Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Emas Antam Sentuh Rp 2,4 Juta per Gram, Apa Pemicunya?

Achmad Fauzi

Kamis, 16 Oktober 2025 | 08:58 WIB
Harga Emas Antam Sentuh Rp 2,4 Juta per Gram, Apa Pemicunya?
Emas batangan di salah satu gerai Bank Syariah di Jakarta, Rabu (12/10).
  • Harga emas Antam melompat Rp 24.000 menjadi Rp 2.407.000 per gram.

  • Emas dunia pecah rekor didukung ekspektasi pangkas suku bunga The Fed.

  • Ketegangan dagang AS-China juga tambah daya dorong aset safe haven

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 16 Oktober 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.407.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu terus melompat tinggi sebesar Rp 24.000 dibandingkan hari Rabu, 15 Oktober 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.256.000 per gram.

Harga buyback itu juga lagi-lagi melonjak Rp 24.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.

Pekerja menunjukan emas Antam di Toko Emas Buana, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/10/2024). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym/am.]
Pekerja menunjukan emas Antam di Toko Emas Buana, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/10/2024). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym/am.]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.253.000
  • Emas 1 Gram Rp 2.407.000
  • Emas 2 gram Rp 4.754.000
  • Emas 3 gram Rp 7.106.000
  • Emas 5 gram Rp 11.810.000
  • Emas 10 gram Rp 23.55.000
  • Emas 25 gram Rp 58.787.000
  • Emas 50 gram Rp 117.495.000
  • Emas 100 gram Rp 234.912.000
  • Emas 250 gram Rp 587.015.000
  • Emas 500 gram Rp 1.173.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.347.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Terus Pecah Rekor

Harga emas dunia kembali memanas. Logam mulia dengan simbol XAU/USD itu menarik minat beli hingga menembus kisaran USD 4.210 per troy ons pada perdagangan sesi Asia, Kamis (16/10/2025) pagi.

Kenaikan ini mendekatkan emas ke level tertinggi sepanjang masa, seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan ketegangan perdagangan yang kembali mencuat antara AS dan China.

Dikutip dari FXStreet, penguatan emas kali ini ditopang oleh pandangan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuannya dua kali lagi pada tahun ini.

Pasar memperkirakan pemangkasan pertama sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan Oktober, disusul satu kali lagi pada Desember. Bahkan, tiga kali pemangkasan tambahan diproyeksikan bakal terjadi tahun depan, menurut data LSEG.

Ketua The Fed Jerome Powell pada Selasa lalu menegaskan bahwa perlambatan tajam dalam perekrutan tenaga kerja bisa menjadi risiko besar bagi ekonomi AS. Pernyataan itu dianggap sebagai sinyal kuat bahwa bank sentral AS mulai membuka ruang pelonggaran moneter.

"Prospek pemangkasan suku bunga The Fed dapat memberikan sedikit dukungan bagi logam mulia," tulis FXStreet dalam laporannya.

Suku bunga yang lebih rendah menurunkan biaya peluang memegang emas, sehingga meningkatkan daya tarik aset tanpa imbal hasil ini.

Selain faktor kebijakan moneter, ketegangan dagang AS–China juga menambah daya dorong bagi emas sebagai aset safe haven.

Kedua negara diketahui akan memberlakukan biaya pelabuhan tambahan bagi kapal yang mengangkut kargo di antara keduanya mulai 14 Oktober mendatang. Kebijakan itu dikhawatirkan akan meningkatkan biaya perdagangan dan mengganggu arus barang global.

"Dengan memanasnya kembali ketegangan perdagangan AS–China dalam beberapa hari terakhir, investor memiliki lebih banyak alasan untuk melindungi investasi ekuitas jangka panjang mereka dengan melakukan diversifikasi ke emas," ujar Fawad Razaqzada, analis di City Index dan FOREX.com, kepada Reuters.

Ke depan, pelaku pasar akan menantikan pidato sejumlah pejabat The Fed seperti Michael Barr, Stephen Miran, Christopher Waller, dan Michelle Bowman pada Kamis ini. Pernyataan bernada hawkish dari mereka berpotensi mengangkat Dolar AS dan menekan harga emas dalam jangka pendek, sementara nada dovish bisa menjadi katalis lanjutan bagi reli logam mulia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Melonjak! Antam Tembus Level Rp 2.622.000 di Pegadaian, UBS Ikut Naik

Harga Emas Melonjak! Antam Tembus Level Rp 2.622.000 di Pegadaian, UBS Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 06:33 WIB

Harga Perak Terbang 81% Tahun Ini, Bakal Terus Meroket Saingi Emas?

Harga Perak Terbang 81% Tahun Ini, Bakal Terus Meroket Saingi Emas?

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:13 WIB

Jangan Kaget! Harga Emas Antam Tembus Rp 2.383.000 per Gram Hari Ini

Jangan Kaget! Harga Emas Antam Tembus Rp 2.383.000 per Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB