Waspada! Rupiah Besok Diramal Merosot Setelah Reshuffle Kabinet

Achmad Fauzi

Senin, 08 September 2025 | 19:10 WIB
Waspada! Rupiah Besok Diramal Merosot Setelah Reshuffle Kabinet
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi meramal nilai tukar rupiah bisa merosot terhadap dolar AS pada perdagangan, Selasa, 9 September 2025 besok. Hal ini setelah adanya kabar perombakan atau reshuffle

"Untuk rupiah besok kemungkinan melemah ya ke level Rp 16.300 - Rp 16.350," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip, Senin (8/9/2025).

Pada hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah masih menguat di tengah kabar perombakan kabinet atau reshuffle yang mendera sejumlah menteri termasuk salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Pelantikan reshuffle kabinet. (YT Sekretariat presiden)
Pelantikan reshuffle kabinet. (YT Sekretariat presiden)

Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 123 point sebelumnya sempat menguat 130 point dilevel Rp 16.309 per USD.

Ibrahim menilai, penguatan rupiah ini lebih didorong dari sentimen luar negeri di mana data ekonomi Amerika Serikat mengalami perlambatan.

Misalnya, laporan ketenagakerjaan AS terbaru menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja yang signifikan dan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,3 persen.

"Hal ini memperkuat sentimen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan September, dengan peluang tipis untuk penurunan yang lebih substansial sebesar 50 basis poin," imbuhnya.

Selain itu, tutur Ibrahim, rilis data neraca perdagangan tumbuh sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan pada bulan Agustus. Namun, pertumbuhan ekspor melambat tajam dan meleset dari ekspektasi, menandakan melemahnya permintaan luar negeri di tengah kondisi ekonomi yang menurun di pasar-pasar terbesar negara tersebut.

"Tarif perdagangan AS terhadap China juga tetap relatif tinggi, yang pada gilirannya menekan permintaan ekspor. Impor China juga tumbuh jauh lebih lambat dari perkiraan, menandakan lemahnya permintaan domestik," imbuhnya.

baca juga

Dari dalam negeri, Ibrahim menyebut, tingginya cadangan devisa Indonesia turut menjadi sokongan rupiah bisa perkasa pada hari ini. Karena Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Oleh sebab itu, cadangan devisa sebesar USD 150,7 miliar itu diyakini memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal sejalan dengan tetap terjaganya prospek ekspor, neraca transaksi modal, dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus," pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asing Bawa Kabur Dana Rp 543,7 Miliar dari Pasar Saham di Tengah Reshuffle Kabinet

Asing Bawa Kabur Dana Rp 543,7 Miliar dari Pasar Saham di Tengah Reshuffle Kabinet

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 18:50 WIB

CORE Indonesia: Sri Mulyani Disayang Pasar, Purbaya Punya PR Berat

CORE Indonesia: Sri Mulyani Disayang Pasar, Purbaya Punya PR Berat

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 18:38 WIB

Sri Mulyani Menteri Terbaik Dunia yang 'Dibuang' Prabowo

Sri Mulyani Menteri Terbaik Dunia yang 'Dibuang' Prabowo

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 18:12 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×