Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Cairan Obat Pengeras Beton: Berkenalan dengan Jenis dan Cara Kerjanya

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:58 WIB
Cairan Obat Pengeras Beton: Berkenalan dengan Jenis dan Cara Kerjanya
(Freepik)

Suara.com - Admixture atau dikenal juga dengan sebutan cairan obat pengeras beton merupakan sebuah produk yang dimasukkan ke dalam campuran beton dengan tujuan supaya beton yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan proyek konstruksi.

Namun patut diketahui bahwa obat pengeras beton ini memiliki beberapa jenis yang masing-masing jenisnya memiliki karakteristik dan fungsi berbeda.

Supaya bisa dijadikan sebagai pertimbangan dalam memilih jenis produk admixture yang tepat, artikel ini akan membahas tentang ragam jenis dari obat pengeras beton. Lebih lengkapnya pembahasan terkait jenis-jenis obat beton tersebut bisa Anda simak berikut ini.

Jenis-Jenis Cairan Obat Pengeras Beton

Seperti yang disebutkan, obat cor beton ini terdiri dari beberapa jenis yang dikategorikan berdasarkan tujuan penggunaannya.

Anda bisa memilih penggunaan admixture ini mulai dari untuk kebutuhan mengurangi air hingga untuk mempercepat proses pengeringan beton.

Dengan fungsinya yang berbeda tersebut, maka pastikan Anda memilih obat cor yang sesuai kebutuhan agar beton yang dihasilkan bisa lebih optimal.

Untuk lebih memahaminya, berikut ini beberapa jenis cairan pengeras beton yang perlu Anda ketahui:

Accelerating Admixture
Jenis obat beton pertama yang perlu Anda ketahui ialah accelerating admixture. Jenis produk ini bisa Anda gunakan ketika ingin mempercepat waktu pengeringan beton.
Dengan menggunakan accelerating admixture, Anda bisa mengekspektasikan hasil beton yang lebih cepat mengeras.
Produk ini akan cocok digunakan sewaktu musim dingin. Dengan proses pengeringan yang cenderung cepat, maka beton juga jadi bisa lebih cepat untuk digunakan.
Water Reducing Admixture
Jenis admixture kedua yang juga perlu Anda pahami yaitu WRA atau Water Reducing Admixture. Sesuai dengan namanya, jenis produk ini memiliki fungsi untuk mengurangi air yang diperlukan dalam campuran beton.
Dengan Anda mencampurkan jenis obat beton ini, maka nilai slump pada beton jadi lebih tinggi. Kondisi yang demikian kemudian membuat beton lebih mudah untuk dituang hingga diratakan.
Retarding Admixture
Jika anda membutuhkan cairan obat beton yang bisa memperlambat proses pengeringan beton, maka jenis yang bisa Anda gunakan ialah Retarding Admixture atau dikenal juga dengan sebutan retarder.
Berbeda dengan jenis accelerating yang cocok digunakan saat musim dingin, retarding admixture ini cenderung lebih dibutuhkan saat cuaca atau musim panas.
Pasalnya dengan suhu panas, pengeringan beton jadi jauh lebih cepat dari seharusnya yang mana hal ini bisa mempengaruhi proses pemadatan maupun pengecoran beton.
Water Reducing and Accelerating Admixture
Kemudian ada jenis obat beton yang memiliki dua fungsi, yaitu water reducing and accelerating admixture. Jenis produk ini memiliki fungsi untuk mengurangi jumlah air yang diperlukan dan bisa juga digunakan untuk mempercepat proses pengerasan beton.
Water Reducing and Retarding Admixture
Jenis obat cor beton berikutnya yang juga menawarkan dua fungsi yaitu water reducing and retarding admixture.

Sesuai namanya produk ini berfungsi untuk mengurangi air yang ditambahkan ke campuran beton sekaligus bisa juga untuk memperlambat proses pengeringan beton.

Cara Kerja Cairan Obat Pengeras Beton

Setelah mengetahui ragam jenis dari obat cor beton yang bisa membantu Anda menghasilkan beton sesuai kebutuhan, berikutnya Anda juga perlu memahami tentang bagaimana cara produk ini bekerja.

