Pembiayaan Iklim Jadi Tantangan, Indonesia Butuh USD 28 Miliar untuk Transisi Hijau

Achmad Fauzi

Rabu, 08 Oktober 2025 | 17:49 WIB
Pembiayaan Iklim Jadi Tantangan, Indonesia Butuh USD 28 Miliar untuk Transisi Hijau
Ilustrasi ekonomi hijau.(Pexels/Thirdman)
baca 10 detik
  • Pendanaan iklim Indonesia butuh USD 28 miliar, APBN hanya sanggup 15 persen

  • Indonesia harus cari dana hijau dari swasta, multilateral, dan obligasi

  • Transisi hijau butuh strategi kolaboratif dan investasi berani dari semua pihak

Suara.com - Upaya Indonesia untuk mewujudkan transisi hijau dan menghadapi perubahan iklim dihadapkan pada tantangan besar dalam hal pendanaan.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan dana untuk pembiayaan iklim mencapai USD 28 miliar atau sekitar Rp 3.500 triliun, sementara kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mampu menutupi sekitar 15 persen dari total kebutuhan tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, menegaskan aspek pembiayaan menjadi elemen penting dalam diplomasi ekonomi global, terutama dalam konteks perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

"Bicara tentang climate change, tidak bisa lepas dari yang namanya financing. Itu berlaku berbagai di forum apapun di dunia,' ujar Havas dalam acara IGCN Annual Members Gathering 2025 di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Ilustrasi energi baru terbarukan (EBT). (ICDX)
Ilustrasi energi baru terbarukan (EBT). (ICDX)

Havas menjelaskan, Indonesia telah melakukan asesmen terhadap kebutuhan dana mitigasi perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan. Hasilnya, kebutuhan pembiayaan yang mencapai USD 28 miliar tidak bisa hanya bergantung pada APBN.

"Berapa APBN sanggup? 15 persen. Sisanya? Ya kita berusaha mencari dari sumber-sumber dana lainnya termasuk dana multilateral, private sector funding, loan, donor dan lainnya," katanya.

Menurutnya, strategi pembiayaan hijau Indonesia harus bersifat kolaboratif dan inovatif, melibatkan sektor swasta, lembaga internasional, serta instrumen keuangan baru seperti obligasi hijau (green bond) dan sukuk hijau.

"What Indonesia can do is leading by example, dalam elemen-elemen financing dan efisiensi. Indonesia terus aktif secara kreatif, engaging sector-sector untuk mencari kemungkinan-kemungkinan lainnya terkait ecofinancing," tegas Havas.

Sementara itu, UN Resident Coordinator in Indonesia, Gita Sabharwal, menilai langkah Indonesia harus didukung dengan mobilisasi pembiayaan inovatif agar transisi menuju ekonomi hijau dapat berjalan berkelanjutan.

baca juga

“Waktu untuk perubahan bertahap telah berlalu. Kini saatnya kita bertindak berani dan berinvestasi dengan bijak untuk menjadikan keberlanjutan sebagai keunggulan strategis bagi sektor swasta Indonesia dan masyarakatnya," imbuhnya.

Gita menambahkan, PBB berkomitmen mendukung langkah Indonesia melalui berbagai skema pendanaan berkelanjutan seperti corporate SDG bonds, blue bonds, dan green sukuk yang dapat memperkuat pembangunan nasional sekaligus kinerja bisnis.

Dari sisi pemerintah, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo AA Teguh Sambodo, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan kunci bagi masa depan Indonesia.

"Delapan puluh tahun Indonesia adalah momentum refleksi sekaligus proyeksi. Kita mendorong perwujudan green economy dan circular economy menjadi mesinnya. Namun kompas dan mesin hanya bermakna jika dijalankan bersama: pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus seiring," bebernya.

Leonardo menekankan, kemitraan lintas sektor sangat dibutuhkan agar pembiayaan hijau tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga implementasi nyata yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

kumparan Green Initiative Conference 2025: Visi Ekonomi Hijau, Target Kemandirian Energi Indonesia

kumparan Green Initiative Conference 2025: Visi Ekonomi Hijau, Target Kemandirian Energi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 19 September 2025 | 11:32 WIB

BRI Raih Anugerah Ekonomi Hijau atas Pemberdayaan UMKM dan Keuangan Inklusif

BRI Raih Anugerah Ekonomi Hijau atas Pemberdayaan UMKM dan Keuangan Inklusif

Bisnis | Minggu, 07 September 2025 | 12:46 WIB

Bisa Ciptakan Lapangan Kerja, BI Salurkan Pembiayaan Hijau Tembus Rp 33,7 Triliun

Bisa Ciptakan Lapangan Kerja, BI Salurkan Pembiayaan Hijau Tembus Rp 33,7 Triliun

Bisnis | Senin, 11 Agustus 2025 | 09:19 WIB

Terkini

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

×