Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Review ANTM: Kinerja Cukup Solid, Saham Layak Dibeli?

M Nurhadi

Senin, 01 September 2025 | 13:18 WIB
Review ANTM: Kinerja Cukup Solid, Saham Layak Dibeli?
Ilustrasi ANTM-Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • ANTM melaporkan laba bersih sebesar Rp4,7 triliun
  • Kinerja solid didorong oleh bisnis perdagangan emas dan nikel
  • Target harga tetap di Rp3.900 per saham

Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melaporkan laba bersih sebesar Rp4,7 triliun pada semester pertama 2025, melonjak 203% secara tahunan (year-on-year).

Angka ini jauh melampaui ekspektasi para analis, mencapai 67% dari estimasi laba per saham (EPS) dan 69% dari konsensus.

Kinerja kuat ini terutama ditopang oleh performa solid pada kuartal kedua 2025, didorong oleh bisnis perdagangan emas dan nikel.

Dikutip dari Indopremiere, pada kuartal kedua 2025 saja, laba bersih ANTM mencapai Rp2,6 triliun, naik 20% secara kuartalan (quarter-on-quarter).

Peningkatan ini berkat kenaikan volume perdagangan emas sebesar 13% dan harga jual rata-rata (ASP) 15% secara kuartalan.

Selain itu, bisnis nikel ore juga mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan kenaikan volume 14% dan ASP 24% secara kuartalan. Meski beban operasional meningkat 22%, margin EBIT dan EBITDA perusahaan tetap stabil di level 10% dan 11%.

Laporan operasional ANTM menunjukkan performa yang solid, terutama dari dua komoditas utamanya:

  1. Emas: Volume perdagangan emas mencapai 500 koz (+13% qoq) dengan ASP yang juga tumbuh signifikan (+15% qoq).
  2. Nikel Ore: Volume penjualan nikel ore meningkat 14% qoq, meskipun terjadi perlambatan produksi akibat gangguan di tambang nikel Gag. Kenaikan ASP yang signifikan sebesar 24% qoq menjadi US$55/wmt juga membantu mendongkrak pendapatan.
  3. FeNi: Penjualan FeNi turun drastis 81% qoq menjadi 0,9 kt, yang disebabkan oleh regulasi baru yang melarang penjualan di bawah harga patokan. Namun, masalah ini diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga 2025 seiring adanya perubahan regulasi.

Di sisi lain, pendapatan dari entitas asosiasi seperti Weda Bay Nickel (WBN) juga melonjak 127% qoq, ditopang oleh volume penjualan bijih nikel eksternal sebesar 5,6 juta wmt.

Peningkatan ini terutama berkat penjualan bijih saprolit yang lebih menguntungkan (+22% qoq), meskipun volume bijih limonit turun 35% qoq.

WBN juga telah memperoleh tambahan kuota produksi sebesar 10 juta, yang diharapkan akan semakin mendongkrak pendapatan pada semester kedua 2025.

Dengan kinerja yang melampaui ekspektasi dan fundamental yang kuat, para analis mempertahankan rekomendasi “Buy” untuk saham ANTM.

Indopremiere menargetkan harga saham tetap di Rp3.900, didukung oleh proyeksi pertumbuhan laba per saham (EPS) yang solid di tahun fiskal 2025, diperkirakan mencapai 93% yoy. Rincian lebih lanjut diharapkan akan terungkap dalam earnings call ANTM pada 4 September mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham BBCA Diborong saat Melemah Hari Ini

Saham BBCA Diborong saat Melemah Hari Ini

Bisnis | Senin, 01 September 2025 | 12:56 WIB

Efek Demo Masih Terasa, IHSG Masih Anjlok di Sesi I ke Level 7.700

Efek Demo Masih Terasa, IHSG Masih Anjlok di Sesi I ke Level 7.700

Bisnis | Senin, 01 September 2025 | 12:45 WIB

IHSG Ambruk Hingga ke Level 7.500 di Awal Sesi Perdagangan Senin, 657 Saham Kebakaran

IHSG Ambruk Hingga ke Level 7.500 di Awal Sesi Perdagangan Senin, 657 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 01 September 2025 | 09:14 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 1.978.000 per Gram di Tengah Gelombang Aksi Massa

Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 1.978.000 per Gram di Tengah Gelombang Aksi Massa

Bisnis | Senin, 01 September 2025 | 08:44 WIB

Investor Panik Buat IHSG Rontok di 7.830, Isu Keamanan Domestik jadi Sorotan

Investor Panik Buat IHSG Rontok di 7.830, Isu Keamanan Domestik jadi Sorotan

Bisnis | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 17:26 WIB

Investor Asing Pelototi Rentetan Demo Hingga Ojol Tewas, Aksi Jual Marak

Investor Asing Pelototi Rentetan Demo Hingga Ojol Tewas, Aksi Jual Marak

Bisnis | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 13:16 WIB

Terkini

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:44 WIB

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:46 WIB

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:37 WIB

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:11 WIB

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:14 WIB

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:48 WIB

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:20 WIB

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:09 WIB