Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Netmonk dari PT Telkom Indonesia Berikan Layanan Monitoring Jaringan Mandiri

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 10 September 2025 | 17:39 WIB
Netmonk dari PT Telkom Indonesia Berikan Layanan Monitoring Jaringan Mandiri
Netmonk, salah satu produk digital unggulan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), memberikan layanan Netmonk on-Premise yang mendeteksi anomali secara real-time (Dok: Telkom)

Suara.com - Saat ini hampir seluruh aktivitas bisnis bergantung pada kelancaran jaringan. Mulai dari komunikasi internal, pengelolaan data, hingga layanan kepada pelanggan, semuanya membutuhkan sistem jaringan yang stabil dan bisa diandalkan.

Namun, bagi perusahaan menengah hingga besar, mengelola jaringan bukanlah perkara sederhana. Oleh karena itu, Netmonk, salah satu produk digital unggulan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), memberikan layanan Netmonk on-Premise yang mendeteksi anomali secara real-time. Sehingga, tim terkait tidak hanya bersifat reaktif, justru lebih proaktif dalam menjaga stabilitas sistem. Manfaatnya mencakup efisiensi waktu, pengurangan risiko downtime, peningkatan keandalan layanan, dan optimalisasi pengambilan keputusan berbasis data yang akurat.

Netmonk On-Premise mampu prediksi potensi masalah jaringan secara aman (Dok: Telkom)
Netmonk On-Premise mampu prediksi potensi masalah jaringan secara aman (Dok: Telkom)

Semakin besar skala perusahaan, semakin kompleks pula infrastruktur jaringannya. Jumlah perangkat yang harus dipantau bertambah, lalu lintas data semakin padat, dan potensi gangguan pun meningkat. Di tengah kondisi ini, banyak perusahaan masih mengandalkan pemantauan jaringan secara manual. Artinya, tim IT harus memeriksa satu per satu perangkat atau sistem, mencatat secara manual, dan sering kali hanya bereaksi setelah gangguan terjadi.

Pemantauan manual seperti ini memiliki banyak kelemahan. Prosesnya lambat dan tidak efisien, terutama saat harus menangani ratusan atau ribuan perangkat. Risiko human error pun tinggi. Kesalahan pencatatan, kelalaian mendeteksi anomali, atau terlambat merespons notifikasi bisa berdampak besar pada kinerja operasional. Yang lebih parah, pendekatan manual tidak mampu memberikan gambaran kondisi jaringan secara real-time, padahal waktu sangat krusial ketika terjadi gangguan.

Karena kesulitan ini, tidak sedikit perusahaan yang akhirnya menyerahkan tugas monitoring jaringan kepada vendor. Tetapi langkah ini pun punya tantangan tersendiri. Ketergantungan pada vendor berarti perusahaan tidak punya kontrol penuh terhadap sistem yang sangat vital. Jika terjadi kendala, perusahaan harus menunggu pihak ketiga untuk merespons, yang kadang tidak secepat yang diharapkan. Selain itu, biaya kerja sama jangka panjang dengan vendor bisa membebani anggaran operasional.

Kesimpulannya, pengelolaan jaringan yang kompleks, metode monitoring yang tidak efisien, dan ketergantungan pada pihak ketiga menjadi tantangan besar yang menghambat efisiensi dan produktivitas perusahaan. Tantangan-tantangan inilah yang membuka kebutuhan akan solusi monitoring jaringan yang lebih cepat, akurat, dan dapat dikelola secara mandiri oleh perusahaan.

Kini, hadir Netmonk dari Telkom yang bisa menjadi solusi pemantauan jaringan. Netmonk dapat membantu perusahaan dan institusi yang ingin memantau jaringan mereka secara mandiri, tanpa harus bergantung pada vendor eksternal. Dengan Netmonk, perusahaan bisa melihat kondisi infrastruktur jaringan secara real-time melalui tampilan dashboard yang intuitif dan mudah digunakan, bahkan oleh tim yang tidak terlalu teknis.

Netmonk on-Premise Pantau Jaringan Perusahaan Lebih Aman

Serangkaian fitur yang ditawarkan Netmonk mampu memenuhi kebutuhan perusahaan yang menginginkan solusi monitoring jaringan yang fleksibel, aman, dan dapat disesuaikan sepenuhnya. Netmonk on-Premise disediakan untuk pengguna secara custom build, sehingga seluruh data dipantau dan dikelola secara mandiri di lingkungan internal perusahaan. Hal ini memastikan kontrol penuh atas data dan jaringan tetap berada di tangan perusahaan itu sendiri. Perusahaan juga dapat menyesuaikan fitur pemantauan sesuai kebutuhan spesifik, termasuk perangkat seperti Wi-Fi Controller, GPON (OLT dan ONT), layanan HSI, hingga integrasi dengan sistem pihak ketiga.

baca juga

Keunggulan utama Netmonk adalah fleksibilitas dan interoperabilitasnya. Fleksibilitas memungkinkan perusahaan menyesuaikan fitur, dashboard, dan laporan sesuai kebutuhan spesifik, tanpa bergantung pada template bawaan. Sementara itu, interoperabilitas mendukung integrasi dengan berbagai sistem dan perangkat jaringan yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan perubahan besar pada infrastruktur yang berjalan. Kombinasi ini menjadikan Netmonk sebagai solusi yang adaptif, scalable, dan ideal untuk berbagai sektor industri. Pengelolaan jaringan pun menjadi lebih efisien, proaktif, dan sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan.

“Netmonk on Premise kami kembangkan dengan fleksibilitas dan interoperabilitas untuk membantu institusi dan perusahaan memantau serta mengelola jaringan secara mandiri, efisien, dan proaktif,” ujar EVP Digital Business and Technology Telkom Komang Budi Aryasa.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai manfaat Netmonk, Anda dapat mengunjungi halaman https://netmonk.id/. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkom Terima Audiensi Pemda dan Berbagai Komunitas Papua Selatan, Transparansi Pemulihan SKKL

Telkom Terima Audiensi Pemda dan Berbagai Komunitas Papua Selatan, Transparansi Pemulihan SKKL

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 11:18 WIB

Aksi Penyu-lamat 2025, Telkom Edukasi Sampah dan Selamatkan Penyu di Pantai Pelangi

Aksi Penyu-lamat 2025, Telkom Edukasi Sampah dan Selamatkan Penyu di Pantai Pelangi

Bisnis | Selasa, 02 September 2025 | 17:00 WIB

Dukungan Telkom  untuk Sekolah Berbagai Daerah: Pembelajaran Coding dan AI

Dukungan Telkom untuk Sekolah Berbagai Daerah: Pembelajaran Coding dan AI

Bisnis | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 12:38 WIB

Akselerasi Ekonomi Digital, Telkom Hadirkan Teknologi AI

Akselerasi Ekonomi Digital, Telkom Hadirkan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:21 WIB

Telkom Akses Sukses Jaga Keandalan Infrastruktur Jaringan Selama Upacara HUT ke-80 RI di Jakarta

Telkom Akses Sukses Jaga Keandalan Infrastruktur Jaringan Selama Upacara HUT ke-80 RI di Jakarta

Bisnis | Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:34 WIB

Telkom Aktif Lakukan Penanaman Bibit Pohon di Berbagai Daerah, Jaga Keanekaragaman Hayati

Telkom Aktif Lakukan Penanaman Bibit Pohon di Berbagai Daerah, Jaga Keanekaragaman Hayati

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 15:07 WIB

Terkini

Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi

Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:34 WIB

Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu

Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:30 WIB

KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

Riau | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:27 WIB

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:14 WIB

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:03 WIB

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

×