Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Harga Emas Dunia Cetak Rekor, Diprediksi Masih Terus Meroket dalam Waktu Dekat

M Nurhadi

Rabu, 08 Oktober 2025 | 10:27 WIB
Harga Emas Dunia Cetak Rekor, Diprediksi Masih Terus Meroket dalam Waktu Dekat
Ilustrasi emas bentuk fisik (Pexels/Michael Steinberg)
  • Harga emas mencatatkan rekor tertinggi bersejarah dengan menembus US$4.000 per troy ounce untuk pertama kalinya

  • Kenaikan luar biasa ini didorong oleh pembelian emas dalam jumlah rekor oleh bank sentral sebagai diversifikasi dari Dolar AS

  • Ketidakpastian ekonomi global (seperti shutdown pemerintah AS) menjadi pemicu lonjakan, dan analis memproyeksikan target harga emas dapat mencapai US$4.900 per troy ounce.

Suara.com - Harga emas telah mencatatkan rekor tertinggi bersejarah, menembus angka US$4.000 per troy ounce untuk pertama kalinya.

Kenaikan luar biasa ini mengakhiri reli harga yang memusingkan, didorong oleh para investor yang berbondong-bondong memborong logam mulia di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai inflasi global dan membengkaknya tingkat utang negara.

Emas melonjak hingga menyentuh US$4.001 pada hari Selasa, menandai kenaikan lebih dari 50 persen tahun ini dan telah berlipat ganda dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

Kenaikan harga emas yang tak terbendung ini didorong oleh dua faktor utama: bank sentral yang membeli emas batangan untuk diversifikasi aset dari dolar AS, serta para investor yang melihat emas sebagai aset lindung nilai (hedge) terhadap ketidakpastian ekonomi.

Miliarder hedge fund, Ray Dalio, bahkan secara terbuka menyatakan bahwa emas merupakan alternatif yang lebih aman dibandingkan dolar.

Ia menyebut emas sebagai "diversifikasi yang sangat baik" untuk portofolio investasi.

“Ketika Anda memiliki begitu banyak pasokan utang, wajar jika Anda beralih ke penyimpan kekayaan alternatif, itulah sebabnya kami beralih ke mata uang yang lebih (aman),” kata Dalio, dikutip via Financial Times.

“Emas adalah yang paling mendasar di antara semua itu," imbuhnya.

Raymond Thomas Dalio atau Ray Dalio. [Ist]
Raymond Thomas Dalio atau Ray Dalio. [Ist]

Emas Sebagai Barometer Ketidakpastian Global

Kenaikan harga emas selalu terjadi pada saat-saat kekacauan atau ketidakpastian di pasar finansial global. Beberapa tonggak sejarah harga emas sebelumnya juga terjadi beriringan dengan momen krisis:

  1. Emas melampaui US$1.000 saat terjadi krisis keuangan global tahun 2008.
  2. Emas melewati ambang batas US$2.000 selama puncak pandemi Covid-19.

Bahkan, batas US$3.000 dilampaui pada bulan Maret, tepat sebelum kebijakan tarif "hari pembebasan" oleh Donald Trump yang sempat mengguncang pasar keuangan.

Lonjakan yang tak henti-hentinya dalam beberapa pekan terakhir, harga emas telah melonjak 20 persen dalam waktu kurang dari dua bulan, telah mengejutkan pasar.

Pemicu terbaru yang ikut memacu reli ini adalah penutupan pemerintahan AS (government shutdown) yang memasuki pekan kedua, menambah ketidakpastian ekonomi.

Peran Sentral Bank dan Proyeksi ke Depan

Kekuatan utama yang mendorong tren jangka panjang adalah pembelian emas dalam jumlah rekor oleh bank sentral.

Institusi keuangan negara ini telah membeli sekitar 1.000 ton emas setiap tahun selama tiga tahun terakhir sebagai upaya diversifikasi dari dolar AS.

"Kami telah melihat betapa bank sentral membeli [emas] tanpa terpengaruh harga," ujar Michael Haigh, Kepala Riset Komoditas di Société Générale.

Ia menambahkan bahwa tidak ada yang ajaib dari angka US$4.000 dan "jalurnya (harga -red) terus dominan ke atas."

Helen Amos, analis komoditas di BMO, menilai reli harga emas ini adalah "cara masyarakat untuk mengekspresikan kekhawatiran mereka tentang utang pemerintah, dan tentang independensi Bank Sentral AS (Federal Reserve)."

Melihat tren ini, Goldman Sachs pada hari Selasa menaikkan target harga emas mereka secara signifikan, dari US$4.300 menjadi US$4.900 per troy ounce.

Proyeksi ini didasarkan pada perkiraan berlanjutnya aksi beli oleh bank sentral dan derasnya aliran dana masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas (gold-backed exchange traded funds/ETF).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Pecah Rekor Lagi, Cek Deretan Harganya Hari Ini

Emas Antam Pecah Rekor Lagi, Cek Deretan Harganya Hari Ini

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 09:05 WIB

Harga Emas Naik Berturut-turut! Antam Tembus Rp 2,399 Juta di Pegadaian, Rekor Tertinggi

Harga Emas Naik Berturut-turut! Antam Tembus Rp 2,399 Juta di Pegadaian, Rekor Tertinggi

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 07:18 WIB

Apa Itu XAUUSD dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas

Apa Itu XAUUSD dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:32 WIB

Terkini

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:10 WIB

Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat

Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:03 WIB

Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen

Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 09:36 WIB

Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026

Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 09:10 WIB

Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter

Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:35 WIB

Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara

Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:26 WIB

Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan

Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:05 WIB

Harga Avtur Turun 10 Persen Mulai 1 Juni

Harga Avtur Turun 10 Persen Mulai 1 Juni

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:03 WIB

Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan

Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:02 WIB

Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau

Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:53 WIB