Tentunya cara kerja dari obat beton ini bisa berbeda-beda sesuai dengan jenis serta komposisi yang dimiliki produknya Namun secara umum, mekanisme kerja dari cairan pengeras beton dapat Anda simak di bawah ini:

Mengurangi Kebutuhan Air
Seperti yang sudah disebutkan, cairan pengeras beton bekerja dengan cara mengurangi kebutuhan air yang diperlukan dalam campuran beton.
Dengan bahan kimia dalam kandungannya, hal ini membuat beton yang dihasilkan jadi lebih cepat mengeras.
Mengurangi Retak Serta Penyusutan
Dengan fungsinya yang bisa mengurangi air dalam proses pencampuran beton, hal tersebut akan mempengaruhi proses pengeringan yang membuatnya jadi lebih tahan penyusutan.
Kondisi demikian kemudian membuat hasil jadi beton lebih minim mengalami risiko retak rambut yang biasanya sering terjadi pada permukaan beton konvensional.
Supaya hasilnya optimal, produk pengeras beton ini dicampurkan atau dituangkan saat proses pengadukan dan sebelum beton diaplikasikan ke cetakan.
Mengatur Waktu Pengeringan
Pada jenis accelerating admixture, produk ini bekerja dengan cara mempercepat waktu pengeringan beton
Ketika umumnya beton memerlukan waktu pengeringan selama 28 hari, dengan mengaplikasikan produk pengeras beton ini, maka prosesnya bisa dipercepat. Bahkan waktu pengeringan ini bisa lebih cepat separuhnya.
Meningkatkan Plastisitas
Kemudian pada jenis water reducing admixture, produk ini cenderung bisa meningkatkan plastisitas. Dengan keunggulan tersebut, maka campuran beton jadi lebih mudah untuk diolah.

Kondisi ini kemudian yang membuat hasil akhir beton jadi lebih optimal dan tentunya sesuai dengan kebutuhan konstruksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat PAD, Mendagri Minta Pemda di Sultra Hidupkan UMKM dan Sektor Swasta

Perkuat PAD, Mendagri Minta Pemda di Sultra Hidupkan UMKM dan Sektor Swasta

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 17:59 WIB

UMKM Jakarta Siap Naik Kelas! Bank Jakarta Gandeng Pemerintah dan Swasta Dukungan Penuh

UMKM Jakarta Siap Naik Kelas! Bank Jakarta Gandeng Pemerintah dan Swasta Dukungan Penuh

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:08 WIB

Pelaku UMKM Diberi Pemahaman Soal Penjaminan Kredit lewat Literasi Keuangan

Pelaku UMKM Diberi Pemahaman Soal Penjaminan Kredit lewat Literasi Keuangan

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2025 | 08:00 WIB

BRI Raih Penghargaan Kehati ESG Award 2025, Dorong Proyek Hijau dan UMKM Berkelanjutan

BRI Raih Penghargaan Kehati ESG Award 2025, Dorong Proyek Hijau dan UMKM Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:22 WIB

Perkuat Ekonomi di Level Grassroot, BRI Salurkan Pembiayaan pada UMKM Senilai Rp1.137,84 Triliun

Perkuat Ekonomi di Level Grassroot, BRI Salurkan Pembiayaan pada UMKM Senilai Rp1.137,84 Triliun

Bisnis | Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:02 WIB

Pesta Rakyat Brisbane 2025: Pertamina Bawa UMKM Tembus Pasar Global

Pesta Rakyat Brisbane 2025: Pertamina Bawa UMKM Tembus Pasar Global

Bisnis | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 20:12 WIB

Terkini

OJK: MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, Sinyal Positif untuk Investor Asing

OJK: MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, Sinyal Positif untuk Investor Asing

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:24 WIB

Promo Spesial BRI di Alfamidi, Dapatkan Hadiah Langsung Belanja Akhir Pekan

Promo Spesial BRI di Alfamidi, Dapatkan Hadiah Langsung Belanja Akhir Pekan

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:15 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 19:49 WIB

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:50 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB