Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Menteri Airlangga Dorong Pesantren Menabung Emas di Bullion Bank

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Rabu, 08 Oktober 2025 | 14:35 WIB
Menteri Airlangga Dorong Pesantren Menabung Emas di Bullion Bank
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pesantren untuk menabung di bank emas atau bullion bank yang sudah ada di Indonesia. [Suara.com/Rina Anggraeni]
baca 10 detik
  • Dengan tabungan emas, pesantren bisa bertahan di tengah goncangan serta ketidapastian ekonomi global.
  • Indonesia bisa memproduksi 110 ton emas yang bisa disimpan di bullion bank.
  • Airlangga menerangkan pemerintah bakal menggunakan seluruh instrumen dalam mendongkrak potensi ekonomi syariah, termasuk lewat bank emas.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pesantren untuk menabung di bank emas atau bullion bank yang sudah ada di Indonesia.

Anjuran itu disampaikan Airlangga saat membuka acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, di di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10/2025). Ia mengatakan dengan tabungan emas, pesantren bisa bertahan di tengah goncangan serta ketidapastian ekonomi global.

"Tentu ini bisa menjadi underlying untuk ekonomi syariah dan penting disimpan oleh pesantren. Simpanannya dalam bentuk emas. Kalau pesantren menyimpan, menabung emas, maka tentu mau ada gonjang-ganjing global economy yang nilainya selalu tinggi, recession proof, sama turbulensi bisa dijaga dengan emas," terang Airlangga.

Lebih lanjut Airlangga menerangkan pemerintah bakal menggunakan seluruh instrumen dalam mendongkrak potensi ekonomi syariah, termasuk lewat bank emas.

"Kita dorong pemanfaatan seoptimal mungkin bullion bank yang sudah diluncurkan Bapak Presiden, baik itu Bank Syariah Indonesia maupun melalui Pegadaian," katanya

Dia pun bakal meningkatkan produksi emas berlimpah. Terlebih, Indonesia bisa memproduksi 110 ton emas yang bisa disimpan di bullion bank.

"Untuk bullion bank misalnya, kita punya potensi industri emas yang diproduksi oleh tambang kita itu satu tahun kita bisa memproduksi hampir 110 ton emas," katanya.

Dia pun juga mendongkrak potensi industri makanan dan minuman halal yang bisa memberikan potensi ekonomi di Indonesia. Tentunya bisa mengalahkan Arab Saudi dalam memanfaatkan keuangan syariah.

"Nah, ekonomi industri makanan minuman termasuk produksi dan seluruh value chain, nilainya adalah 109 miliar dolar atau seribu triliun. Jadi, kalau ini kita terus dorong syariah compliance, maka dalam waktu tidak lama dari nomor tiga kita bisa menyalip ke nomor satu," tutup dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur BI : Ekonomi Syariah Indonesia Sejajar dengan Arab Saudi dan Malaysia

Gubernur BI : Ekonomi Syariah Indonesia Sejajar dengan Arab Saudi dan Malaysia

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 13:54 WIB

Santai! Menko Airlangga Yakin Rupiah Kebal Guncangan Shutdown Amerika!

Santai! Menko Airlangga Yakin Rupiah Kebal Guncangan Shutdown Amerika!

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 18:37 WIB

Pemerintah Tambah Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2025, Sasar 30 juta Keluarga Penerima Manfaat

Pemerintah Tambah Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2025, Sasar 30 juta Keluarga Penerima Manfaat

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 19:27 WIB

Program Magang Nasional Dibuka 15 Oktober, Pemerintah Jamin Gaji UMP

Program Magang Nasional Dibuka 15 Oktober, Pemerintah Jamin Gaji UMP

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 19:12 WIB

Inovasi Emas Pegadaian Buahkan Hasil: Layanan Bank Emas Cetak Kinerja Gemilang

Inovasi Emas Pegadaian Buahkan Hasil: Layanan Bank Emas Cetak Kinerja Gemilang

Bisnis | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 12:25 WIB

Terkini

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:32 WIB

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:08 WIB

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:05 WIB

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:01 WIB

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:21 WIB

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:16 WIB

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:10 WIB

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:48 WIB

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:31 WIB

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:12 WIB

×