Demo Meluas Bukan karena Asing, Tapi Masalah Perut!

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 01 September 2025 | 16:40 WIB
Demo Meluas Bukan karena Asing, Tapi Masalah Perut!
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi demontrasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hma/rwa]
Baca 10 detik
  • Indef sebut gelombang demontrasi bukan karena campur tangan asing, tapi masalah perut.
  • Pemicu utama aksi ini adalah faktor domestik yang menekan rakyat.
  • Esther memperingatkan, jika ketidakpuasan publik ini dibiarkan tanpa respons yang tepat, dampaknya bisa mengguncang stabilitas politik dan ekonomi.

Suara.com - Gelombang demonstrasi yang meluas di berbagai kota di Tanah Air bukan disebabkan oleh campur tangan asing, melainkan akibat jurang kesenjangan ekonomi yang semakin dalam.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti dalam diskusi virtual bertajuk di Persimpangan: Ketimpangan, Reformasi Fiskal, dan Masa Depan Ekonomi, Senin (1/9/2025).

"Ini bukan masalah intervensi asing, tapi masalah perut," kata Esther.

Menurutnya, pemicu utama aksi ini adalah faktor domestik yang menekan rakyat, mulai dari kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pemangkasan perlindungan bagi tenaga kerja, hingga gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang masif. Kondisi ini, kata Esther, memperparah ketidakpuasan publik.

Esther menyoroti perbandingan mencolok yang memperburuk rasa ketidakadilan sosial. Ia membandingkan rata-rata gaji buruh yang hanya sekitar Rp5 juta per bulan dengan gaji resmi anggota DPR yang mencapai Rp104 juta.

"Gaji anggota DPR 20 kali lipat lebih tinggi dari gaji buruh. Ini memperburuk rasa ketidakadilan sosial. UU ketenagakerjaan tidak memberi perlindungan memadai, sementara fasilitas DPR justru meningkat," ujarnya.

Esther memperingatkan, jika ketidakpuasan publik ini dibiarkan tanpa respons yang tepat, dampaknya bisa mengguncang stabilitas politik dan ekonomi. Gejolak yang terjadi, lanjutnya, berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan melemahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), seperti yang sudah terlihat dalam beberapa pekan terakhir.

"Kalau kondisi ini dibiarkan, saya khawatir ekonomi akan makin memburuk," tegas Esther.

Pengunjuk rasa melempar batu ke barikade polisi saat aksi di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Medan, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Yudi Manar/rwa]
Pengunjuk rasa melempar batu ke barikade polisi saat aksi di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Medan, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Yudi Manar/rwa]

Lebih jauh, Esther juga menyoroti ancaman terkikisnya kelas menengah akibat stagnasi upah, PHK, dan minimnya penciptaan lapangan kerja formal. Pelemahan kelas menengah akan menghantam konsumsi domestik yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

baca juga

Untuk mencegah krisis ini, Esther mendorong pemerintah agar segera merealokasi anggaran negara. Ia menekankan, prioritas saat ini adalah menjaga daya beli masyarakat, bukan malah menambah beban lewat kenaikan pajak atau proyek besar. Pemerintah harus fokus menciptakan lapangan kerja baru melalui revitalisasi industri manufaktur dan penguatan rantai pasok domestik.

"Ketika daya beli kelas menengah turun, konsumsi pun melemah, dan akhirnya ekonomi bisa makin terkontraksi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Bernafas Lega, Aktivitas Normal Setelah Gelombang Demonstrasi

Jakarta Bernafas Lega, Aktivitas Normal Setelah Gelombang Demonstrasi

Foto | Senin, 01 September 2025 | 16:32 WIB

Hendri Satrio Sebut Momen Keos Ini Jadi Waktu Tepat Pemerintah Komunikasi Dengan Media Massa

Hendri Satrio Sebut Momen Keos Ini Jadi Waktu Tepat Pemerintah Komunikasi Dengan Media Massa

News | Senin, 01 September 2025 | 16:26 WIB

Tiga Lembaga Ekonom Kritik Pemerintah: Gelombang Demo Cerminan Gagal Kelola Ekonomi Berkeadilan!

Tiga Lembaga Ekonom Kritik Pemerintah: Gelombang Demo Cerminan Gagal Kelola Ekonomi Berkeadilan!

Bisnis | Senin, 01 September 2025 | 16:03 WIB

Terkini

2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintah Kuasai Kembali 6,2 Juta Hektare Hutan dan Setor Rp52 Triliun

2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintah Kuasai Kembali 6,2 Juta Hektare Hutan dan Setor Rp52 Triliun

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:47 WIB

5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal

5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Anak di Indonesia? Cek Syarat dan Tahapannya

Bagaimana Cara Adopsi Anak di Indonesia? Cek Syarat dan Tahapannya

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Kenichi Suzumura Alami Adjustment Disorder, Agensi Putuskan Bubar pada 2027

Kenichi Suzumura Alami Adjustment Disorder, Agensi Putuskan Bubar pada 2027

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hekrafnas 2026 Serentak Diselenggarakan di Jakarta, 7 Provinsi dan 17 Negara

Hekrafnas 2026 Serentak Diselenggarakan di Jakarta, 7 Provinsi dan 17 Negara

Jakarta | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Geledah Kantor BNPB dan 7 Lokasi Lain, KPK Sita Uang, Perhiasan hingga 3 Unit Mobil

Geledah Kantor BNPB dan 7 Lokasi Lain, KPK Sita Uang, Perhiasan hingga 3 Unit Mobil

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Ini Strategi Kapolda Sulsel Redam Konflik Berdarah di Kota Makassar

Ini Strategi Kapolda Sulsel Redam Konflik Berdarah di Kota Makassar

Sulsel | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Viral Pelari Singapura Jogging di Mall Imbas Udara Buruk karena Kebakaran Hutan Indonesia

Viral Pelari Singapura Jogging di Mall Imbas Udara Buruk karena Kebakaran Hutan Indonesia

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Harga Tembus 154 Dolar AS per Ton, Bahlil akan Tambah Produksi Batu Bara

Harga Tembus 154 Dolar AS per Ton, Bahlil akan Tambah Produksi Batu Bara

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Sudah 13.850 Warga Pekanbaru Terserang ISPA selama Kabut Asap Karhutla

Sudah 13.850 Warga Pekanbaru Terserang ISPA selama Kabut Asap Karhutla

Riau | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:19 WIB

×