Aksi BRI Peduli dan Sungai Watch Pulihkan Fungsi Ekologis dan Kelestarian

M Nurhadi

Selasa, 14 Oktober 2025 | 21:57 WIB
Aksi BRI Peduli dan Sungai Watch Pulihkan Fungsi Ekologis dan Kelestarian
BRI Peduli melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Sungai Last Point, anak Sungai Tukad Badung yang berada di Desa Pemogan, Denpasar Selatan [BRI Peduli]
baca 10 detik
  • 46% dari 70 ribu sungai di Indonesia tercemar berat.
  • BRI melalui program “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan” berkolaborasi dengan Yayasan Sungai Watch membersihkan Tukad Badung, Bali.
  • Upaya ini berhasil memulihkan ekosistem dan membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan setempat.

Suara.com - Sungai telah menjadi urat nadi kehidupan manusia sejak awal peradaban, menyediakan air bersih, pangan, energi, dan membentuk kebudayaan.

Namun, laju pembangunan yang pesat kini membawa ancaman serius. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat fakta mencemaskan: dari sekitar 70 ribu sungai di Indonesia, 46 persen di antaranya telah tercemar berat.

Limbah rumah tangga, buangan industri, dan perubahan tata ruang lahan menjadi biang keladi yang menggerus fungsi ekologis sungai.

Menyadari bahwa menjaga kelestarian sungai adalah kewajiban bersama, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan komitmennya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, yang diwujudkan dalam gerakan “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan”. 

BRI menggandeng Yayasan Sungai Watch untuk memulihkan kebersihan sungai di Indonesia. Salah satu titik fokus kolaborasi ini adalah di Tukad Badung, Denpasar Selatan, Bali, yang berdekatan dengan kawasan konservasi mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai.

Dukungan nyata BRI Peduli adalah pemasangan jaring sampah (trash barriers) yang berfungsi vital untuk menahan sampah rumah tangga agar tidak terus mengalir dan mencemari laut serta ekosistem mangrove yang sensitif.

Tujuannya jelas: mengembalikan fungsi ekologis sungai. Sejak berdiri pada tahun 2020, kolaborasi BRI Peduli dan Sungai Watch telah berhasil memasang lebih dari 18 jaring sampah di berbagai sungai di Bali dan Banyuwangi. 

Program ini telah membawa perubahan signifikan bagi masyarakat pesisir. Yan Kona, Ketua Kelompok Nelayan Segara Guna Batu, mengungkapkan bahwa lingkungan mereka mengalami transformasi besar.

"Tentu kami sebagai masyarakat nelayan, masyarakat pesisir merasakan yang dulunya sampah begitu numpuk luar biasa, sekarang sudah kita bisa lalui dengan baik armada kita baik itu perahu dan lain sebagainya," ungkap Yan.

baca juga

Ia menambahkan, upaya pembersihan sungai yang dilakukan selama 3-4 tahun terakhir berdampak langsung pada sumber daya perikanan.

"Yang tadinya kerang-kerang, ikan-ikan, udang, kepiting, itu jumlahnya berkurang. Sekarang kita bisa lihat bahwa kepiting-kepiting itu juga sudah mulai kembali ke ekosistem aslinya," ujarnya.

Kembalinya kehidupan laut tidak hanya menjadi kabar baik bagi ekosistem, tetapi juga membuka peluang ekonomi.

Yan berharap, kondisi pesisir dan hutan mangrove yang bersih dapat menjadi magnet wisata dan sumber penghidupan tambahan, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Edukasi sebagai Pilar Utama

Partnerships Manager Sungai Watch Indonesia, Dika, menjelaskan bahwa edukasi adalah pilar penting dalam upaya pemulihan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bojan Hodak Pusing! 12 Pemain Kunci Persib Hilang Jelang Laga Krusial Kontra PSBS Biak

Bojan Hodak Pusing! 12 Pemain Kunci Persib Hilang Jelang Laga Krusial Kontra PSBS Biak

Bola | Selasa, 14 Oktober 2025 | 19:02 WIB

BRI Beri Cashback Main Padel Pakai BRImo, Cek Promonya di Jakarta Sampai Bali

BRI Beri Cashback Main Padel Pakai BRImo, Cek Promonya di Jakarta Sampai Bali

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 12:16 WIB

Menkeu Purbaya Mau Guyur Lagi Dana SAL ke Himbara, BRI-BNI Dapat Berapa?

Menkeu Purbaya Mau Guyur Lagi Dana SAL ke Himbara, BRI-BNI Dapat Berapa?

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:49 WIB

Terkini

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

×