Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Geger Shutdown AS, Menko Airlangga: Perundingan Dagang RI Berhenti Dulu!

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 14:36 WIB
Geger Shutdown AS, Menko Airlangga: Perundingan Dagang RI Berhenti Dulu!
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto Fadil-Suara.com
baca 10 detik
  • Menko Airlangga mengakui bahwa kebuntuan anggaran di Negeri Paman Sam itu langsung mengganggu agenda kerja Indonesia.
  • Dampak yang paling terasa, menurut Airlangga, adalah terhentinya sementara perundingan dagang antara Indonesia dan AS.
  •  Meski demikian penundaan ini tidak akan memengaruhi hasil akhir perundingan dagang kedua negara.

Suara.com - Keputusan shutdown atau penghentian operasional pemerintah Amerika Serikat (AS) yang resmi dimulai pada 1 Oktober 2025 mulai menunjukkan dampaknya di panggung global, termasuk ke Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui bahwa kebuntuan anggaran di Negeri Paman Sam itu langsung mengganggu agenda kerja Indonesia.

Dampak yang paling terasa, menurut Airlangga, adalah terhentinya sementara perundingan dagang antara Indonesia dan AS.

"Dampaknya jelas, terkait dengan perundingan dagang kan dengan shutdown ya berhenti dulu," ungkap Airlangga kepada wartawan di kantornya, Jumat (3/10/2025).

Meskipun perundingan terhenti, Airlangga buru-buru menenangkan pasar. Ia yakin penundaan ini tidak akan memengaruhi hasil akhir perundingan dagang kedua negara. Menurutnya, poin-poin krusial dalam negosiasi dengan AS sudah relatif diselesaikan.

Selain itu, Airlangga juga menegaskan bahwa shutdown pemerintah AS tidak akan menjalar ke pasar keuangan Indonesia, khususnya nilai tukar Rupiah. Ia menekankan bahwa operasional pemerintah berbeda dengan urusan pasar modal dan nilai tukar.

"Tidak (mengganggu Rupiah), itu kan (shutdown) pemerintah AS, beda," tegasnya.

Shutdown pemerintah AS kali ini terjadi karena Kongres gagal menyepakati anggaran belanja sebelum tahun fiskal 2025 berakhir pada 30 September. Ini berarti pemerintah AS tidak memiliki dana legal untuk membiayai operasionalnya.

Peristiwa ini diwarnai dengan saling tuding antara Partai Republik dan Partai Demokrat. Partai Demokrat bersikeras agar subsidi layanan kesehatan di bawah UU Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act/ACA) diperpanjang, sementara Partai Republik menolak persyaratan tambahan tersebut.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penguatan Rupiah Paling Moncer di Asia

Penguatan Rupiah Paling Moncer di Asia

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 19:32 WIB

Shutdown AS Terjadi Lagi! Inilah 7 Fakta Penting yang Harus Anda Tahu

Shutdown AS Terjadi Lagi! Inilah 7 Fakta Penting yang Harus Anda Tahu

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 18:56 WIB

Tak Cuma Hamburger, Ini 10 Menu Kuliner Amerika Serikat Populer yang Menarik Dicoba

Tak Cuma Hamburger, Ini 10 Menu Kuliner Amerika Serikat Populer yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Kamis, 02 Oktober 2025 | 18:33 WIB

Terkini

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:31 WIB

Harga Emas Antam Logam Mulia Terbaru 14 Juli 2026: dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Harga Emas Antam Logam Mulia Terbaru 14 Juli 2026: dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:22 WIB

×