Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Produksi Padi Indonesia Kalah dari Vietnam, Imbas Ketergantungan Pupuk Kimia?

M Nurhadi

Minggu, 21 September 2025 | 13:45 WIB
Produksi Padi Indonesia Kalah dari Vietnam, Imbas Ketergantungan Pupuk Kimia?
Ilustrasi petani Indonesia di sawah (Pexels/hartono subagio)
baca 10 detik
  • BGN meluncurkan program BGN Agripreneur untuk menciptakan wirausahawan pertanian baru yang memanfaatkan teknologi digital.

  • Program ini bertujuan mengatasi tantangan di sektor pertanian seperti kesejahteraan petani yang rendah dan kurangnya minat anak muda, sekaligus menangkap potensi pasar organik global yang sangat besar.

  • BGN Agripreneur didasarkan pada kesuksesan produk pupuk organik Mustika Tani, yang terbukti mampu meningkatkan kualitas panen dan efisiensi biaya bagi petani.

Suara.com - PT Berniaga Gemilang Nusantara (BGN) secara resmi meluncurkan gerakan BGN Agripreneur di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, di hadapan 700 peserta.

Inisiatif ini dirancang untuk mencetak generasi baru wirausahawan pertanian yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Menurut H. Suroto Zaffirt, pemilik PT BGN, program ini berawal dari keprihatinan terhadap kondisi pertanian di Indonesia.

Ia menyoroti rendahnya kesejahteraan petani, kerusakan lahan akibat penggunaan pupuk kimia, serta minimnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

"BGN Agripreneur adalah ikhtiar kami untuk mengubah tantangan tersebut menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan," ujar Suroto, dikutip dalam keterangan resminya.

Suripto, Penasihat Program BGN Agripreneur, memaparkan tantangan serius yang dihadapi sektor pertanian nasional. Ia menyebutkan bahwa 60% lahan pertanian mengalami kerusakan karena ketergantungan pada pupuk kimia.

Selain itu, produktivitas padi nasional (5,2 ton/ha) masih di bawah Vietnam (6,1 ton/ha), dan rata-rata usia petani saat ini sudah di atas 50 tahun, mengancam regenerasi.

Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat potensi pasar yang sangat besar. Suripto menyoroti nilai pasar produk organik global yang diproyeksikan mencapai Rp11.200 triliun pada 2032.

Sementara itu, kebutuhan pasar domestik Indonesia senilai Rp2.400 triliun masih belum terisi.

baca juga

Dalam acara tersebut, Danny Ramdani, seorang praktisi pemasaran digital, menekankan pentingnya adaptasi digital.

Ia menyebutkan bahwa dengan 212 juta pengguna internet di Indonesia per Februari 2025, pasar digital telah menjadi tempat utama bagi bisnis.

"Ini bukan lagi pilihan, di sinilah pasar kita berada," tegas Danny.

Program BGN Agripreneur dibangun di atas keberhasilan produk unggulan perusahaan, yaitu pupuk organik Mustika Tani. Pak Edi, seorang petani tebu dari Malang, memberikan testimoni bahwa penggunaan pupuk ini membuat panen tebu miliknya meningkat secara kualitas.

"Usia tebu baru 6 bulan, tapi kadar gulanya sudah mencapai kadar gula tinggi (19% brix). Biasanya baru tercapai di usia 1 tahun," jelasnya.

Kesuksesan lain datang dari Haji Andre, seorang eksportir sayuran yang mengelola 3.000 hektar lahan. Ia menyatakan bahwa penggunaan produk BGN membuat biaya pemupukan menjadi lebih hemat, panen lebih cepat, hasil meningkat, dan kualitas pascapanen lebih baik.

"Produk kami terbukti aman sampai ke Taiwan," ujar Haji Andre, menunjukkan bahwa produk BGN telah memenuhi standar pasar ekspor yang ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serikat Petani: Program 3 Juta Rumah Akan Gampang Dilaksanakan kalau Reforma Agraria Dilaksanakan

Serikat Petani: Program 3 Juta Rumah Akan Gampang Dilaksanakan kalau Reforma Agraria Dilaksanakan

News | Kamis, 18 September 2025 | 19:11 WIB

Hari Tani Nasional 2025: Ketimpangan Agraria Jerat Petani, SPI Desak Pemerintah Bertindak!

Hari Tani Nasional 2025: Ketimpangan Agraria Jerat Petani, SPI Desak Pemerintah Bertindak!

News | Kamis, 18 September 2025 | 13:54 WIB

Narji Rugi Besar saat Panen Jahe, Beri Pesan Menohok untuk Pemerintah

Narji Rugi Besar saat Panen Jahe, Beri Pesan Menohok untuk Pemerintah

Entertainment | Kamis, 18 September 2025 | 06:10 WIB

Terkini

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:55 WIB

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:38 WIB

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:06 WIB

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:36 WIB

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:32 WIB

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:27 WIB