Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PYFA Sebut Sektor Kesehatan Adalah Investasi Masa Depan

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 09 September 2025 | 11:02 WIB
PYFA Sebut Sektor Kesehatan Adalah Investasi Masa Depan
Ilustrasi. Lebih dari 96% penduduk Indonesia masih kurang mengonsumsi sayur dan buah (Elements Envato)
Baca 10 detik
  • PFYA mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap kesehatan dari sekadar biaya.
  • Kesehatan adalah investasi jangka panjang.
  • Lebih dari 96% penduduk Indonesia masih kurang mengonsumsi sayur dan buah.

Suara.com - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) melalui lini bisnisnya, PYFAHEALTH memperkenalkan kampanye BodyVestment, sebuah gerakan yang revolusioner yang mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap kesehatan dari sekadar biaya atau pengeluaran, menjadi sebuah investasi jangka panjang dengan potensi Return on Investment (ROI) yang tak terhingga.

"Sering kali, kesehatan dianggap sebagai biaya atau pengeluaran dan melalui kampanye BodyVestment kami ingin mengubah cara pandang tersebut. Kami meyakini satu hal bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang yang nilainya tak ternilai," ujar Antes Eko Prasetio, Chief Commercial Officer PYFA, Selasa (9/9/2025).

Kampanye BodyVestment mengajak masyarakat untuk mengelola "portofolio" kesehatan mereka dengan mentalitas seorang investor cerdas. Kampanye ini berlandaskan empat pilar utama yang fundamental, layaknya diversifikasi portofolio seperti olahraga teratur minimal 150 menit per minggu, nutrisi makro dan mikro yang seimbang, istirahat cukup minimal 6-8 jam dan suplementasi yang tepat.

PYFAHEALTH menyadari bahwa seiring bertambahnya usia, tubuh membutuhkan dukungan nutrisi tambahan. Oleh karena itu, mereka menghadirkan rangkaian produk suplementasi lengkap untuk mendukung setiap pilar, mulai dari kesehatan ibu dan anak, suplemen harian untuk daya tahan tubuh, hingga suplemen untuk kesehatan tulang dan sendi.

Gerakan ini lahir dari kesadaran akan data-data kesehatan yang memprihatinkan di Indonesia. Menurut Antes Eko Prasetio, banyak penyakit tidak menular (PTM) yang bisa dicegah melalui perbaikan pola hidup. Data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME, 2019) menunjukkan bahwa mayoritas kematian di Indonesia disebabkan oleh PTM seperti hipertensi dan diabetes.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 juga menguatkan temuan ini, di mana lebih dari 96% penduduk Indonesia masih kurang mengonsumsi sayur dan buah, dan prevalensi obesitas meningkat hingga 23,4%.

Melalui BodyVestment, PYFA ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama. Seperti halnya investasi, setiap langkah kecil yang diambil dalam merawat tubuh akan memberikan hasil berharga yang tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Sertijab Menkeu, IHSG Langsung 'Tumbang' 77 Poin

Jelang Sertijab Menkeu, IHSG Langsung 'Tumbang' 77 Poin

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 10:18 WIB

Skrining BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap Deteksi Dini Penyakit di Tahun 2025

Skrining BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap Deteksi Dini Penyakit di Tahun 2025

Health | Selasa, 09 September 2025 | 09:21 WIB

Pertamina Investasi Infrastruktur Kesehatan Terapung, Perkuat Ekonomi Wilayah 3T

Pertamina Investasi Infrastruktur Kesehatan Terapung, Perkuat Ekonomi Wilayah 3T

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 09:11 WIB

Terkini

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 22:19 WIB

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB