Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Dunia Pekerjaan Makin Canggih Tapi Lulusan Ilmu Komputer Banyak Menganggur, Apa Penyebabnya?

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 24 September 2025 | 18:27 WIB
Dunia Pekerjaan Makin Canggih Tapi Lulusan Ilmu Komputer Banyak Menganggur, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi pengangguran. (Elements Envato)
baca 10 detik
  •    AI berpotensi tingkatkan pengangguran di industri teknologi

  •    Mayoritas profesional teknologi kini gunakan AI di pekerjaan

  •    AI menyulitkan pekerja pemula dapatkan pekerjaan

Suara.com - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence bakal terus meningkatkan penggangguran di Industri teknologi. 

Lantaran, mayoritas pekerja di industri teknologi menggunakan kecerdasan buatan dalam pekerjaan mereka untuk tugas-tugas seperti menulis. 

Salah satunya, memodifikasi kode dalam penggunaan AI yang tidak perlu menggunakan kemampuan manusia.

Dilansir dari CNN International, ada 5.000 tanggapan dari para profesional teknologi di seluruh dunia menemukan bahwa 90% responden menggunakan AI dalam pekerjaan mereka, naik 14 persen dari tahun lalu.

Ilustrasi AI atau Artificial Intelligence. (Freepik)
Ilustrasi AI atau Artificial Intelligence. (Freepik)

Temuan ini muncul ketika kebangkitan AI telah memicu berbagai kekhawatiran, sensasi, dan janji tentang bagaimana teknologi tersebut dapat memengaruhi lapangan kerja dan perekonomian. 

CEO Anthropic, Dario Amodei mengatakan AI dapat menyebabkan lonjakan pengangguran. Ini menjadi sebuah sentimen yang membuat banyak orang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

"Beberapa data menunjukkan bahwa semakin sulit bagi pekerja tingkat pemula untuk mendapatkan pekerjaan di bidang rekayasa perangkat lunak, sebuah tren yang muncul di tengah gelombang PHK di industri teknologi," katanya.

Saat ini, tingkat pengangguran untuk lulusan ilmu komputer dan teknik komputer baru-baru ini sekarang lebih tinggi. Angka ini naik dibandingkan bidang-bidang seperti sejarah seni dan bahasa Inggris.

Apalagi, daftar pekerjaan untuk peran teknik perangkat lunak di Indeed turun hingga 71 persen antara Februari 2022 dan Agustus 2025.

baca juga

Sementara itu, Senior Director Of Product Managemen Ryan J. Salva mengatakan bahwa sebagian besar tim di Google menggunakan AI. Apalagi, teknologi tersebut telah tertanam dalam segala hal, mulai dari cara dokumentasi ditulis hingga editor kode Google.

"AI dapat memecahkan masalah di berbagai sistem tetapi masih membutuhkan tinjauan manusia dan "banyak jaring pengaman," katanya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamen Nezar Ungkap 4 Fokus dalam Peta Jalan Pengembangan AI di Indonesia

Wamen Nezar Ungkap 4 Fokus dalam Peta Jalan Pengembangan AI di Indonesia

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 18:13 WIB

Pemerintah Andalkan AI Jadi Mesin Ekonomi Baru Indonesia

Pemerintah Andalkan AI Jadi Mesin Ekonomi Baru Indonesia

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 18:04 WIB

Wamen BUMN Ungkap Bahayanya ChatGPT, Bisa Susun Kebijakan Pemerintah

Wamen BUMN Ungkap Bahayanya ChatGPT, Bisa Susun Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Rabu, 10 September 2025 | 15:00 WIB

Terkini

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

×