Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Menkeu Purbaya: Bos Bank Himbara Terlalu Bersemangat Jalankan Ide Presiden

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 27 September 2025 | 11:22 WIB
Menkeu Purbaya: Bos Bank Himbara Terlalu Bersemangat Jalankan Ide Presiden
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan para pimpinan Bank Himbara menaikkan suku bunga deposito valas tanpa berkoordinasi dengan KSSK. [Antara]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah memerintahkan Bank Himbara menaikkan suku bunga deposito valas.
  • Bank-bank Himbara membuat kesalahan mendasar dengan menaikkan bunga deposito valas, dituding jadi penyebab semakin anjloknya nilai tukar rupiah.
  • Pimpinan Bank Himbara disindir terlalu bersemangat menjalankan ide Presiden Prabowo. 

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir pimpinan bank-bank pemerintah yang disebutnya terlalu bersemangat menjalankan ide Presiden Prabowo Subianto ketikka secara serempak menaikkan suku bunga deposito valas pada pekan ini.

Strategi itu dikritik sebagai kesalahan yang sangat mendasar. Karena alih-alih bisa menarik tabungan valas dari luar negeri ke Indonesia, kebijakan itu justru membuat nasabah Indonesia ramai-ramai membeli dolar AS karena lebih menguntungkan saat disimpan dideposito dan membuat nilai tukar rupiah semakin ambrol.

"Jadi ini mungkin ada yang terlalu eager menjalankan ide presiden," kata Purbaya dalam jumpa pers di Kemenkeu pada Jumat (27/9/2025).

Purbaya menerangkan pihaknya sama sekali belum pernah memerintahkan atau mengarahkan Himbara untuk menaikkan bunga deposito valas.

Lebih lanjut Purbaya mengatakan bahkan bank-bank pemerintah tidak melaporkan kebijakan yang diumumkan serempak pada 25 September itu ke Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) seperti yang seharusnya. Purbaya sendiri adalah Ketua KSSK.

Ia mengatakan dirinya beserta anggota KSSK lain seperti Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, tidak mendengar rencana para bank Himbara tersebut.

"Artinya belum dihitung dulu risikonya. Kalau kebijakan resmi, pasti akan kita bahas dengan BI, OJK, dan KSSK secara komprehensif,” tegasnya.

“Mungkin itu inisiatif dari beberapa pemimpin bank. Tapi yang jelas, enggak ada instruksi dari kami. Danantara juga biasanya menekankan basis pasar, tanpa intervensi berlebihan dari pemilik,” lanjut Purbaya.

Sebelumnya Purbaya menegaskan pihaknya tidak pernah mengarahkan dan memerintahkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menaikkan suku bunga deposito valuta asing (valas) sebesar 4 persen.

“Tidak ada kebijakan seperti itu. Saya eenggak pernah menyuruh Danantara atau bank untuk menaikkan bunga deposito seperti itu,” kata Purbaya dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat kemarin.

Meski demikian Purbaya mengakui pernah ada diskusi mengenai insentif untuk membujuk mereka yang menyimpan valas di luar negeri untuk membawa dolarnya ke Indonesia. Namun pembahasan itu dikatakan belum selesai lantaran masih ada risiko yang perlu dihitung.

Tim yang diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengukur risiko kebijakan pun baru akan memberikan laporan pada Jumat (3/10/2025), mengingat waktu yang diberikan untuk melakukan perhitungan adalah selama dua minggu.

Di sisi lain, Purbaya menggarisbawahi bahwa dia berprinsip pro-pasar, sehingga strategi kebijakannya akan lebih mendorong suku bunga rendah dan menggerakkan mekanisme pasar dengan dorongan suplai melalui pemberian uang.

“Jadi, kami selalu mengarahkan kebijakan untuk menggerakkan pasar supaya lebih efisien, bukan mendikte,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Putrama Wahju Setyawan menyatakan penyesuaian suku bunga deposito valas merupakan strategi perseroan untuk menghadirkan nilai tambah bagi nasabah, khususnya yang selama ini lebih banyak menempatkan dana valas di luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Tantang Balik Rocky Gerung: Kalau Ekonomi Tumbuh 5-6 Persen, Harus Minta Maaf ke Saya

Purbaya Tantang Balik Rocky Gerung: Kalau Ekonomi Tumbuh 5-6 Persen, Harus Minta Maaf ke Saya

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 18:13 WIB

Hotman Paris Ngeluh Bunga Deposito Turun, Menkeu Purbaya: Sabar, Rugi Sedikit!

Hotman Paris Ngeluh Bunga Deposito Turun, Menkeu Purbaya: Sabar, Rugi Sedikit!

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 18:02 WIB

Pajak E-commerce Ditunda, Menkeu Purbaya: Kita Gak Ganggu Daya Beli Dulu!

Pajak E-commerce Ditunda, Menkeu Purbaya: Kita Gak Ganggu Daya Beli Dulu!

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 17:26 WIB

Menkeu Purbaya Mau Gandeng Penjual Rokok Ilegal Biar Tetap Bayar Pajak

Menkeu Purbaya Mau Gandeng Penjual Rokok Ilegal Biar Tetap Bayar Pajak

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 17:10 WIB

Rupiah Loyo, Berikut Daftar Nilai Tukar di Bank-bank Utama

Rupiah Loyo, Berikut Daftar Nilai Tukar di Bank-bank Utama

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 12:23 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:04 WIB

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:42 WIB

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:35 WIB

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:10 WIB

6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:10 WIB

Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Dirombak, Kementerian PKP Review Aturan BSPS

Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Dirombak, Kementerian PKP Review Aturan BSPS

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:04 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Adobe! Satgas PASTI Resmi Blokir Magento Gadungan

Waspada Penipuan Berkedok Adobe! Satgas PASTI Resmi Blokir Magento Gadungan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:47 WIB

Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah

Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:27 WIB