Kepercayaan Rakyat ke Pemerintahan Prabowo Sudah Terkikis, Ini yang Perlu Dilakukan

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 02 September 2025 | 18:08 WIB
Kepercayaan Rakyat ke Pemerintahan Prabowo Sudah Terkikis, Ini yang Perlu Dilakukan
Aksi demonstrasi yang digelar ratusan mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025) disebut dipicu karena rakyat sudah mulai kehilangan kepercayaan pada pemerintah. (Suara.com/M Yasir)
Baca 10 detik
  • CSIS menilai telah terjadi krisis legitimasi fiskal terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Gelombang demonstrasi merupakan akumulasi keresahan masyarakat atas memburuknya kondisi ekonomi.
  • Pemerintah bisa membangun kembali kepercayaan fiskal melalui empati dan keteladanan.

Suara.com - Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Deni Friawan mengatakan telah terjadi krisis legitimasi fiskal terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang memicu demonstrasi sejak akhir Agustus kemarin.

Ia mengatakan pemerintah perlu membangun kembali kepercayaan fiskal yang merupakan akar permasalahan dari protes besar-besaran dan menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa.

Gelombang demonstrasi yang merebak merupakan akumulasi keresahan masyarakat atas memburuknya kondisi ekonomi dan kepercayaan terhadap pemerintah yang kian menurun.

"Kalau pemerintah tidak bisa mengatasi akar permasalahan utamanya, krisis ini akan terus terjadi dan berulang. Karena itu, pemerintah harus bisa membangun kembali kepercayaan fiskal melalui empati dan keteladanan," kata Deni dalam media briefing di Jakarta, Selasa (2/8/2025).

Deni merinci dalam hal ini pemerintah perlu untuk menghentikan pemborosan anggaran hingga mengevaluasi tunjangan serta sikap para pejabat pemerintahan.

Langkah lain yang juga mendesak yaitu perlunya meningkatkan akuntabilitas dan transparansi anggaran, memperbaiki layanan publik, serta meninjau ulang desain program prioritas pemerintah agar lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain itu, Deni menilai dialog terbuka perlu diperluas, tidak hanya dengan buruh tetapi juga pelaku usaha.

"Pada dasarnya, tidak ada pertentangan antara buruh dan pengusaha. Kalau kita hanya mengancam pengusaha, itu justru akan memperburuk keadaan bagi semua pihak," katanya.

Oleh karena itu, reformasi ekonomi dan perbaikan iklim usaha harus menjadi prioritas agar lapangan kerja dapat terjaga dan ekonomi kembali pulih Dalam paparannya, Deni memandang aksi massa sepekan terakhir mencerminkan beban ekonomi yang semakin berat.

baca juga

Meski pertumbuhan ekonomi relatif stabil, distribusinya masih timpang. Tingkat kemiskinan menurun, namun kelas menengah ikut tergerus.

Begitu juga dengan tingkat pengangguran terbuka yang rendah, namun jumlah pengangguran justru naik disertai maraknya PHK dan makin dominannya pekerjaan di sektor informal.

"Singkatnya, protes-protes ini merupakan akumulasi keresahan atas kesulitan hidup dan kekecewaan atas pemerintahan," tutur Deni.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri menyarankan dalam kondisi global yang tak menentu, seharusnya pemerintah lebih cermat menggunakan instrumen fiskal.

"Instrumen fiskal itu seharusnya ditujukan untuk apa yang biasa disebut oleh para ekonom sebagai anti-cyclical, ketika kondisi perekonomian sedang memburuk, malah kemudian harus didorong fiskalnya agar bisa mendorong pertumbuhan," jelasnya.

Meski demikian, ia menilai hal itu belum terlihat. Kebijakan yang digulirkan selama ini masih belum memberikan insentif yang cukup bagi dunia usaha untuk bergerak lebih aktif.

Lebih lanjut, Yose menekankan pentingnya mengembalikan pendekatan teknokratis dalam perumusan kebijakan. Karena menurutnya selama ini, pendekatan tersebut kerap dikesampingkan, dan hanya menjadi alat pembenaran keputusan politik.

"Ada pendekatan-pendekatan teknokratis juga yang perlu diambil dan perlu diperhatikan. Semoga semua ini menjadi wake up call bagi semua pihak agar dapat menciptakan sistem demokrasi yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Adapun pada Kamis (28/8) hingga Minggu (31/8), aksi unjuk rasa berlangsung di berbagai daerah Indonesia. Di sejumlah lokasi, aksi berujung kericuhan bahkan memakan korban jiwa, sebagian besar dari kalangan masyarakat sipil yang bukan peserta aksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Disorot Dunia: PBB Kecam Keras Kekerasan Aparat dalam Demo

Indonesia Disorot Dunia: PBB Kecam Keras Kekerasan Aparat dalam Demo

Video | Selasa, 02 September 2025 | 16:35 WIB

Demo Berdarah Jadi Sorotan Dunia, PBB Desak Indonesia Lakukan 4 Hal Ini

Demo Berdarah Jadi Sorotan Dunia, PBB Desak Indonesia Lakukan 4 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 02 September 2025 | 18:01 WIB

Polda Metro Jaya Tetapkan 38 Tersangka Aksi Anarkis Saat Demo, Dijerat Pasal Berlapis

Polda Metro Jaya Tetapkan 38 Tersangka Aksi Anarkis Saat Demo, Dijerat Pasal Berlapis

News | Selasa, 02 September 2025 | 16:24 WIB

Demonstrasi 2025 dan Reformasi 1998, Akankah Sejarah Terulang Sama?

Demonstrasi 2025 dan Reformasi 1998, Akankah Sejarah Terulang Sama?

Your Say | Selasa, 02 September 2025 | 16:17 WIB

Pemerintah Boros dan Tambah Jabatan, CSIS Sebut Jadi Biang Kerok Krisis Kepercayaan Publik

Pemerintah Boros dan Tambah Jabatan, CSIS Sebut Jadi Biang Kerok Krisis Kepercayaan Publik

News | Selasa, 02 September 2025 | 15:43 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×