Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Geger Shutdown AS, Menko Airlangga: Perundingan Dagang RI Berhenti Dulu!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 14:36 WIB
Geger Shutdown AS, Menko Airlangga: Perundingan Dagang RI Berhenti Dulu!
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto Fadil-Suara.com
  • Menko Airlangga mengakui bahwa kebuntuan anggaran di Negeri Paman Sam itu langsung mengganggu agenda kerja Indonesia.
  • Dampak yang paling terasa, menurut Airlangga, adalah terhentinya sementara perundingan dagang antara Indonesia dan AS.
  •  Meski demikian penundaan ini tidak akan memengaruhi hasil akhir perundingan dagang kedua negara.

Suara.com - Keputusan shutdown atau penghentian operasional pemerintah Amerika Serikat (AS) yang resmi dimulai pada 1 Oktober 2025 mulai menunjukkan dampaknya di panggung global, termasuk ke Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui bahwa kebuntuan anggaran di Negeri Paman Sam itu langsung mengganggu agenda kerja Indonesia.

Dampak yang paling terasa, menurut Airlangga, adalah terhentinya sementara perundingan dagang antara Indonesia dan AS.

"Dampaknya jelas, terkait dengan perundingan dagang kan dengan shutdown ya berhenti dulu," ungkap Airlangga kepada wartawan di kantornya, Jumat (3/10/2025).

Meskipun perundingan terhenti, Airlangga buru-buru menenangkan pasar. Ia yakin penundaan ini tidak akan memengaruhi hasil akhir perundingan dagang kedua negara. Menurutnya, poin-poin krusial dalam negosiasi dengan AS sudah relatif diselesaikan.

Selain itu, Airlangga juga menegaskan bahwa shutdown pemerintah AS tidak akan menjalar ke pasar keuangan Indonesia, khususnya nilai tukar Rupiah. Ia menekankan bahwa operasional pemerintah berbeda dengan urusan pasar modal dan nilai tukar.

"Tidak (mengganggu Rupiah), itu kan (shutdown) pemerintah AS, beda," tegasnya.

Shutdown pemerintah AS kali ini terjadi karena Kongres gagal menyepakati anggaran belanja sebelum tahun fiskal 2025 berakhir pada 30 September. Ini berarti pemerintah AS tidak memiliki dana legal untuk membiayai operasionalnya.

Peristiwa ini diwarnai dengan saling tuding antara Partai Republik dan Partai Demokrat. Partai Demokrat bersikeras agar subsidi layanan kesehatan di bawah UU Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act/ACA) diperpanjang, sementara Partai Republik menolak persyaratan tambahan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penguatan Rupiah Paling Moncer di Asia

Penguatan Rupiah Paling Moncer di Asia

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 19:32 WIB

Shutdown AS Terjadi Lagi! Inilah 7 Fakta Penting yang Harus Anda Tahu

Shutdown AS Terjadi Lagi! Inilah 7 Fakta Penting yang Harus Anda Tahu

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 18:56 WIB

Tak Cuma Hamburger, Ini 10 Menu Kuliner Amerika Serikat Populer yang Menarik Dicoba

Tak Cuma Hamburger, Ini 10 Menu Kuliner Amerika Serikat Populer yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Kamis, 02 Oktober 2025 | 18:33 WIB

Terkini

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:07 WIB

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:53 WIB

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:46 WIB

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:22 WIB

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:12 WIB

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:02 WIB

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:01 WIB

Menteri Dody Santai Anggaran PU Dipotong, Infrastruktur Tetap Jalan

Menteri Dody Santai Anggaran PU Dipotong, Infrastruktur Tetap Jalan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 18:47 WIB