Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Rupiah Kembali Menguat pada Jumat Sore

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 16:48 WIB
Rupiah Kembali Menguat pada Jumat Sore
Nilai tukar rupiah kembali menguat pada penutupan perdagnangan Jumat (3/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 35 poin pada Jumat sore ini.
  • Dipengaruhi oleh faktor eksternal, di mana pasar mengabaikan shutdown pemerintah Amerika Serikat.
  • Di dalam negeri, kebijakan Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang terjaga membuat rupiah semakin perkasa.

Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada penutupan perdagangan Jumat sore ini (3/10/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level 16.563 per dolar Amerika Serikat (AS), atau naik 35 poin.

Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan posisi rupiah Rp16.611 per dolar AS.

Penutupan ini lebih baik dibandingkan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.598 per dolar AS. Padahal, pagi tadi rupiah sempat melemah ke level Rp16.631.

Sedangkan, mata uang di Asia bervariasi dengan peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melonjak 0,41%. Selanjutnya ada baht Thailand yang terkerek 0,21 persen dan dolar Taiwan yang sudah ditutup menanjak 0,12 persen.

Dolar Hongkong juga naik 0,03 persen, demikian pun dolar Singapura yang menguat tipis 0,008 persen terhadap the greenback di sore ini. Namun, ringgit Malaysia dan yen Jepang sama-sama menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,09 persen.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan mata uang Indonesia disebabkan beberapa faktor eksternal dan domestik.

Dari eksternal, pasar sebagian besar mengabaikan kekhawatiran atas dampak langsung dari penutupan atau shutdown pemerintah AS. Apalagi, penutupan di masa lalu hanya berdampak terbatas pada pasar keuangan.

"Pasar lebih fokus pada data ketenagakerjaan swasta pekan ini, terutama karena data penggajian non-pertanian pemerintah untuk periode September tampaknya tertunda akibat shutdown pemerintah," katanya.

Sedangkan, dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2025 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5 persen kurang lebih 1 persen.

baca juga

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK September 2025 tercatat inflasi sebesar 0,21% secara bulanan sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 2,65% secara tahunan.

"Pada perdagangan akhir pekan, mata uang rupiah ditutup menguat 43 poin sebelumnya sempat melemah 25 point dilevel Rp.16.555 dari penutupan sebelumnya di level Rp.16.598," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Makin Ganas, Dolar AS Keok Imbas Penutupan Pemerintahan Trump?

Rupiah Makin Ganas, Dolar AS Keok Imbas Penutupan Pemerintahan Trump?

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 16:09 WIB

Geger Shutdown AS, Menko Airlangga: Perundingan Dagang RI Berhenti Dulu!

Geger Shutdown AS, Menko Airlangga: Perundingan Dagang RI Berhenti Dulu!

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 14:36 WIB

Penguatan Rupiah Paling Moncer di Asia

Penguatan Rupiah Paling Moncer di Asia

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 19:32 WIB

Setelah Dua Hari Anjlok, Akhirnya IHSG Menghijau Didorong Penguatan Rupiah

Setelah Dua Hari Anjlok, Akhirnya IHSG Menghijau Didorong Penguatan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 17:04 WIB

Mulai Bangkit, Rupiah Makin Perkasa Lawan Dolar Amerika Serikat

Mulai Bangkit, Rupiah Makin Perkasa Lawan Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 13:26 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×