Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan dari Bekasi, Gunung Kidul dan Sukadana

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 14 Oktober 2025 | 19:20 WIB
Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan dari Bekasi, Gunung Kidul dan Sukadana
Briket BioCore hasil pengelolaan sampah tinja (Dok: ISF)

Suara.com - Di Gunungkidul, Yogyakarta, kekeringan sudah lama dianggap takdir. Tidak adanya sumber mata air, membuat beberapa desa bergantung sepenuhnya pada air hujan. Setiap musim kemarau, sumur mengering, tanaman mati, dan banyak petani memilih pergi ke kota menjadi buruh bangunan.

“Kalau tidak ada air, hidup berhenti,” ujar seorang warga mengingat masa itu.

Namun kelompok tani di Dusun Kedungkeris menolak menyerah. Bersama Yakkum Emergency Unit (YEU), sebuah organisasi kemanusiaan yang kini aktif dalam inisiasi adaptasi iklim, mereka membangun sistem sederhana untuk menampung hujan dan menyalurkannya kembali ke ladang melalui pipa-pipa bertekanan rendah yang diatur teknologi IoT. Mengandalkan gravitasi, panel surya, dan sensor murah yang mereka rakit sendiri, sistem ini berjalan tanpa pompa listrik.

Kini enam tandon besar berdiri di puncak bukit, menampung ribuan liter air setiap musim hujan. Dari situ, sprinkler kecil memercikkan embun buatan yang menghidupkan lahan di bawahnya. Ladang yang dulu gersang kini hijau sepanjang tahun. Panen meningkat, anak-anak muda kembali bertani. Bagi mereka, menampung hujan bukan hanya urusan teknologi, tapi juga soal martabat dan kemampuan untuk bertahan di tanah sendiri.

Dari tanah kering di selatan Jawa, kita bergeser ke jantung Kalimantan Barat, tempat hutan hujan yang dulu penuh suara burung pernah nyaris hilang.

Selama bertahun-tahun, warga di sekitar Taman Nasional Gunung Palung menebang kayu bukan karena tamak, tetapi karena terpaksa. Harga berobat di klinik jauh lebih tinggi daripada harga satu batang pohon. Pada 2007, Alam Sehat Lestari (ASRI) membawa ide yang tampak sederhana tapi revolusioner: siapa pun bisa berobat, dan pembayaran bisa dilakukan dengan bibit pohon. Setiap pasien yang menanam berarti satu langkah menjauh dari penebangan liar.

Kini, setelah lebih dari satu dekade, penebangan ilegal menurun hingga 90 persen. Ratusan hektar hutan kembali hijau, dan penghuninya seperi Orang Utan dan Beruang Madu, yang sempat hilang perlahan kembali. ASRI menyebutnya planetary health: ketika hutan yang sembuh turut menyembuhkan manusia.

“Dulu kami menebang untuk hidup,” kata seorang warga dalam salah satu lokakarya ASRI, “sekarang kami menanam untuk masa depan anak kami.”

Jika ASRI memulihkan hubungan antara manusia dan hutan, Dari Bekasi, Jawa Barat, Gringgo Indonesia menantang sesuatu yang bahkan lebih tabu: tinja. Di Bekasi, mereka melihat tumpukan limbah domestik yang selama ini dianggap masalah, dan bertanya: mengapa tidak dijadikan sumber energi? Dari pertanyaan itu lahir Biocore, inovasi yang mengubah lumpur tinja menjadi briket bahan bakar bersih.

baca juga

Pabrik mini mereka ditempatkan dekat instalasi pengolahan limbah agar biaya logistik rendah dan produksi bisa dikontrol secara digital. Dengan sensor IoT, mereka memantau suhu dan tekanan pembakaran, menghasilkan briket dengan emisi karbon lebih rendah daripada batu bara maupun kayu.

“Masalahnya bukan di teknologi,” ujar Febriadi Pratama salah satu pendiri Gringgo Indonesia, “tapi di cara kita memandang kotoran. Kalau cara pandang bisa diubah, nilainya ikut berubah.” Dari sesuatu yang menjijikkan lahir bahan bakar bersih; dari yang dibuang, tercipta kehidupan baru.

Imajinasi dan Investasi Hijau

Mengambil cerita dari tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Bekasi, Yogyakarta, dan Kalimantan, kita dapat melihat bagaimana hujan, hutan, dan bahkan tinja dapat membantu mengatasi permasalahan iklim.

Pendekatan seperti yang dilakukan YEU, ASRI, dan Gringgo – yang berangkat dari keberanian membayangkan ulang relasi manusia dan alam – sering kali tidak mendapat tempat dalam sistem pembiayaan iklim yang kaku. Investasi hijau besar masih lebih suka membangun pembangkit atau kawasan industri, bukan menanam gagasan di tingkat akar rumput. Padahal justru di sanalah daya tahan dan inovasi tumbuh di antara masyarakat yang bertemu langsung dengan krisis air, udara, dan tanah.

Indonesia Sustainibility Forum 2025 menegaskan upaya pemerintah untuk merealisasikan potensi investasi hijau sebesar USD 200 miliar hingga 2030. Filantropi dapat menyalakan percikan di tempat yang belum dijangkau pasar, membiayai risiko yang terlalu kecil untuk investasi hijau, tetapi terlalu besar untuk diabaikan.

Hujan, hutan, dan tinja, dengan imajinasi dan keberanian, telah menjadi berharga di tangan mereka. Dan mungkin, banyak imajinasi sejenis dan lebih besar lahir di luar sana jauh dari panggung konferensi dan target pembiayaan investasi hijau.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BCA Syariah Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Semangat Keberagaman di Bali Mester

BCA Syariah Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Semangat Keberagaman di Bali Mester

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 12:29 WIB

PNM Tantang Anak Muda Ciptakan Ide Kreatif untuk Majukan UMKM

PNM Tantang Anak Muda Ciptakan Ide Kreatif untuk Majukan UMKM

Bisnis | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 19:00 WIB

Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Ditonton Hingga 25 Juta Kali, Banyak yang Penasaran!

Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Ditonton Hingga 25 Juta Kali, Banyak yang Penasaran!

News | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 08:20 WIB

Telkom Bantu Tumbuh Kembang UMKM di Kota Pekalongan, Beberapa Produknya telah Mendunia

Telkom Bantu Tumbuh Kembang UMKM di Kota Pekalongan, Beberapa Produknya telah Mendunia

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 12:25 WIB

BRI Dorong UMKM Kuliner Padang Perkuat Branding dan Tembus Pasar Global Lewat Program Pengusaha Muda

BRI Dorong UMKM Kuliner Padang Perkuat Branding dan Tembus Pasar Global Lewat Program Pengusaha Muda

Bisnis | Minggu, 05 Oktober 2025 | 18:09 WIB

BNI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Pemanfaatan AI

BNI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Pemanfaatan AI

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 17:29 WIB

Terkini

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×