Bos Danantara Klaim Hemat Rp 8,3 Triliun Setelah Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Achmad Fauzi

Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:23 WIB
Bos Danantara Klaim Hemat Rp 8,3 Triliun Setelah Hapus Tantiem Komisaris BUMN
CEO Danantara Rosan Roeslani. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • CEO Danantara klaim hemat Rp 8,3 triliun setelah hapus tantiem komisaris.

  • Kebijakan ini diambil setelah diskusi dengan Presiden Prabowo Subianto.

  • Danantara hapus tantiem karena studi kasus perusahaan di Asia Tenggara.

Suara.com - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI) Danantara, Rosan Roeslani mengklaim telah menghemat dana hingga Rp 8,3 triliun dari kebijakan pangkas jumlah dan hapus tantiem komisaris BUMN.

Perhitungan itu Rosan dapat, jika jumlah BUMN mencapai 1.000 perusahaan dan masing-masing memiliki 5 komisaris.

"Jadi kita menghapus tantiem di Indonesia, 100 persen. Jadi kita memiliki 1.000 perusahaan, katakanlah setiap perusahaan punya 5 komisaris, jika dikali 1.000, maka ada 5 ribu komisaris. Tapi kita menghemat setiap tahun itu 500 juta dolar AS hanya dengan melakukan ini," ujar Rosan seperti dikutip Rabu (15/10/2025).

Managing Director Chief Economist Danantara Reza Yamora Siregar mengatakan 15 BUMN Asuransi akan dipangkas dan disisakan 3 saja. Mayoritas punya kinerja bisnis buruk. Foto: Logo Danantara. [Antara]
Managing Director Chief Economist Danantara Reza Yamora Siregar mengatakan 15 BUMN Asuransi akan dipangkas dan disisakan 3 saja. Mayoritas punya kinerja bisnis buruk. Foto: Logo Danantara. [Antara]

Menteri Investasi dan Hilirisasi ini menuturkan, sebelum adanya pengurangan, jumlah komisaris BUMN beserta anak-cucu bisa mencapai 14 komisaris.

Sehingga, dirinya berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi jumlah komisaris BUMN beserta anak-cucu.

"Karena mereka hanya melakukan rapat dengan direksi 1 kali per bulan. Bahkan di bank yang sudah memiliki operasional yang ketat, itu hanya satu kali dalam 3 bulan. Jadi saya bicara kepada Presiden, saya ingin mengurangi jumlah komisaris," katanya.

Rosan menyadari, kebijakan tantiem ini akan berdampak pendapatan para komisaris. Maka dari itu, sebelum mengeluarkan kebijakan, dirinya mengambil studi kasus dengan bertanya ke perusahaan pelat merah di Asia Tenggara.

Hasilnya, para perusahaan menyebut tidak ada pemberian tantiem kepada para komisaris.

"Ketika saya mengajukan, saya menyatakan kita harus menurunkan bonus komisaris. Karena bonusnya sekitar 45 persen dari bonus direktur. Dan saya sudah melakukan asesmen ke negara-negara ASEAN, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia," imbuhnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Ada Opsi, Bos Danantara Bingung Utang Kereta Cepat Jadi Polemik

Belum Ada Opsi, Bos Danantara Bingung Utang Kereta Cepat Jadi Polemik

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 08:53 WIB

Dua Komisaris dan Satu Direksi Astra International (ASII) Tiba-tiba Mundur

Dua Komisaris dan Satu Direksi Astra International (ASII) Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 12:40 WIB

Herry Gunawan: Rangkap Jabatan Dony Oskaria, Langgar Tata Kelola dan Picu Benturan Kepentingan

Herry Gunawan: Rangkap Jabatan Dony Oskaria, Langgar Tata Kelola dan Picu Benturan Kepentingan

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:54 WIB

Terkini

Golkar Sebut Dua Tahun Prabowo-Gibran Berpihak ke Rakyat Kecil

Golkar Sebut Dua Tahun Prabowo-Gibran Berpihak ke Rakyat Kecil

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Tembus Penjagaan, Spanduk Protes 2 Tahun Rezim Prabowo Berkibar di Monumen Tugu Tani

Tembus Penjagaan, Spanduk Protes 2 Tahun Rezim Prabowo Berkibar di Monumen Tugu Tani

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:38 WIB

AI Memang Pintar Susun Anggaran, tapi Literasi Keuangan Tak Boleh Ketinggalan

AI Memang Pintar Susun Anggaran, tapi Literasi Keuangan Tak Boleh Ketinggalan

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:31 WIB

OJK Bantah Sanksi BREN, DSSA dan CUAN setelah MSCI Lempar Ancaman

OJK Bantah Sanksi BREN, DSSA dan CUAN setelah MSCI Lempar Ancaman

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Eks Mendag Lutfi Tuduh Kepentingan Singapura di Balik MSCI, Bos OJK Tidak Ambil Pusing: Kerja Aja!

Eks Mendag Lutfi Tuduh Kepentingan Singapura di Balik MSCI, Bos OJK Tidak Ambil Pusing: Kerja Aja!

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa dan Warga Gelar Aksi di Tugu Tani

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa dan Warga Gelar Aksi di Tugu Tani

Foto | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:30 WIB

East of Eden: Potret Adaptasi Sastra Paling Indah Karya John Steinbeck

East of Eden: Potret Adaptasi Sastra Paling Indah Karya John Steinbeck

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Karhutla Tak Hanya di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Catat 465 Hektare di Provinsi Lain Belum Padam

Karhutla Tak Hanya di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Catat 465 Hektare di Provinsi Lain Belum Padam

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:26 WIB

2 Tahun Pemerintah, Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Rabu Besok

2 Tahun Pemerintah, Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Rabu Besok

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Nasabah Tajir OCBC Ramai Pilih Obligasi

Nasabah Tajir OCBC Ramai Pilih Obligasi

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:16 WIB

×