarakat. Phintraco menilai tren pelonggaran moneter juga bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Adapun pertumbuhan kredit per Juli 2025 tercatat hanya naik 7,03 persen secara tahunan (YoY), melambat dari 7,77 persen YoY pada Juni, sekaligus menjadi level terendah sejak Maret 2022. Kondisi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang masih tertekan serta meningkatnya kehati-hatian bank dalam penyaluran kredit.

Secara teknikal, Phintraco menilai masih ada potensi koreksi jangka menengah karena indikator Stochastic RSI, namun histogram MACD yang tetap positif menunjukkan adanya akumulasi. “IHSG berpotensi menguji level 7.970 hingga 8.000,” jelas riset tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akuisisi FUTR, Bos Ardhantara Mau jadi Pemain Utama di Energi Terbarukan

Akuisisi FUTR, Bos Ardhantara Mau jadi Pemain Utama di Energi Terbarukan

Bisnis | Kamis, 21 Agustus 2025 | 07:05 WIB

Analisis IHSG Hari Ini di Tengah Pelemahan Wall Street

Analisis IHSG Hari Ini di Tengah Pelemahan Wall Street

Bisnis | Kamis, 21 Agustus 2025 | 06:52 WIB

RUPSLB, Nama Bank Victoria Syariah Disepakati Menjadi Bank Syariah Nasional

RUPSLB, Nama Bank Victoria Syariah Disepakati Menjadi Bank Syariah Nasional

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 19:33 WIB

Terkini

Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026

Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:57 WIB

Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik

Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:05 WIB

Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten

Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:33 WIB

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:35 WIB

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:05 WIB

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:40 WIB

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:17 WIB

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:14 WIB

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:07 WIB

×