Nilai Tukar Rupiah Menguat Berkat Inflasi yang Terkendali

Liberty Jemadu

Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:30 WIB
Nilai Tukar Rupiah Menguat Berkat Inflasi yang Terkendali
Nilai tukar rupiah menguat lagi pada Rabu sore (1/10/2025) berkat terkendalinya inflasi. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Penguatan kurs rupiah dipengaruhi inflasi Indonesia yang tetap terkendali.
  • Inflasi yang tetap terkendali di 2,31 persen (year on year/yoy) pada Agustus 2025.
  • Langkah Bank Indonesia memangkas suku bunga ke 4,75 persen juga membantu rupiah bertahan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu sore (1/10/2025) menguat sebesar 30 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.635 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.665 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini turut menguat ke level Rp16.680 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.692 per dolar AS.

Menurut Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva, penguatan kurs rupiah dipengaruhi inflasi Indonesia yang tetap terkendali.

"Penguatan ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan eksternal masih kuat, faktor domestik seperti inflasi yang tetap terkendali di 2,31 persen (year on year/yoy) pada Agustus 2025, serta langkah Bank Indonesia memangkas BI-Rate ke 4,75 persen berhasil memberi sedikit ruang stabilitas," terang Taufan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada September 2025.

Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 108,51 pada Agustus 2025 menjadi 108,74 pada September 2025.

Secara tahunan, inflasi mencapai 2,65 persen year-on-year (yoy). Adapun secara tahun kalender, inflasi sebesar 1,82 persen year-to-date (ytd).

"Dukungan stimulus fiskal pemerintah juga menjadi katalis positif bagi daya beli, walaupun kebutuhan dolar korporasi di awal bulan tetap membatasi ruang penguatan rupiah," ujar Taufan.

Melihat sentimen dari global, pergerakan rupiah masih kuat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS.

baca juga

Saat ini, pasar disebut cenderung berhati-hati menunggu rilis data ketenagakerjaan AS yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Isu government shutdown (penutupan pemerintah) di AS sempat menekan dolar, lanjutnya, tetapi kini sentimen tersebut sudah mereda, dengan fokus investor kembali pada prospek suku bunga dan ketidakpastian global.

Yield obligasi domestik yang naik akibat keluarnya sebagian dana asing dianggap pula menjadi sinyal bahwa tekanan eksternal belum sepenuhnya hilang.

"Dengan demikian, pergerakan rupiah hari ini sangat ditentukan oleh kombinasi sentimen domestik yang relatif positif dan dinamika global yang dominan," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Beras Anjlok di September, Begini Datanya

Harga Beras Anjlok di September, Begini Datanya

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:23 WIB

Inflasi dan Neraca Perdagangan Dorong Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS Hari Ini

Inflasi dan Neraca Perdagangan Dorong Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:15 WIB

Rupiah Anjlok Rp 16.800, Menko Airlangga Akui Belum Bertemu Gubernur BI! Ada Apa?

Rupiah Anjlok Rp 16.800, Menko Airlangga Akui Belum Bertemu Gubernur BI! Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 10:19 WIB

Aduh, Rupiah Sakit Lagi Lawan Dolar Amerika di Awal Bulan Oktober

Aduh, Rupiah Sakit Lagi Lawan Dolar Amerika di Awal Bulan Oktober

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 10:10 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat pada Penutupan Perdagangan Selasa

Nilai Tukar Rupiah Menguat pada Penutupan Perdagangan Selasa

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 18:41 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×