Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dulu Raja Rokok Hingga Saham, Kini Gudang Garam Berada di Tepi Jurang

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 08 September 2025 | 09:21 WIB
Dulu Raja Rokok Hingga Saham, Kini Gudang Garam Berada di Tepi Jurang
Ilustrasi. Perusahaan rokok Gudang Garam terus mengalami tren penurunan harga saham yang signifikan, mencapai level terendah dalam 52 minggu terakhir.
Baca 10 detik
  • Gudang Garam kini menghadapi tantangan industri yang berat.
  • Laba perusahaan anjlok tajam dibandingkan tahun lalu.
  • Isu PHK massal telah membuat sentimen negatif bagi saham perusahaan.

Suara.com - Sebuah bayang-bayang kelam menyelimuti PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Perusahaan rokok raksasa ini terus mengalami tren penurunan harga saham yang signifikan, mencapai level terendah dalam 52 minggu terakhir. Sentimen negatif yang membayangi perusahaan, termasuk isu kinerja keuangan yang tertekan dan kabar pemutusan hubungan kerja (PHK), membuat investor ragu-ragu.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (8/9/2025), saham GGRM berada di kisaran harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga tertingginya dalam setahun terakhir, yaitu Rp8.450 per saham atau anjlok 3,75 persen setelah mencatat fluktuasi yang cukup signifikan dari awal bulan ini.

Penurunan harga saham ini tidak terlepas dari kinerja keuangan GGRM yang mengalami tekanan berat. Perusahaan ini membukukan penurunan laba bersih yang sangat drastis di semester I 2025, menjadi hanya Rp117 miliar. Angka ini anjlok tajam dibandingkan laba bersih Rp925,51 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Laba Gudang Garam memang terus melorot dalam beberapa tahun terakhir. Laba yang sempat menyentuh Rp5,32 triliun pada 2023, jatuh ke Rp980,8 miliar pada 2024. Penurunan laba ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kenaikan cukai rokok hingga maraknya peredaran rokok ilegal yang memukul penjualan perusahaan.

Di tengah kondisi keuangan yang melemah, isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Gudang Garam juga beredar dan menambah sentimen negatif di pasar. Meskipun manajemen belum memberikan konfirmasi resmi, kabar ini turut memperburuk persepsi investor terhadap prospek perusahaan.

Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi Gudang Garam, yang dulunya pernah menjadi 'raja' di industri rokok dengan harga saham yang sempat menyentuh level Rp100.000 per lembar pada Maret 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi IHSG Hari Ini di Tengah Penguatan Bursa Asia dan Sentimen Wall Street

Prediksi IHSG Hari Ini di Tengah Penguatan Bursa Asia dan Sentimen Wall Street

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 07:18 WIB

BBCA Diprediksi Meroket, Sejumlah Analis Ungkap Alasan Rekomendasi Saham

BBCA Diprediksi Meroket, Sejumlah Analis Ungkap Alasan Rekomendasi Saham

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 06:37 WIB

10 Lowongan Kerja Buruh Pabrik September 2025 Beserta Perkiraan Gaji

10 Lowongan Kerja Buruh Pabrik September 2025 Beserta Perkiraan Gaji

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 07:15 WIB

Terkini

Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?

Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:50 WIB

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23 WIB

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:07 WIB

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:04 WIB

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:00 WIB

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:55 WIB

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:43 WIB

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:38 WIB

Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?

Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:05 WIB

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026

Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:02 WIB