Dunia Pekerjaan Makin Canggih Tapi Lulusan Ilmu Komputer Banyak Menganggur, Apa Penyebabnya?

Rabu, 24 September 2025 | 18:27 WIB
Dunia Pekerjaan Makin Canggih Tapi Lulusan Ilmu Komputer Banyak Menganggur, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi pengangguran. (Elements Envato)
Baca 10 detik
  •    AI berpotensi tingkatkan pengangguran di industri teknologi

  •    Mayoritas profesional teknologi kini gunakan AI di pekerjaan

  •    AI menyulitkan pekerja pemula dapatkan pekerjaan

Suara.com - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence bakal terus meningkatkan penggangguran di Industri teknologi. 

Lantaran, mayoritas pekerja di industri teknologi menggunakan kecerdasan buatan dalam pekerjaan mereka untuk tugas-tugas seperti menulis. 

Salah satunya, memodifikasi kode dalam penggunaan AI yang tidak perlu menggunakan kemampuan manusia.

Dilansir dari CNN International, ada 5.000 tanggapan dari para profesional teknologi di seluruh dunia menemukan bahwa 90% responden menggunakan AI dalam pekerjaan mereka, naik 14 persen dari tahun lalu.

Ilustrasi AI atau Artificial Intelligence. (Freepik)
Ilustrasi AI atau Artificial Intelligence. (Freepik)

Temuan ini muncul ketika kebangkitan AI telah memicu berbagai kekhawatiran, sensasi, dan janji tentang bagaimana teknologi tersebut dapat memengaruhi lapangan kerja dan perekonomian. 

CEO Anthropic, Dario Amodei mengatakan AI dapat menyebabkan lonjakan pengangguran. Ini menjadi sebuah sentimen yang membuat banyak orang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

"Beberapa data menunjukkan bahwa semakin sulit bagi pekerja tingkat pemula untuk mendapatkan pekerjaan di bidang rekayasa perangkat lunak, sebuah tren yang muncul di tengah gelombang PHK di industri teknologi," katanya.

Saat ini, tingkat pengangguran untuk lulusan ilmu komputer dan teknik komputer baru-baru ini sekarang lebih tinggi. Angka ini naik dibandingkan bidang-bidang seperti sejarah seni dan bahasa Inggris.

Apalagi, daftar pekerjaan untuk peran teknik perangkat lunak di Indeed turun hingga 71 persen antara Februari 2022 dan Agustus 2025.

Baca Juga: Wamen Nezar Ungkap 4 Fokus dalam Peta Jalan Pengembangan AI di Indonesia

Sementara itu, Senior Director Of Product Managemen Ryan J. Salva mengatakan bahwa sebagian besar tim di Google menggunakan AI. Apalagi, teknologi tersebut telah tertanam dalam segala hal, mulai dari cara dokumentasi ditulis hingga editor kode Google.

"AI dapat memecahkan masalah di berbagai sistem tetapi masih membutuhkan tinjauan manusia dan "banyak jaring pengaman," katanya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI