Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Daya Beli Melemah, CORE Curiga Target Pajak RAPBN 2026 'Ngawang'!"

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 25 Agustus 2025 | 15:05 WIB
Daya Beli Melemah, CORE Curiga Target Pajak RAPBN 2026 'Ngawang'!"
Target pendapatan ambisius dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 sebesar Rp3.147 triliun, yang naik 11% dari outlook 2025, kini dipertanyakan kredibilitasnya. (pexels)

Suara.com - Target pendapatan ambisius dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 sebesar Rp3.147 triliun, yang naik 11% dari outlook 2025, kini dipertanyakan kredibilitasnya.

Dalam riset CORE Indonesia berjudul RAPBN 2026: Ekspansi Fiskal di Atas Fondasi Rapuh membongkar kerentanan ganda yang mengancam keuangan negara.

Menurut riset CORE yang dirilis Senin (25/8/2025), target pendapatan ini sangat bergantung pada asumsi pertumbuhan ekonomi 5,4% yang dinilai terlalu ambisius. Jika pertumbuhan ekonomi hanya mencapai kisaran bawah 5%, basis penerimaan, terutama dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sangat sensitif terhadap daya beli, akan langsung melemah.

Dalam laporan itu, target pendapatan RAPBN 2026 bertumpu pada asumsi pertumbuhan ekonomi 5,4%. Angka ini dinilai ambisius, mengingat realisasi pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung stagnan.

"Jika pertumbuhan ekonomi hanya berada di kisaran bawah atau bahkan di bawah 5%, dampaknya langsung terasa pada penerimaan perpajakan, terutama Pajak Pertambahan Nilai (PPn) yang sangat sensitif terhadap daya beli masyarakat," tulis laporan Core Indonesia.

Masalah kian pelik karena struktur perpajakan Indonesia menunjukkan fundamental yang lemah. Elastisitas pajak (tax buoyancy) Indonesia sangat rendah dan fluktuatif, bahkan sering berada di bawah 1. Ini artinya, setiap kenaikan 1% pada PDB tidak selalu diikuti oleh kenaikan penerimaan pajak sebesar 1%. Penyebabnya adalah sempitnya basis pajak akibat dominasi sektor informal dan rendahnya kepatuhan pajak. Ironisnya, sektor-sektor dengan pertumbuhan lapangan usaha tertinggi justru memberikan sumbangan pajak yang relatif kecil.

Tidak hanya dari pajak, pilar penerimaan lainnya yaitu Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor migas juga menghadapi ancaman serius. RAPBN 2026 mengasumsikan harga minyak (ICP) sebesar USD 70/barel. Padahal, lembaga-lembaga global seperti EIA memproyeksikan harga akan turun ke level USD 58/barel pada 2026 karena meningkatnya pasokan.

Selain harga, target lifting migas yang ambisius (±610 ribu barel per hari untuk minyak dan ±984 RBSMPH untuk gas) juga sulit dicapai. Selama lima tahun terakhir, realisasi selalu di bawah target akibat cadangan sumur minyak yang menipis dan keterlambatan proyek pengembangan hulu.

Kerentanan ganda ini mengancam kredibilitas fiskal pemerintah. Pajak dibatasi oleh rendahnya respons terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara PNBP sangat bergantung pada harga dan volume produksi migas yang tak pasti.

Jika keduanya tidak mencapai target, dampaknya akan terasa langsung dalam bentuk pemangkasan atau pergeseran belanja di pertengahan tahun. Hal ini berpotensi mengganggu program-program prioritas pemerintah dan mengurangi kredibilitas di mata publik maupun pelaku pasar. Tanpa reformasi struktural yang mendalam, upaya menaikkan pendapatan negara akan terus bergantung pada faktor-faktor siklis, bukan pada fundamental yang kuat. Pemerintah dihadapkan pada tantangan besar untuk membuktikan bahwa target ambisius ini tidak sekadar angka di atas kertas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilusi' APBN 2026: CORE Indonesia Wanti-wanti, Asumsi Makro Pemerintah Berpotensi Gagal Maning!

Ilusi' APBN 2026: CORE Indonesia Wanti-wanti, Asumsi Makro Pemerintah Berpotensi Gagal Maning!

Bisnis | Senin, 25 Agustus 2025 | 14:44 WIB

RAPBN 2026 'Terancam' di Tengah Peringatan 80 Tahun RI, Core Indonesia Soroti Tiga Jebakan Krusial!

RAPBN 2026 'Terancam' di Tengah Peringatan 80 Tahun RI, Core Indonesia Soroti Tiga Jebakan Krusial!

Bisnis | Senin, 25 Agustus 2025 | 13:28 WIB

Gaji Anggota DPR Pajaknya Ditanggung Negara

Gaji Anggota DPR Pajaknya Ditanggung Negara

Bisnis | Senin, 25 Agustus 2025 | 11:59 WIB

Terkini

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:55 WIB

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:11 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:40 WIB

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:34 WIB

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:34 WIB

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB